Aethereia
Pelukis:
AFANDA DWI AL’AHYUBI
Media : cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40 cm × 60 cm
Tahun pembuatan 2025
Deskripsi Karya :
“Aethereia” adalah lukisan yang menggambarkan kedamaian abadi. Lukisan ini menampilkan suasana romantis dan penuh keindahan alam saat matahari terbenam.
Ada seorang pria yang berdiri di tepi danau, mengamati sosok perempuan di kejauhan. Ini menciptakan nuansa penantian atau refleksi perasaan cinta dan kerinduan yang mendalam.
Cahaya matahari terbenam di latar belakang menciptakan suasana damai. Matahari yang besar dan cahayanya yang menyinari air dapat melambangkan harapan atau kenangan akan masa lalu.
Penggunaan elemen alam seperti air, pepohonan, dan langit penuh warna menunjukkan koneksi manusia dengan alam. Pantulan cahaya di air menambah kesan harmoni antara manusia dan lingkungan sekitarnya.
Teknik yang digunakan dalam lukisan itu adalah menggunakan teknik sapuan dengan kuas untuk membuat gradasi antara berbagai warna langit
SORE HARI DIPUNCAK GUNUNG
PELUKIS:
AGUNG SUBEKTI
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media:cat akrilik di atas kanvas
Ukuran:60cm x 40cm
Tahun pembuatan:2025
Deskrimpsi karya:
Lukisan ini menggambarkan dua orang berdiri di puncak gunung pada sore hari,menikmati matahari terbenam yanh perlahan tenggelam di cakrawala,langit di penuhi warna jingga,merah muda,dan ungu,menciptakan suasana tenang dah syahdu
Perjalanan dua pendaki menuju puncak
PELUKIS:
AHMAD HENGKI SETIA BUDI
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat air diatas canvas
Ukuran: 40×60
Tahun Pembuatan: 2024
Deskripsi Karya:dua pasangan yang sedang mendaki gunung untuk menikmati keindahan alam.dan mencari ketenangan untuk berfikir positif.melatih emosional dan melihat sunset atau senja dimenjelang malam.
Kebebasan
PELUKIS:
AHMAD NURUL HILAL
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat air di atas kanvas
Ukuran: 60×40
Tahun pembuatan: 2024
Deskripsi karya: Sebuah kapal yang berlayar ke pulau-pulau untuk mengetahui kebenaran dan ketidak Tahuan di dunia ini dengan menerjang berbagai cuaca yang ada.
Laut yang memiliki 3 warna bisa di artikan walaupun air laut itu berubah warna akan tetapi rasanya tetap sama-sama asin, bisa di isyarat kan bahwa air laut ini adalah kita sebagai manusia yang bisa berbuat kebaikan dan keburukan dengan terus bergantian perbuatannya namun tetap saja kita manusia yang tidak sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.
Tiga cuaca yang bergantian secara tidak bisa di prediksi ini bisa di isyarat kan bahwa kalau kita mencintai seseorang apapun dengan wataknya, fisiknya dan materinya kita harus terjang bersama-sama karena semua itu sudah ketentuan yang di berikan oleh Tuhan dan jika ingin merubahnya maka berkerja sama lah dan selalu berdo’a agar semua usaha itu menjadi efektif
Kapal bisa di artikan bahwa itu adalah rumah kita saat di laut.
pesisir pantai bisa di artikan bahwa di dunia ini ada lautan maka akan ada daratan begitupun semuanya jika ada kebaikan ada keburukan, karena dunia ini diciptakan dengan seadil-adilnya.
World With Nothing
PELUKIS:
ANDHIKA SETYABUDI
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat tembok di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Menggambarkan tentang dunia yang sudah dikuasai oleh ilmu pengetahuan. Dunia mulai dikuasai robot-robot canggih. Uang sudah tidak ada lagi harganya. Dunia kembali ke zaman kebodohan. Hanya orang yang punya uang atau kuasa yang bisa memegang kekuasaan tertinggi di dunia ini secara singkat yaitu, yang kuatlah yang bisa menang.
Beautiful Natural Scenery
PELUKIS:
ANIS ARISTA
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat air diatas kanvas
Ukuran: 40 cm × 60 cm
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
Lukisan ini menampilkan berbagai elemen alam seperti, Gunung yang menjulang, Matahari yang terbit dari timur, Danau yang mengalir jernih, Pohon kelapa, Bukit-bukit tinggi, dan jalan raya.
Butterfly Era
PELUKIS:
BIMA SANJAYA
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Gambar kupu yang melambangkan kebahagiaan dan rasa cinta yang di rasakan oleh seseorang
puppet on a string
PELUKIS:
ANANDA RIZKIA KUSUMAWARDHANI
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: cat Akrilik dan cat tembok diatas kanvas
ukuran : 40 cm x 60 cm
tahun pembuatan : 2025
Deskripsi karya:
Lukisan ini menggambarkan seorang balerina yang tampak seperti boneka marionette, dikendalikan oleh tali yang terhubung ke dua tangan besar di atasnya. Latar belakang gelap dan refleksi di permukaan air menambah nuansa dramatis dan mendalam pada karya ini.
Balerina diibaratkan sebagai seseorang yang tidak memiliki kendali atas hidupnya sendiri, melainkan dikendalikan oleh kekuatan atau figur yang lebih besar, seperti masyarakat, sistem, atau orang lain.
Ada beberapa tali yang terhubung dari anggota tubuh balerina ke tangan raksasa di atasnya. Ini secara langsung memberikan kesan bahwa dia tidak bergerak atas kehendaknya sendiri, melainkan dikendalikan oleh sesuatu yang lebih besar. Tali-tali ini menjadi simbol keterikatan, manipulasi, atau kurangnya kebebasan.
Sebuah tangan besar diatas.Tangan ini dapat diinterpretasikan sebagai representasi kekuatan yang lebih besar, seperti masyarakat, sistem, atau individu yang memiliki pengaruh besar terhadap orang lain. Bentuknya yang besar dan posisinya di atas juga memberikan kesan dominasi dan otoritas.
Lukisan ini membangkitkan perasaan ketegangan dan refleksi. Ada keindahan dalam gerakan balerina, tetapi juga ada perasaan keterikatan dan ketidakberdayaan. Kontras antara keanggunan dan keterikatan menciptakan narasi emosional yang kompleks sebuah perasaan bahwa meskipun seseorang tampak bebas dan indah di permukaan, ada kekuatan yang bekerja di balik layar yang mungkin mengontrolnya.
KEINDAHAN DALAM LAUT
PELUKIS:
CINDI AYU LESTARI
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media:cat akrilik di atas kanvas
Ukuran:40cm x 60cm
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi kayra:Keindahan dalam laut memancarkan pesona alami melalui terumbu karang berwarna-warni, ikan-ikan yang berenang harmonis, dan makhluk bioluminesensi yang bercahaya di kedalaman. Suara gelembung air dan arus laut menciptakan ketenangan, mengingatkan kita akan pentingnya menjaga ekosistem laut demi kelestarian hidup di bumi.
Enjoying The Beauty of Nature Together
PELUKIS:
DHIAH KUSUMA NINGSIHATI
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media:Cat air di atas kanvas
Ukuran:40cm×60cm
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi Karya:
“Enjoying The Beauty Of Nature Together”adalah sebuah lukisan yang artinya menikmati keindahan alam berdua.Lukisan ini terdapat dua orang remaja yang sedang menikmati pemandangan alam yang terdapat hutan,pohon besar,pagar,seorang penggembala dan pegunungan dilapisi awan biru cerah.
meniti Asa
PELUKIS:
FEBRIANA RISKI NUGRAHANI
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Lukisan yang berjudul “Meniti Asa” ini menggambarkan perjalanan seseorang menuju portal kesuksesan, sebuah simbol dari impian dan pencapaian yang didambakan. Sosok dalam lukisan itu melangkah penuh keyakinan, meski jalannya dipenuhi benda-benda tajam yang melambangkan tantangan, kegagalan, serta rintangan yang harus dihadapi.
Di langit, terdapat meteor jatuh menciptakan kontras antara ancaman dan harapan. Meteor itu adalah simbol ketidakpastian hidup, ujian yang datang tiba-tiba dan tak terduga. Namun, di antara derasnya tantangan, berhamburan pula doa-doa dari para pemuda (sebuah representasi dari harapan, ketekunan, dan keyakinan yang terus menyala di dalam hati mereka).
Lukisan ini bukan hanya tentang kesulitan, tetapi juga tentang keteguhan. Portal kesuksesan di ujung perjalanan adalah JANJI dari setiap usaha yang tak pernah berhenti. “Meniti Asa” mengajarkan bahwa keberhasilan bukan sekadar tujuan, tetapi perjalanan yang ditempa oleh keberanian, ketekunan, dan keyakinan yang tak tergoyahkan.
DI LUAR CERMIN
PELUKIS:
FIDA FIANTI KHOIRUNISA
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
media: cat akrilik di atas kanvas
ukuran: 40×60
tahun pembuatan:2025
deskripsi karya:
Lukisan ini menggambarkan seseorang yang berdiri di depan cermin, tetapi yang terlihat dalam pantulan bukanlah dirinya sendiri, melainkan kupu-kupu. Ini melambangkan perjalanan menemukan batas diri, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi.
Kupu-kupu dalam pantulan mewakili transformasi, pertumbuhan, dan kebebasan. Ia adalah simbol bahwa di dalam diri setiap orang terdapat potensi yang lebih besar dari yang terlihat di permukaan. Cermin menjadi metafora batas antara kenyataan dan kemungkinan, antara siapa kita sekarang dan siapa yang bisa kita jadi.
lukisan ini juga mengajak kita untuk tidak menjelajahi batas sendirian. Bisa jadi, dalam eksplorasi ini, kita menemukan bagian diri kita yang lebih luas, lebih bebas, dan lebih indah—seperti kupu-kupu yang akhirnya keluar dari kepompong.
metamorfosis diri
PELUKIS:
HILDA AMALIA AZIZAH
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik diatas canvas
Ukuran: 40cm x 60cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
–Lukisan ini menggambarkan seseorang yang memegang topeng wajahnya sendiri, sementara di balik topeng tersebut tampak kekosongan dengan motif kupu-kupu yang keluar dari dalamnya.lukisan ini meliputi Identitas dan Kepalsuan.Lukisan ini bisa mencerminkan bagaimana manusia sering kali memakai “topeng” untuk menyembunyikan emosi atau identitas asli mereka.Kesedihan Tersembunyi
– Tetesan air mata di wajah menunjukkan bahwa di balik ekspresi yang tampak tenang atau indah, ada kesedihan yang tidak terlihat oleh dunia luar.
– Kupu-kupu sering kali melambangkan perubahan, pertumbuhan, atau kebangkitan jiwa. Ini bisa diartikan bahwa seseorang sedang dalam perjalanan menemukan diri mereka yang sebenarnya.
Kekosongan dan Kerapuhan
– Bagian kosong dalam kepala menunjukkan kemungkinan perasaan hampa atau pencarian makna dalam hidup.
– Warna kuning itu melambangkan keceriaan yg dipancarkan dan dilihatkan orang, tp dibalik itu ada warna biru tua yg melambangkan kesepian dan kesedihan yg dimiliki
JAGAT KERTI
PELUKIS:
INDRAWAN SETYO ADHI
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat akrilik diatas canvas
Ukuran : 40 cm x60 cm
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi Karya:
” JAGAT KARTI “
Lukisan ini menggambarkan dua sosok manusia yang saling berangkulan, dengan latar belakang yang abstrak. sosok disebelah kiri mengambarkan emosional yang kuat, Putih mengambarkan kesucian, kedamaian.
Latar belakang lukisan ini adalah keharmonisan,keseimbangan dan kesucian. Yang diwakilkan gambar dan warnanya. Putih melambangkan kesucian, oren melambangkan kehangatan/keharmonisan. biru mengambarkan ketenangan, kedamaian, kesetabilan dan emosional yang kuat. sosok disebelah kiri berwarna metah mengambarkan emosional yang kuat,dan Putih mengambarkan kesucian, kedamaian.
Secara keseluruhan, lukisan ini menciptakan kesan yang misterius dan emosional. Penggunaan warna yang kontras dan bentuk-bentuk abstrak memberikan kebebasan interpretasi bagi para penikmatnya.
Teknik yang digunakan pada lukisan ini adalah blok dan kombinasi goresan warna yang banyak dan tidak teratur.
Ambiguous
PELUKIS:
ISNA AUREILIYA HANIF NUR ROHMAN
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Ambiguous adalah sebuah lukisan yang merepresentasikan makna ambigu itu sendiri. ambigu adalah bermakna lebih dari satu (sehingga kadang-kadang menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dan sebagainya); bermakna ganda; taksa. Sehingga lukisan tersebut menimbulkan makna yang bervariasi tergantung dari cara Pemaknaan orang yang melihat
di lukisan tersebut terdapat ayunan dan seorang laki laki duduk yang dimana tali ayunan terbuat dari potongan tangan manusia yang saling bercengkeram yang menggambar tangan orang orang yang membantu anak laki laki yang duduk itu mencapai keinginan yang di tuju
Warna yang tercampur dengan dominan hitam sering mencerminkan emosi yang kompleks, kedalaman pikiran, dan misteri. Dalam pikiran, ini bisa melambangkan kebingungan atau refleksi mendalam, sementara dalam emosi, bisa menunjukkan kesedihan, ketakutan, atau kekuatan tersembunyi. Jika warna lain masih terlihat, itu bisa berarti ada harapan atau keseimbangan di tengah ketidakpastian. Secara keseluruhan, kombinasi ini mencerminkan konflik batin atau perjalanan emosional yang dalam.
Aura Abstrak di belakang seorang laki laki merupakan sebuah simbol atas kekacauan pikiran, emosi yang bercampur menjadi satu
Melebur Batas Mendekap Kedekatan
PELUKIS:
KIKI AMALIA
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Sepasang kekasih atau dua orang yang memiliki hubungan dekat sedang duduk bersama di atas batu besar, menikmati pemandangan senja.Dua orang dalam gambar tampak tidak berbicara, tetapi tetap menikmati momen bersama. Ini mencerminkan bahwa kebersamaan tidak selalu membutuhkan kata-kata; kehadiran seseorang yang berarti sudah cukup.Mereka duduk bersebelahan dengan santai, menunjukkan hubungan yang nyaman dan penuh kepercayaan. Filosofinya adalah bahwa ketulusan dalam hubungan membawa ketenangan dan kebahagiaan.
Latar belakang berupa pegunungan dan langit yang luas menggambarkan kehidupan sebagai perjalanan yang penuh misteri dan keindahan. Momen ini menunjukkan bahwa dalam perjalanan hidup, penting untuk berhenti sejenak, menikmati pemandangan, dan bersyukur atas apa yang dimiliki.Tidak ada kemewahan dalam gambar ini, hanya dua orang yang duduk bersama. Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati sering kali ditemukan dalam kesederhanaan dan kebersamaan, bukan dalam hal-hal material.
Tidak ada kemewahan dalam gambar ini, hanya dua orang yang duduk bersama. Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati sering kali ditemukan dalam kesederhanaan dan kebersamaan, bukan dalam hal-hal material.Pemandangan di depan mereka luas dan tak berbatas, seakan melambangkan masa depan yang masih belum pasti, tetapi penuh kemungkinan. Ini mengajarkan bahwa hidup harus dijalani dengan harapan dan keyakinan, sambil menikmati setiap langkahnya.
Courage to Express
PELUKIS:
MAI MAYA NURINDRIANA
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40 cm × 60 cm
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
“Courage to Express” adalah sebuah lukisan eksplorasi yang menggambarkan suasana di suatu air terjun yang menggambarkan ketenangan dan kedamaian di bawah gunung, pohon dan bebatuan. Suasana sungai yang melambangkan tantangan hidup yang harus ditempuh untuk menggapai mimpi dan melewati batasan yang dapat menghambat kemajuan.
Sebagai obyek utama dua kuda yang melambangkan kebersamaan, serta hewan kuda yang melambangkan keberanian. Air terjun yang mengguyur deras sebagai ekspresi serta percikan air berwarna biru muda dan tua. Warna coklat pada kuda melambangkan pengalaman yang telah dilalui. Serta berlatar hamparan rumput hijau muda dan tua.
Pada latar belakangnya terdapat matahari yang mulai senja hingga langit berwarna jingga dengan hamparan awan.
Teknik yang digunakan dalam karya ini adalah kombinasi sapuan kuas halus dan kasar sehingga menghasilkan gradasi warna cat yang kontras. Secara keseluruhan karya menggunakan teknik naturalis untuk menggambarkan alam yang asri.
Jadi dapat disimpulkan bahwa karya lukisan “Courage to Express” menggambarkan ekspresi keberanian dalam mencari jati diri untuk menggapai impian dan cita-cita. Walaupun terdapat ancaman dan juga tantangan.
CINTA YANG TAK TERUCAPKAN
PELUKIS:
MEYZA ERNANDA FABIANCA
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
“Cinta yang tak terucapkan”
Tema ini lebih menekankan pada ketulusan cinta yang tidak diungkapkan dengan kata-kata, tetapi lebih pada bahasa tubuh. Lukisan bisa memperlihatkan pasangan dalam pelukan yang penuh emosi, di mana ekspresi wajah atau posisi tubuh mereka lebih menceritakan kisah cinta yang mendalam, meskipun tidak ada dialog atau kata-kata.
DUA PENDAKI DI PUNCAK GUNUNG
PELUKIS:
MIFTA QUL MUBIN
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40×60
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
“Dua pendaki di puncak gunung”
Dua sosok berdiri diatas tebing, satu membantu yang lain mencapai puncak melambangkan eksplorasi dan dukungan dalam menghadapi batasan
hidup & mati dalam arena
PELUKIS:
MUHAMAD ADI RIZKIYANTO
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
simbolisme pertarungan ayam jantan. Pertarungan ini mencerminkan bagaimana eksplorasi batas sering kali melibatkan tantangan, persaingan, dan ketegangan, tetapi juga menjadi sarana untuk pertumbuhan dan pemahaman yang lebih dalam. Dalam hubungan atau proses eksplorasi bersama, konflik dan interaksi dinamis bisa menjadi bagian dari perjalanan menuju keseimbangan dan kemajuan.
Simpang Kehidupan
PELUKIS:
MUHAMMAD HAIDAR LUTHFI
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40cm×60cm
Tahun Pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
“Simpang Kehidupan” adalah sebuah Lukisan ini menggambarkan sebuah persimpangan jalan di tengah pemandangan alam yang tenang dan misterius pada malam hari. Seorang figur manusia berwarna biru berdiri di titik persimpangan, seolah-olah merenung atau mengambil keputusan. Jalan yang bercabang menuju dua arah berbeda, masing-masing dikelilingi oleh pepohonan hijau yang lebat.
Di kejauhan, dua gunung berdiri megah dengan puncaknya yang diselimuti salju. Langit malam yang gelap dihiasi bintang-bintang dan awan putih yang berarak. Sebuah bulan purnama yang terang menggantung di langit, memancarkan cahaya lembut yang menerangi lanskap di bawahnya.
Lukisan ini menyiratkan tema pilihan hidup, perjalanan, dan refleksi batin. Figur biru yang kontras dengan warna-warna alam di sekitarnya menekankan rasa kesendirian dan introspeksi di tengah keputusan besar yang harus diambil. Atmosfer malam yang penuh bintang menambah nuansa magis dan harapan dalam karya ini.
Dua Sisi Kehidupan
PELUKIS:
NAZZALA LAILATUS SHOLIHAH
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Lukisan ini menggambarkan dua sisi kehidupan yang berlawanan. Di sisi kiri, suasana cerah dengan langit biru, rumput hijau, dan pohon yang rindang melambangkan kebahagiaan, harapan, dan kehangatan. Dua sosok berjalan bersama dengan payung, menunjukkan keceriaan dan kebersamaan.
Sebaliknya, di sisi kanan, suasana suram dengan langit kelabu, tanah kering, dan pohon gersang menggambarkan kesedihan, kesepian, dan penderitaan. Seorang sosok duduk meringkuk, dikelilingi oleh bayangan hitam, yang dapat diartikan sebagai kesedihan, depresi, atau kesepian yang menghantui.
Lukisan ini bisa merepresentasikan perjalanan hidup manusia yang penuh dengan pasang surut, di mana kebahagiaan dan kesedihan selalu berjalan beriringan.
Janji diujung cakrawala
PELUKIS:
NATASYA EKA APRILIANA
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: cat akrilik diatas canva
Ukuran:40×60
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya: “Di tengah sinar mentari pagi yang hangat, dua insan berdiri bersebelahan. Mereka saling menggenggam tangan erat, seolah tak ingin melepaskan satu sama lain. Mata mereka memandang ke cakrawala yang dipenuhi langit biru cerah, menyiratkan harapan dan keyakinan bahwa masa depan penuh dengan janji-janji indah. Adegan ini bukan hanya sekadar potret cinta, tetapi juga lambang keberanian untuk melangkah bersama menapaki jalan yang penuh kemungkinan”
Melangkah Bersama di Bawah Cahaya
PELUKIS:
PIPIT TRISTYAWATI
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat acrylic di atas kanvas
Ukuran: 60 cm × 40 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
“Melangkah Bersama di Bawah Cahaya” adalah sebuah lukisan yang menggambarkan dua sosok manusia yang sedang berpegangan tangan, berdiri di bawah cahaya bulan dengan latar belakang langit malam yang luas. Siluet pasangan ini melambangkan dua individu yang bersama-sama menjelajahi batasan, baik dalam kehidupan, cinta, maupun impian mereka.
Cahaya bulan yang bersinar terang di belakang mereka mencerminkan harapan dan penerangan dalam perjalanan mereka. Langit malam yang luas dan penuh bintang melambangkan ketidakterbatasan kemungkinan, di mana mereka menjelajahi dunia bersama tanpa rasa takut. Pohon kering di sisi kanan dapat diartikan sebagai tantangan atau batasan yang ada di sepanjang perjalanan mereka, tetapi tetap mereka hadapi bersama.
Posisi mereka yang berdiri di atas bukit menandakan pencapaian dan eksplorasi menuju cakrawala baru. Angin yang menerpa rambut sang wanita memberikan kesan gerakan, menggambarkan dinamika perjalanan mereka dalam mengeksplorasi batas-batas kehidupan.
Teknik yang di gunakan dalam karya ini adalah menggunakan teknik siluet painting dengan perpaduan teknik gradasi.
Secara keseluruhan, “Melangkah Bersama di Bawah Cahaya” menyampaikan pesan bahwa menjelajahi batasan bukanlah tentang menghadapi dunia sendirian, tetapi tentang saling mendukung, berpegangan tangan, dan melangkah bersama menuju kemungkinan yang lebih luas.
Kesenian tradisional khas Tuban
PELUKIS:
RAFAEL WIDATAMA NUGRAHA
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Yang menjadi tradisi event tahunan
broken home
PELUKIS:
RIZKI ANANDA PUTRA
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
media: cat minyak di atas kanvas
ukuran: 40 x 60
tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya : lukisan ini Ingin menyampaikan bahwa anak ” dari keluarga broken home sering menghadapi batasan emosional dan sosial yang sulit, namun mereka tidak sendirian ada harapan dalam mengeksplorasi batasan
Atma Vijaya
PELUKIS:
ROCHMAN AHMAD FACHREYZY
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40 cm × 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
“Atma Vijaya” adalah sebuah lukisan ekspresif yang menggambarkan isi pikiran yang kacau. Dalam karya ini warna-warna gelap seperti keadaan yang suram.
Latar belakang berwarna hitam dan merah, warna hitam yang menggambarkan kekosongan dan kehampaan, warna merah menggambarkan rasa sakit, kecewa, kesedihan. Seolah menggambarkan keadaan sesosok siluet orang dalam lukisan.
Mata-mata tersebut mungkin mewakili tatapan atau penghakiman dari masyarakat, yang juga melambangkan batasan eksternal. Menggambarkan perjalanan penemuan jati diri di tengah pengawasan dapat diartikan sebagai penggambaran perjalanan emosional dan perjuangan untuk melampaui batas baik sosial, psikologis, maupun emosional dengan harapan menemukan koneksi yang lebih dalam atau penerimaan diri.
Teknik yang digunakan dalam karya ini adalah goresan halus di setiap warna, yang memiliki kesan memperdalam makna dari lukisan ini.
Secara keseluruhan, “Atma Vijaya” menggambarkan penghakiman pikiran dari keadaan external, sesosok yang ingin menemukan koneksi yang dapat menerimanya dan untuk menumbuhkan jati diri.
Puncak persahabatan
PELUKIS:
SEPTIANA EKA ADELIA
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Saya mengambil tema ini karena saya akan menciptakan apa yg saya gambar dimasa depan nanti. Dan Gambar persahabatan saat mendaki gunung cocok dengan tema “exploring boundaries together” karena mencerminkan tantangan fisik dan mental yang harus dihadapi bersama. Pendakian melambangkan kerja sama dalam mengatasi rintangan, dengan gunung sebagai simbol perjuangan hidup. Selain itu, visualnya yang menginspirasi menunjukkan bahwa persahabatan dapat membantu mencapai tujuan dan menikmati keberhasilan bersama.
Keheningan di Bawah Purnama
PELUKIS:
SITI NUR KHOLIMAH
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40 cm × 60 cm
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi Karya:
” Keheningan di Bawah Purnama ” adalah lukisan ekspresi yang menggambarkan ketenangan malam di bawah sang purnama.
Perahu kecil yang di tumpangi dua orang menatap keindahan sang purnama di tengah tengah air laut yang indah.
Pohon kelapa yang melambai lambai ketika terkena angin dan suara gemrisik dari rumput rumput dan semak.
Gemerlap bintang yang menghiasi langit ketika malam dan gumpalan awan yang tampak putih berseri serta sang purnama yang bersinar terang .
KEINDAHAN PANTAI TROPIS
PELUKIS:
SOFIAN ANANDA DEWANGGA SAPUTRA
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 60 × 40 cm
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
Pohon kelapa menunjukkan suasana pantai yang khas dan tropis, perahu di tepi pantai menunjukkan kehidupan nelayan atau aktivitas maritim di daerah tersebut, latar pegunungan dan matahari yang cerah memberikan kesan kebahagiaan dan keindahan alam
Senja yg begitu indah
PELUKIS:
WIDIO PRASETYA WICAKSONO
KELAS:
XII-1
DESKRIPSI KARYA:
Media:chat akrilik diatas kanvas
Ukuran:40x60cm
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya:
Ada seorang laki” yg duduk sendirian menikmati senja dan di temani laut dan bulan yg mulai terbit
Mimpi Di Bawah Langit Senja
PELUKIS:
AFIDATUL AULIA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media: Akrilik
Ukuran: 40 cm × 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
“Mimpi di Bawah Langit Senja”
menggambarkan suasana yang tenang dan penuh makna. Seorang cewek yang sedang duduk di ayunan di bawah pohon seakan sedang larut dalam pikirannya, mungkin tentang impian dan harapan yang masih ingin ia capai. Langit senja yang berubah perlahan menjadi malam melambangkan transisi, baik dalam waktu maupun dalam kehidupan dari masa lalu ke masa depan, dari kenyataan ke mimpi.
Meteor yang melintas di langit dapat diartikan sebagai harapan dan doa yang dipanjatkan, sementara cahaya bulan dan bintang-bintang yang memberi kesan bahwa mimpi-mimpi itu masih bersinar, menanti untuk diwujudkan. Lukisan ini menggambarkan seseorang yang menunggu saat yang tepat untuk melangkah maju di bawah langit senja, dengan mimpi-mimpi yang masih bersinar di hatinya.
perjalanan menuju keabadian
PELUKIS:
CITRA EKA RAHMA KHODRIANSYAH
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
media: cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40cmx60cm
Tahun pembuatan: 2025
Lukisan ini memiliki nuansa surealis dan kosmik, menggambarkan seorang pengelana yang berjalan di jalur bercahaya menuju sumber cahaya keemasan. Jalur tersebut tampak seperti aliran energi atau sungai waktu, menghubungkan manusia dengan alam semesta.
Di sisi kanan, terdapat wajah besar yang tampak menyatu dengan bintang dan galaksi, melambangkan kesadaran kosmik atau entitas yang lebih besar. Lukisan ini bisa diartikan sebagai perjalanan spiritual, penyatuan diri dengan semesta, atau pencarian makna dalam perjalanan yang tak berujung.
FLY IN THE BLUE SKY
PELUKIS:
DEVINA CECILIA AURORA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
lukisan ini menceritakan dunia yang belum sepenuhnya dieksplor oleh manusia dan seisinya, sebuah tempat di mana manusia dan makhluk mitologi hidup berdampingan. dunia ini yang berada di batas antara realitas dan imajinasi, di mana setiap sudutnya menyimpan misteri yang menunggu untuk ditemukan.
dunia ini luas, lebih dari yang pernah kita bayangkan. setiap cakrawala yang terlihat hanyalah awal dari petualangan baru. aku ingin terbang lebih jauh, melewati batas yang dikenal, dan menemukan kebenaran yang tersembunyi di balik awan dan gunung-gunung yang menjulang. mungkin ada sesuatu di luar sana sesuatu yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya.
SENDARI ANDERPATI
PELUKIS:
DIAN NOSA PURNAMA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
“Sendari Anderpati” berasal dari bahasa Sanskerta yg artinya “Perempuan cantik Pemberani” berjalan di bawah langit menjelang malam berwarna merah jambu, ungu, biru yg menampakkan suasa langit begitu indah
Di latar belakangi seorang perempuan yang tengah menggendong tas di punggungnya serta memegang tongkat yang menemaninya dikala mencari jalan dan jati diri
Dibawah Ambara yg Ratri (Langit yang gelap) sendari berjalan mencari apa yang ada di ujung semesta,ditemani dengan Sandhya Tara (Cahaya Bintang) ia sendiri menelusuri ujung semesta.
Teknik yang di gunakan adalah sapuan kuas dengan kombinasi warna yang berbeda untuk memberikan kesan lebih indah
Secara keseluruhan ” Sendari Anderpati ” menggambarkan seorang perempuan yang
berani melangkah atau melakukan sesuatu dengan sendiri untuk menelusuri dan mencari tau tentang dunia dan isinya
PENGEMBARA DIATAS LAUTAN KABUT
PELUKIS:
DIKKI AINUN NAJIB
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Lukisan ini menggambarkan seorang pria berjas hitam berdiri di atas puncak batu karang, menghadap ke lautan kabut yang menyelimuti pegunungan di bawahnya. Ia memegang tongkat dan berdiri tegak, seolah-olah sedang mengamati lanskap luas yang terbentang di hadapannya. Langit tampak suram dengan warna abu-abu kebiruan, menciptakan suasana yang dramatis dan misterius.
CAHAYA CINTA DIANTARA GALAKSI
PELUKIS:
GIVA AYU LESTARI
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat air diatas canvas
ukuran: 40×60 cm
tahun pembuatan karya: 2025
Deskripsi karya:
Cahaya cinta diantara galaksi menggambarkan dua insan yang tidak sengaja bertemu dengan rasa cinta yang sama besar namun tidak bisa bersatu seperti siang dan malam, cinta yang begitu besar hanya bisa dirasakan tidak bisa menjadi satu.
Ketenangan Dalam Perjalanan Hidup
PELUKIS:
HIDAYATUL NIKMAH
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat arkrilik diatas Canvas
Ukuran: 40 x 60
Tahun Pembuatan:2025
Deskripsi Karya:
Lukisan ini menggambarkan pemandangan matahari terbenam di tepi pantai dengan nuansa warna hangat dan tenang. Latar langit didominasi oleh gradasi warna oranye dan kuning yang menggambarkan suasana matahari terbenam. Matahari besar terlihat di dekat cakrawala, menciptakan pantulan cahaya lembut di laut biru yang tenang.
Di sekeliling pantai terdapat siluet pohon-pohon kelapa yang menjulang, memberikan kesan tropis. Terdapat juga beberapa burung yang terbang, serta siluet perahu layar dan seorang yang mendayung di kejauhan, yang menambah unsur kehidupan pada pemandangan ini. Gaya minimalis pada objek-objeknya, seperti perahu dan pohon, membuat lukisan ini terasa damai dan sederhana, memperkuat kesan ketenangan di kala senja
PETUALANGAN MENUJU KEINDAHAN
PELUKIS:
HAFNA ILMY MUHALLA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
MEDIA:cat akrilik diatas kanvas
UKURAN: 40×60
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya: Lukisan ini menampilkan seorang ibu dan anak yang masing-masing menunggangi kuda dengan beriringan, berkelana menuju masa depan yang lebih baik. Sang ibu yang memimpin di sebelah kiri dengan ekspresi penuh keteguhan, sementara anaknya mengikuti di kanan mencerminkan rasa percaya dan tekad untuk terus maju. Hamparan alam terbentang luas di sekitar mereka, padang rumput yang diterpa angin menjadi saksi perjalanan penuh harapan dan perjuangan.
Menyatu dalam waktu
PELUKIS:
IJABATUL AMANIA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
media:cat akrilik di atas kanvas
ukuran:60 cm×40 cm
tahun pembuatan:2025
deskripsi karya: lukisan aliran yang menggambarkan kontradiksi antara konsep mimpi dan kenyataan dengan gambar yang menunjukkan objek nyata dalam situasi yang tidak mungkin seperti mimpi dan alam bawah sadar manusia (surealis) eh gua bintang-bintang dengan jam-jam yang mencair atau berputar di langit sementara dua sosok manusia terlihat menyatu di tengahnya menggambarkan perjalanan yang tidak terbatas oleh waktu
MENGUKIR ZAMAN DIPELUKAN SEMESTA
PELUKIS:
IKA NURIL HAIBAH AGUSTINA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Judul: “Mengukir Zaman Dipelukan Semesta”
Media: Cat Akrilik di atas kanvas
Ukuran: (60 cm x 40 cm)
Tahun pembuatan : 2025
Warna: Dominasi biru pada latar belakang
Komposisi:
Bagian tengah menampilkan hubungan antara manusia, ilmu pengetahuan, dan alam semesta.
Siluet manusia dari berbagai bidang kehidupan—ilmuwan, pekerja industri, petani mencerminkan perjalanan intelektual dan peradaban.
Latar belakang luas dengan planet, bintang, dan garis-garis mengalir menunjukkan keterhubungan antara manusia dan alam semesta.
Deskripsi:
Lukisan ini menggambarkan keseimbangan antara peradaban ilmu pengetahuan dan alam semesta dalam perjalanan tanpa batas. Dengan latar langit luas yang dihiasi planet dan bintang, serta siluet manusia dari berbagai bidang kehidupan—ilmuwan yang meneliti, petani yang bercocok tanam, yang menuangkan ekspresi—lukisan ini mencerminkan kesinambungan usaha manusia dalam memahami, mencipta, dan menjaga keseimbangan dengan alam.
Setiap elemen dalam lukisan ini saling terhubung, mencerminkan bahwa langkah manusia, sekecil apa pun, adalah bagian dari perjalanan besar menuju masa depan yang penuh kemungkinan. Karya ini tidak hanya menangkap esensi eksplorasi dan kemajuan, tetapi juga mengajak kita untuk merenungkan hubungan kita dengan alam dan tanggung jawab kita dalam menjaga harmoni kehidupan.
Jalan diantara cahaya dan bayangan
PELUKIS:
KESYA DWI FEBRIANTI
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 60×40
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
Lukisan ini menggambarkan perjalanan hidup sebagai jalan berkelok di antara cahaya dan bayangan. Cahaya keemasan melambangkan harapan dan kebijaksanaan, sementara bayangan mencerminkan tantangan dan ketidakpastian. Pohon-pohon besar menjadi saksi bisu perjalanan, dan sosok yang berjalan menuju cahaya melambangkan tekad untuk terus maju. Dengan perpaduan warna terang dan gelap, karya ini mengajak penikmatnya merenungkan bahwa setiap langkah memiliki makna, dan selalu ada cahaya di ujung perjalanan.
Perjalanan malam diatas jembatan waktu
PELUKIS:
LAILATUL JANA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat akrilik
Ukuran : 60×40
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
Gambar ini menunjukkan kereta uap yang melintasi jembatan lengkung dengan latar belakang langit senja atau malam yang penuh bintang. Secara filosofis, gambar ini bisa dilihat sebagai simbol perjalanan hidup, di mana kereta mewakili perjalanan seseorang atau kehidupan itu sendiri, sementara jembatan melambangkan tantangan atau rintangan yang harus diatasi. Langit yang tenang dengan bintang-bintang dan bulan dapat melambangkan harapan dan panduan dalam perjalanan yang gelap atau penuh ketidakpastian.
Pemandangan Alam
PELUKIS:
MOHAMAT NURUL HUDA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat minyak di atas kanvas
Ukuran: 60cm x 40cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan ini menggambarkan sebuah pohon yang unik, dengan bagian bawahnya berwarna kuning dan bagian atasnya berwarna biru. Batang pohon berwarna coklat dengan tekstur kasar, dan terdapat dua ayunan yang tergantung di dahan-dahannya.
Warna:
Kuning: Bagian bawah lukisan didominasi warna kuning, memberikan kesan cerah dan hangat. Warna kuning sering dikaitkan dengan kebahagiaan, optimisme, dan energi.
Biru: Bagian atas lukisan berwarna biru, menciptakan kontras dengan warna kuning di bawahnya. Warna biru sering dikaitkan dengan ketenangan, kedamaian, dan kepercayaan.
Coklat: Batang pohon berwarna coklat, memberikan kesan alami dan kokoh. Warna coklat sering dikaitkan dengan stabilitas, keamanan, dan keandalan.
Objek:
Pohon: Pohon dalam lukisan ini adalah objek utama yang menarik perhatian. Bentuknya unik dengan warna yang berbeda di bagian atas dan bawahnya. Pohon ini melambangkan kehidupan, pertumbuhan, dan kekuatan.
Ayunan: Dua ayunan yang tergantung di dahan pohon menambah kesan ceria dan menyenangkan. Ayunan juga dapat melambangkan kebebasan, imajinasi, dan petualangan.
Bulan: Terdapat gambar bulan di sisi kanan atas lukisan. Bulan sering dikaitkan dengan misteri, intuisi, dan emosi.
Komposisi:
Lukisan ini memiliki komposisi yang seimbang, dengan pohon sebagai pusat perhatian dan warna yang terbagi secara horizontal. Komposisi ini menciptakan harmoni visual dan membuat lukisan ini enak dipandang.
DUNIA FANTASI
PELUKIS:
MYTA RAHMA GIARRANI
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Lukisan ini menggambarkan seorang gadis yang duduk di atas awan, sedang melukis di atas kanvas dengan penuh imajinasi. Dari kuasnya, muncul cipratan cat berwarna biru yang kemudian membentuk sosok paus besar di langit, seolah-olah imajinasinya menjadi nyata. Di sekelilingnya, terdapat balon udara berwarna-warni yang mengapung di langit, menciptakan suasana magis dan penuh fantasi.
Latar belakang lukisan ini memperlihatkan dua lanskap berbeda: satu sisi menggambarkan padang hijau dengan batu-batu besar menyerupai kuburan, sementara sisi lainnya menampilkan hamparan lautan yang menjadi tempat duduk sang gadis. Empat kaleng cat di depannya menunjukkan proses kreatif yang sedang berlangsung.
Lukisan ini tampaknya menyampaikan pesan tentang kekuatan seni dan imajinasi dalam mengubah dunia. Dari tempat yang mungkin kelam dan suram, gadis ini menciptakan keindahan dan kehidupan baru melalui lukisannya. Karya ini memiliki nuansa surealis yang kuat, dengan penggunaan warna yang kontras untuk memperjelas batas antara realitas dan dunia imajinasi.
HARMONI TANPA BATAS
PELUKIS:
NAILA MINKHATAS SYIFA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
MEDIA : Cat Akrilik di Kanvas
UKURAN: 40×60
TAHUN PEMBUATAN: 2025
DESKRIPSI KARYA :
“Harmoni Tanpa Batas” adalah Lukisan abstrak dengan sapuan warna lembut yang saling berpadu, melambangkan keharmonisan. Ada siluet beberapa figur manusia yang berjalan bersama dalam perpaduan warna, menggambarkan perjalanan tanpa akhir.
perjalanan hidup yang terus berlanjut dalam kebersamaan dan keseimbangan.
Jalan panjang simbol kehidupan.
Siluet manusia bersama persatuan dan keterhubungan.
Warna lembut berpadu keselarasan tanpa batas.
Cahaya di kejauhan harapan dan tujuan.
Menari Dengan Ombak
PELUKIS:
PIM MEI RAHMAWATI
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
MENARI DENGAN OMBAK
Lukisan ini menggambarkan seseorang yang sedang berjuang atau mencari jati diri di tengah kehidupan yang penuh tantangan. Laut yang luas dan ombak yang bergelombang melambangkan kesulitan dan ketidakpastian, sementara sosok tersebut yang sendirian menunjukkan keberanian dan ketekunan dalam menghadapi cobaan. Warna biru yang dominan dapat memberikan kesan ketenangan dan kedamaian. Pusaran putih melambangkan energi atau kekuatan yang tersembunyi di dalam diri.
Anime
PELUKIS:
PINDRA YOGI FIRWANTO
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Anime
LANGKAH TAK TERBATAS
PELUKIS:
PUTRA BAKTI PRASETIYO
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40×60
Tahun Pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
Langkah Tak Terbatas adalah sebuah lukisan yang menggambarkan perjalanan tanpa batas dalam dunia imajinasi yang penuh keajaiban. Dengan dominasi warna biru yang lembut, lukisan ini menciptakan suasana damai dan luas, seolah membawa penikmatnya ke dalam alam yang tak terjangkau. Di langit yang luas ini, tampak sosok dua anak kecil berjalan di atas burung-burung putih yang terbang dalam barisan menuju cakrawala. Burung-burung itu membentuk jalur panjang yang seolah tak berujung, mencerminkan perjalanan menuju masa depan yang penuh harapan.
Dua anak yang digambarkan dalam lukisan ini melambangkan keberanian dan petualangan. Keberadaan mereka di atas burung yang terbang tinggi di antara awan memberikan kesan ringan dan bebas, seolah menunjukkan bahwa tidak ada batasan bagi mereka untuk mengeksplorasi dunia. Cahaya lembut yang masuk dari sudut lukisan menambah efek magis dan membawa kesan harapan serta ketenangan.
Lukisan ini dibuat dengan berbagai teknik seni untuk menciptakan kedalaman dan keindahan visual. Teknik blending digunakan untuk membuat gradasi warna biru yang halus, menciptakan efek langit yang luas dan tak berujung. Teknik layering diterapkan pada awan dan burung untuk memberikan kesan dimensi dan kedalaman. Selain itu, teknik glazing digunakan untuk memperkuat pencahayaan yang memberi efek lembut dan bercahaya pada komposisi. Secara keseluruhan, Langkah Tak Terbatas menggambarkan perjalanan penuh impian dan kebebasan, di mana batasan hanya ada sejauh imajinasi dan keberanian seseorang untuk melangkah lebih jauh.
MENYATU DIJALUR TAK BERUJUNG
PELUKIS:
RENGGO CANDRA KIRANA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40×60
Tahun Pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
Menyatu di Jalur Tak Berujung adalah sebuah lukisan yang menggambarkan perjalanan seorang ibu dan anak di bawah langit malam yang penuh keajaiban. Nuansa biru yang mendominasi menciptakan suasana tenang sekaligus misterius. Langit luas dipenuhi bintang-bintang berkelap-kelip, bulan sabit yang bersinar lembut, serta jejak meteor yang melintas, memberikan kesan magis dan mendalam. Cahaya aurora di kejauhan tampak seperti tujuan dari perjalanan mereka, seolah menjadi simbol harapan dan masa depan yang lebih baik.
Di tengah lukisan, terlihat siluet seorang ibu dan anak yang berjalan di atas rel menuju cahaya di kejauhan. Mereka bergandengan tangan, mencerminkan kehangatan, perlindungan, dan ikatan yang kuat di antara mereka. Rel panjang yang mereka lalui seakan melayang di antara awan-awan bertekstur lembut dengan warna biru tua dan terang. Awan-awan ini menciptakan kesan dunia lain, seolah mereka sedang menapaki perjalanan di alam fantasi atau menuju dimensi yang lebih tinggi.
Lukisan ini dibuat dengan memanfaatkan berbagai teknik seni untuk menciptakan kesan dramatis dan mendalam. Teknik blending digunakan untuk membuat gradasi warna yang halus, terutama pada langit dan aurora. Teknik layering diterapkan untuk memberikan dimensi pada awan, sementara teknik splattering digunakan untuk menciptakan efek bintang di langit. Kombinasi dari teknik-teknik ini menghasilkan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga penuh makna emosional dan imajinatif. Secara keseluruhan, Menyatu di Jalur Tak Berujung menggambarkan perjalanan hidup yang penuh harapan, di mana kebersamaan dan cinta menjadi kekuatan utama dalam menapaki jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Kesunyian senja
PELUKIS:
REVINA HAYU SAPUTRI
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media: cat akrilik
Ukuran: 40×60
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya:
Konsepnya menggambarkan ketenangan dan refleksi diri, dengan siluet seorang perempuan yang duduk di ayunan, membaca buku, dikelilingi oleh suasana senja yang indah. Burung-burung terbang, pohon yang melambangkan kehidupan, serta perpaduan warna langit senja menciptakan suasana damai dan melankolis. Gambar ini menonjolkan suasana kesendirian yang damai, di mana orang tersebut seakan menikmati momen kebebasan batin di alam terbuka.
KEINDAHAN DAN KETENANGAN
PELUKIS:
RIKA BELA REFIANA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media:Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40×60
Tahun Pembuatan:2025
Deskripsi Karya:
pada lukisan ini terdapat satu orang yang sedang mencari ketenangan atau bahkan dunia baru yang lebih bisa memberikan dirinya suatu hal baru dan bisa mengamati hal-hal indah lainnya.
satu orang tersebut sedang dalam misi perjalanannya untuk mencari dan terus mencari ketenangan pada dirinya karena kebersamaan yang sering terjadi pada dirinya dulu cukup sakit dan mengenaskan dan itu sering terjadi pada dirinya dan banyak hal yang mengerikan yang telah terjadi pada kehidupannya
perlu hal hal baru untuk dirinya untuk bisa membuat rasa hati yang terlalu kacau terjadi pada dirinya berakhir reda dan hilang
dan bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk kedepannya dan juga agar banyak memberikan hal baru untuk hidup yang indah selanjutnya
dan pada akhirnya banyak yang hal baru yang mungkin bisa di dapatkan setelah itu
untuk bisa kembali pada jati dirinya sendiri
menggunakan cat sebagai media untuk menciptakan warna dan tekstur pada kanvas. kuas untuk mengaplikasikan cat pada kanvas dan menggunakan media lain seperti lidi untuk membantu mengecat bagian yang sulit dijangkau oleh kuas
Eterna
PELUKIS:
RISMA AULIA KARTIKA AYU
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 60 cm x 40 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan ini menggambarkan perjalanan dua jiwa yang menyatu dalam keabadian. Dengan kontras warna merah membara dan biru yang tenang, karya ini mencerminkan dua elemen yang berbeda namun saling melengkapi—api dan air, siang dan malam, dunia nyata dan alam semesta.
Di tengahnya, cahaya terang menjadi titik pertemuan mereka, melambangkan persatuan yang tak terpisahkan dalam perjalanan tanpa batas. Sosok pria dan wanita yang berjalan menuju cahaya tersebut melambangkan perjalanan cinta, kebersamaan, dan pencarian makna yang lebih dalam. Tidak ada akhir, hanya perjalanan tanpa batas yang dipenuhi harmoni dan keabadian.
Lukisan ini bukan sekadar visual, tetapi juga refleksi dari jiwa yang saling mencari, menemukan, dan menjadi satu dalam perjalanan tak terhingga.
Eternal Voyage
PELUKIS:
SELLA AMELIA PUTRI
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media:cat akrilik di kanvas
Ukuran:40×60
Tahun Pembuatan: 2025
deskripsi karya:
Judul: “Eternal Voyage” (Perjalanan Abadi)
Deskripsi Konsep:
Lukisan ini menggambarkan perjalanan tanpa batas menuju sesuatu yang lebih besar dan tak terduga. Sebuah jalan panjang yang membentang tanpa ujung melambangkan perjalanan hidup, pencarian makna, serta ketidakpastian masa depan.
Di langit, galaksi yang berputar menjadi simbol waktu yang terus berjalan, penuh misteri dan kemungkinan yang tak terbatas. Dua sosok siluet, pria dan wanita, berjalan berdampingan di jalur ini, melambangkan perjalanan bersama, entah dalam kehidupan, impian, atau takdir yang telah digariskan.
Warna oranye dan ungu di kanan kiri jalan memberi nuansa transisi dan perubahan, seolah menggambarkan fase-fase dalam hidup yang penuh tantangan dan keindahan. “Eternal Voyage” adalah refleksi tentang bagaimana manusia terus melangkah maju, tanpa mengetahui apa yang menanti di ujung perjalanan, namun tetap bergerak dengan harapan dan keberanian.
Touch The Stars With Knowledge
PELUKIS:
SEVIA AYUNINGTIAS
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat acrylic colour
Ukuran : 40×60
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
“Touch The Stars With Knowledge” adalah Lukisan yang menggambarkan seseorang yang berdiri di atas tumpukan buku yang tinggi, dengan tangan terangkat mencoba meraih bintang di langit. Latar belakangnya menunjukkan suasana fantasi dengan langit penuh bintang, planet-planet, dan warna-warna lembut seperti biru, hijau, dan kuning yang menciptakan nuansa magis.
Di bagian bawah, tumpukan buku seolah menjadi pijakan yang mengangkat orang tersebut lebih tinggi, melambangkan bagaimana pengetahuan dan literasi dapat membawa seseorang lebih dekat ke impian dan aspirasi mereka. Awan, gunung, dan tumbuhan yang mengelilingi bagian bawah menambah kedalaman komposisi, memberikan kesan bahwa perjalanan menuju bintang dimulai dari dunia nyata.
Secara keseluruhan, lukisan ini menyampaikan pesan tentang kekuatan ilmu pengetahuan, imajinasi, dan tekad dalam mencapai sesuatu yang tampaknya tidak terjangkau. Gaya artistiknya cenderung ekspresif dan penuh simbolisme, menekankan hubungan antara membaca dan mimpi besar.
MERAJUT MIMPI DIUJUNG SENJA
PELUKIS:
SHARLIKA LESTARI
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media:Cat akrilik diatas canvas
Ukuran:40×60
Tahun Pembuatan:2025
Deskripsi karya:
Lukisan ini menghadirkan suasana yang penuh makna dengan latar belakang langit senja yang dipenuhi warna jingga, merah, dan sedikit sentuhan kuning keemasan. Matahari tampak perlahan tenggelam di cakrawala, menciptakan refleksi cahaya yang lembut di permukaan air yang tenang.
Di bagian tengah lukisan, terdapat sebuah perahu kecil yang mengapung di atas air, membawa dua sosok yang digambarkan dalam bentuk siluet hitam. Siluet ini memberikan kesan misterius namun emosional, seolah menggambarkan sepasang kekasih atau sahabat yang tengah menikmati momen berharga bersama.
Pohon besar yang condong ke arah air di sisi kanan lukisan menciptakan keseimbangan visual, seolah menjadi saksi bisu dari kebersamaan mereka. Daun-daun yang rimbun dengan cabang yang menjulur ke arah danau menambahkan nuansa alami dan romantis, seakan menyelimuti mereka dengan keteduhan.
Di langit, sekumpulan burung yang terbang bebas melengkapi suasana, menambah dimensi kehidupan dalam lukisan ini. Burung sering kali melambangkan kebebasan dan harapan, seakan mengisyaratkan bahwa di balik senja yang menutup hari, masih ada impian yang bisa dikejar dan masa depan yang menanti.
Melalui lukisan “Merajut Mimpi di Ujung Senja”, tersirat pesan tentang kebersamaan, harapan, serta impian yang dirangkai dalam suasana yang penuh ketenangan. Senja dalam lukisan ini bukan sekadar simbol waktu yang berakhir, tetapi juga lambang dari refleksi diri, harapan baru, dan perjalanan menuju masa depan yang penuh harapan. Keindahan lukisan ini mengajak siapa saja yang melihatnya untuk berhenti sejenak, merasakan ketenangan, dan merenungi impian yang masih ingin diraih.
Jembatan cinta dibawah langit senja
PELUKIS:
SITI MASLIKAH
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media cat akrilik
Uk 40×60
Tahun 2025
Konsepnya berpusat pada momen kebersamaan dalam suasana senja yang romantis. Dua sosok yang berdiri di atas jembatan, dikelilingi oleh warna-warna lembut dan hangat dari langit yang bergradasi, mencerminkan kedamaian dan keintiman. Pohon-pohon yang tidak berdaun di kedua sisi serta pantulan sinar matahari di air menciptakan nuansa tenang, menggambarkan perasaan mendalam akan cinta dan ketenangan dalam suasana alam yang indah.
PUNCAK IMPIAN
PELUKIS:
TITIS DEA SULISTIA
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media:cat akrilik diatas kanvas
Ukuran:40 cm x 60 cm
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya:
Lukisan ini menggambarkan sebuah gunung yang tinggi dan megah, dengan beberapa orang yang sedang mendaki bersama di bawahnya. Gunung tersebut digambarkan dengan warna-warna yang kuat dan kontras, dengan garis-garis yang tajam dan dinamis.
Orang-orang yang sedang mendaki digambarkan dengan wajah-wajah yang ceria dan semangat, dengan tubuh-tubuh yang kuat dan dinamis. Mereka membawa tas dan tongkat, simbol perjalanan yang panjang dan melelahkan.
Latar belakang lukisan ini digambarkan dengan warna-warna yang lembut dan alami, dengan awan-awan yang putih dan ringan. Keseluruhan lukisan ini memiliki kesan yang kuat dan dinamis, dengan warna-warna yang kontras dan garis-garis yang tajam.
Lukisan ini memiliki makna yang mendalam tentang kerja sama, persahabatan, dan semangat untuk mencapai tujuan. Ia juga menggambarkan perjalanan hidup yang penuh tantangan dan kesulitan, namun dengan kerja sama dan persahabatan, kita dapat mencapai puncak kesuksesan.
MENAKLUKKAN GELOMBANG TAKDIR
PELUKIS:
TYSKA AMELIA TRIWARDHANY
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
MEDIA : CAT AKRILIK DI ATAS CANVAS
UKURAN :40×60
TAHUN PEMBUATAN: 2024
DESKRIPSI KARYA
Deskripsi:
Di tengah amukan lautan, seorang peselancar menghadapi gelombang raksasa dengan keberanian dan keseimbangan yang sempurna. Ombak biru kehijauan menggulung, menciptakan terowongan air yang megah dan mendebarkan. Sapuan kuas yang ekspresif dalam lukisan ini menangkap energi lautan yang tak terduga, memperlihatkan ketangguhan manusia dalam menghadapi kekuatan alam. Setiap percikan dan riak air seolah menggambarkan perjalanan hidup—penuh tantangan, tetapi juga penuh keindahan bagi mereka yang berani menghadapinya.
MENATAP KETIDAKPASTIAN
PELUKIS:
ULFA SARI
KELAS:
XII-2
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat akrilik
Ukuran : 40×60
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya :
Lukisan ini menggambarkan seorang wanita berdiri di laut, menghadapi ombak yang ganas dan langit mendung. Laut melambangkan tantangan hidup, sementara sikap tenangnya menunjukkan keberanian atau kepasrahan. Suasana suram mencerminkan ketidakpastian, tetapi juga kekuatan dalam menghadapi perubahan.
Menuju tak terbatas dan melampaui nya
PELUKIS:
AGUK LINDARTO
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan ini menggambarkan bu22 lightyear di film toy story yang ingin bisa terbang menuju tak terbatas melampaunya
Senja dalam kesepian
PELUKIS:
AHMAD ROICHAN AULIA
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: cat air di atas canvas
Ukuran:60cm x 40m
Tahun pembuatan: 2024
” Senja dalam kesendirian” Di bawah langit senja yang memudar, sebuah pohon berdiri kokoh dalam kesendiriannya. Siluetnya yang gelap menjulang tinggi, menjadi saksi bisu atas perjalanan hari yang telah berlalu. Burung-burung camar terbang rendah di atas permukaan air yang tenang, menambah kesan sunyi dan damai. Warna jingga dan ungu yang berpadu di langit menciptakan pemandangan yang indah namunSendiri.
ANTARA IYA DAN TIDAK
JUDUL KARYA:
ANTARA IYA DAN TIDAK
PELUKIS:
ALAM HAQQUL YAQIN
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: cat akrilik
Ukuran:60×40
Tahun 2025
Deskripsi karya: Ada ruang samar yang menggantung di antara “iya” dan “tidak,” sebuah celah di mana waktu berhenti sejenak untuk membiarkan hati berdialog dengan pikirannya sendiri. Di sanalah segalanya terombang-ambing, seperti daun yang enggan jatuh meski angin telah membisikkan takdirnya.
“Iya” adalah keberanian yang berbisik tentang kemungkinan, sedangkan “tidak” adalah benteng yang menjaga dari kehancuran. Namun, di antara keduanya, ada tarian ketidakpastian yang indah dan menyiksa. Seperti senja yang tak pernah benar-benar siang atau malam, kita hidup dalam keraguan yang tak pernah selesai.
Bukankah hidup sendiri adalah sebuah perjalanan melintasi batas antara menerima dan menolak? Antara melangkah maju atau tetap berdiam? Seperti ombak yang tak henti-henti mengecup bibir pantai, lalu kembali ke lautan, seolah mempertanyakan makna dari datang dan pergi. Maka, di ambang kesadaran, kita pun bertanya: apakah keputusan itu nyata, atau hanya gema dari kebimbangan yang kita buat sendiri?
Teknik:yang digunakan adalah teknik campuran untuk menciptakan lukisan semi aptrak
Pohon Raksasa Di Hutan Fantasi
PELUKIS:
ALVINA TRI DAMAYANTI
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media :Cat minyak diatas kanvas
Ukuran :40X60
Tahun Pembuatan :2024
Deskripsi Karya :Gambar ini mengusung konsep dengan elemen alam yg magis.Dua pohon raksasa berdiri megah,tampak seperti pintu gerbang menuju dunia lain.Cahaya oranye dari matahari terbenam atau fajar memberikan nuansa mistis, sementara bulan besar di latar belakang menambah kesan dunia lain.
“Pohon Raksasa Di Hutan Fantasi” adalah konsep seni yang menggambarkan pohon raksasa magis yang menjadi pusat dari sebuah hutan penuh keajaiban. Pohon ini sering diasosiasikan dengan kehidupan, energi mistis, atau kekuatan alam yang luar biasa.
Lukisan ini menggambarkan sebuah pohon raksasa yang menjadi pusat kehidupan di dalam hutan fantasi. Pohon ini bisa memiliki cabang yang menjulang tinggi, akar yang bercahaya, atau daun berwarna-warni yang menciptakan suasana magis. Suasana fantasi diperkuat dengan elemen tambahan seperti cahaya mistis, makhluk ajaib, atau arsitektur alami yang menyatu dengan pohon.
Teknik yang digunakan bergantung pada gaya artistik dan media yang dipilih, baik itu cat minyak, cat air, akrilik, atau digital painting. Berikut adalah beberapa teknik utama yang sering digunakan dalam lukisan.
PENJELAJAH ANGKASA
PELUKIS:
BAGUS DWI ALAMSYAH
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media:chat akrilik diatas kanvas
Ukuran:40 cm × 60 cm
Tahun pembuatan
Deskripsi karya: Lukisan ini menggambar kan seorang astronot yang berdiri dengan gagah dipermukaan bulan yang luas, menghadap ke indahan bumi yang tergantung di angkasa. Bintang-bintang berkilauan disekelilingnya,menjadi saksi bisu petualangan manusia yang tak terbatas. Lukisan ini menciptkakan rasa kagum dan petualangan, serta membangkit kan rasa ingin tau tentang luar angkasa
Menjelajahi Batas Semesta
PELUKIS:
CHASKYA YUMNA WIDYASARI
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media. :Cat Acrylic di atas Canvas
Ukuran. : 180cm x 80 cm
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya :
Lukisan ini menggambarkan seorang astronot yang tampak seperti sedang menggali atau melukis batas antara permukaan bulan (atau planet asing) dengan luar angkasa yang penuh bintang dan planet. Konsepnya bisa diinterpretasikan sebagai simbol eksplorasi, kreativitas, dan bagaimana manusia “membentuk” alam semesta sesuai dengan pemahaman mereka.
Gaya seni dalam lukisan ini memiliki sentuhan surealis dan fantasi, dengan perpaduan antara realitas dan imajinasi. Astronotnya seolah-olah sedang membuka jalan menuju bintang-bintang, yang bisa diartikan sebagai upaya manusia untuk terus mendorong batas ilmu pengetahuan dan eksplorasi.
Petualang romantis di alam bebas
PELUKIS:
DAVID ALY FHIRMANSYAH
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat air di atas kanvas
Ukuran: 40×60
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
Perjalanan yang tidak hanya membuat mereka ke tempat-tempat baru, tetapi juga mempererat hubungan mereka melalui tantangan dan pengalaman bersama.
Indahnya Rembulan Malam
PELUKIS:
DHEA ESTA AFISA SALLSABILLA
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat acrylic di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
“Keindahan Rembulan Malam” adalah lukisan yang menggambarkan suasana malam hari di bawah cahaya rembulan yang terang dengan nuansa gelap dan tenang.
Perpaduan antara warna-warna gelap seperti hitam, biru, dan unggu membuat lukisan ini menjadi lembut, teknik yang digunakan adalah dengan sapuan halus.
Lukisan ini menggambarkan dua orang sahabat yang sedang menikmati keindahan di malam hari
dibawah langit gelap, bulan, dan bintang- bintang yang terang.
Perjalanan menuju puncak
PELUKIS:
EGA MAHENDRA FATA
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media=cat akrilik
Ukuran=60 cm x 40 cm
Tahun pembuatan=2024
Deskripsi karya=
Lukisan ini menggambarkan pemandangan alam dengan latar belakang pegunungan yang memiliki puncak berwarna merah dan abu-abu. Langit tampak biru dengan sedikit awan putih. Di bagian depan, terdapat padang rumput hijau dengan beberapa semak dan batu hitam. Dua sosok pendaki digambarkan dengan pakaian berwarna cokelat serta ransel di punggung mereka, seolah sedang menjelajahi alam yang luas. Teknik lukisan ini terlihat menggunakan sapuan kuas ekspresif dengan warna-warna yang cerah dan kontras, menciptakan suasana alam yang segar dan penuh petualangan.
SENJA DI DESA TEPI SUNGAI
PELUKIS:
EVA DWI AGUSTINA
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat air di atas canvas
Ukuran : 60×40
Tahun : 2025
Deskripsi :
Lukisan ini menggambarkan suasana senja yang tenang dan damai di sebuah desa yang terletak di tepi sungai. Konsep utama yang ingin disampaikan adalah keindahan alam pedesaan yang sederhana, hangat, dan menenangkan.
PERAHU SENJA
PELUKIS:
GESANG ARGA MANGGALA
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 60 cm x 40 cm
tahun pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
“Perahu Senja”
Lukisan ini menggambarkan dua orang yang sedang menaiki sebuah perahu kecil di atas air yang tenang saat matahari perlahan tenggelam di cakrawala. Langit dipenuhi warna-warna senja yang hangat—jingga, merah, dan ungu—yang berpadu indah dengan refleksi cahaya keemasan di permukaan air. Siluet kedua sosok dalam perahu terlihat samar, menciptakan kesan damai dan penuh makna.
Posisi kedua orang dalam perahu bisa menggambarkan berbagai kisah—mungkin mereka adalah sepasang kekasih yang menikmati kebersamaan dalam hening, dua sahabat yang tengah berbincang ringan, atau bahkan dua anggota keluarga yang menghabiskan waktu bersama di penghujung hari. Salah satu dari mereka mungkin sedang mendayung, sementara yang lain duduk menatap cakrawala, seolah larut dalam perenungan.
Ombak kecil yang mengalun perlahan memberikan nuansa ketenangan, seakan mendukung suasana syahdu yang diciptakan oleh warna-warna lembut senja. Bayangan perahu dan kedua sosok tersebut tampak samar di permukaan air, menciptakan refleksi yang memperindah komposisi lukisan.
Lukisan ini menyampaikan pesan tentang kebersamaan, ketenangan, dan momen-momen berharga dalam hidup. Senja melambangkan waktu yang berlalu, mengingatkan kita untuk menghargai setiap detik yang diberikan. Dengan nuansa yang melankolis tetapi menenangkan, *Dua Insan di Perahu Senja* menjadi simbol dari perjalanan hidup, refleksi diri, dan keindahan hubungan antar manusia.
space and time 2
PELUKIS:
HERTHALINA DWI ARIYANTI
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media:cat acrylic diatas kanvas
Ukuran:60×40
Tahun pembuatan:2025
DESKRIPSI KARYA:
“SPACE AND TIME 2” lukisan ini menggambarkan dualitas ruang dan waktu.Lukisan ini dengan jelas menggambarkan dualitas antara ruang dan waktu.Di satu sisi,terdapat representasi ruang yang luas dan tak terbatas,ditandai dengan kehadiran planet-planet dan bintang-bintang
Di sisi lain terdapat representasi waktu yg terukur,diwujudkan dalam bentuk jam.
Penggabungan kedua elemen ini menciptakan sebuah pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya ruang dan waktu berjalan saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain,sedangkan manusianya berperan sebagai pelaku yg membutuhkan dua elemen tersebut.
Teknik yg digunakan teknik impasto penggunaan cat tebal dengan kuas untuk menciptakan tekstur yg mendalam dalam menggambarkan permukaan planet, Teknik glazing teknik untuk melapisi warna tipis-tipis untuk menciptakan efek bercahaya.Teknik Teknik Geometris dan ilun perjalanan waktu.si optik,digunakan dalam seni suraelais atau faturistik untuk memberikan kesan dimensi ruang dan perjalanan waktu.
POHON RINDANG DENGAN SUASANA SIANG HARI
PELUKIS:
ILHAM JAYA KUSUMA
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media:Cat akrilik diatas canvas
Ukuran:40cm×60cm
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya:
Sebuah pohon tua berdiri kokoh di tengah padang rumput luas, dahannya menjulang ke langit seolah merangkul awan. Batang pohonnya yang kasar dan berkerut menceritakan kisah panjang tentang waktu yang telah berlalu. Di bawah naungan pohon, seorang anak kecil duduk bersandar, memandang jauh ke arah matahari terbenam. Warna langit yang jingga, merah, dan ungu berpadu menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Angin sepoi-sepoi menerpa rambut anak itu, membawa serta aroma tanah dan rerumputan segar. Suara burung-burung yang kembali ke sarangnya menambah kehangatan suasana senja yang tenang dan damai. Lukisan ini akan menggambarkan keindahan alam yang sederhana, namun penuh makna, tentang hubungan antara manusia dan alam, serta tentang kedamaian yang bisa ditemukan dalam kesederhanaan.
Suasana laut yang indah
PELUKIS:
INDRA FERDIANTO
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat minyak di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2024
Deskripsi Karya:
Lukisan ini menggambarkan suasana yang tenang dibawah pohon yang rimbun, ada dua orang yang sedang memandang keindahan laut yang biru, warna warna hijau dari pepohonan dan rerumputan menciptakan kesan yang alami dan damai, Lukisan ini bisa diinterpretasikan sebagai simbol kenangan indah yang pernah ada, atau sekedar representasi kenangan dan kedamaian dialam
Tanpa Batas Hanya Cakrawala
PELUKIS:
ISNAYA LATHIFATUL KHOFIFAH
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 60 cm x 40 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan ini menggambarkan pemandangan alam yang indah saat matahari terbit atau terbenam di balik pegunungan. Cahaya keemasan menyelimuti lanskap, menciptakan suasana tenang dan damai. Burung-burung yang beterbangan di langit menambah kesan kebebasan dan harmoni dengan alam. Elemen kabut yang menyelimuti lembah memberikan efek mendalam, sementara semak-semak di latar depan menambah tekstur dan keseimbangan dalam komposisi gambar.
Konsep utama lukisan ini adalah ketenangan alam, keindahan lanskap pegunungan, dan suasana damai yang menggugah perasaan tenang serta refleksi diri.
Malam hari di atas tebing
PELUKIS:
JAKARIYA
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: cat air diatas kanvas
Ukuran: 40×60
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya: Lukisan ini menampilkan suasana tenang di malam hari di atas tebing dengan langit berwarna biru gelap yang dihiasi oleh sinar bulan penuh di atas lautan. Pohon kelapa dengan daun yang sedikit goyang terpapar siluet hitam memberikan nuansa tropis. Refleksi cahaya bulan di atas permukaan air menambah keindahan alam yang damai dan tenang, menciptakan perasaan ketenangan dan kehangatan.
PEMANDANGAN INDAH
PELUKIS:
JESEN DELVINO
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat air diatas kanvas
Ukuran : 40 x 60
Tahun Pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
Lukisan ini menggambarkan ketenangan, keindahan denga alam, Ini bisa menjadi ekspresi tentang pelarian dari kehidupan kota ketempat yang lebih tenang dan alami
Peta Menuju Petualangan
PELUKIS:
LITA ALFI MEI PUTRI
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat Acrylic diatas canvas
Ukuran :40 cm x 60 cm
Tahun pembuatan : 2025
Diskripsi Karya :
“Di tengah lautan luas, dua sosok petualang berdiri di atas 00 *ebing curam, menatap cakrawala yang tak berujung. Dengan peta kusut di tangan dan cahaya mentari senja membelah langit, mereka melangkah bersama, menembus batas yang belum terjamah. Ombak menghempas karang di bawah mereka, angin membawa bisikan perjalanan yang penuh tantangan. Setiap langkah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga eksplorasi batas keberanian, kepercayaan, dan kebersamaan. Dengan hati yang saling mendukung, mereka Inelangkah maju, siap menghadapi apa pun yang ada di balik cakrawala.”
JALAN YANG TAK BERUJUNG
PELUKIS:
MAEPINK PUTRI MELLANI
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 60×40
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
“JALAN YANG TAK BERUJUNG”
Lukisan ini menggambarkan seorang perempuan berjalan di jalan setapak yang berkelok di tengah lanskap tandus. Langit bergradasi biru dan merah muda menciptakan suasana melankolis. Pohon-pohon kering dan warna monokrom menegaskan kesunyian. Siluet perempuan dengan rambut tertiup angin mencerminkan perjalanan penuh refleksi, menghadapi ketidakpastian dengan langkah yang tetap maju.
malam yang sepi sunyi dan sendiri
PELUKIS:
MAULA SYAHDANA
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
MEDIA:CAT MINYAK DI ATAS CANVAS
TAHUN PEMBUATAN:2024
DESKRIPSI KARYA:MENGGAMBARKAN seorang gadis kesepian disaat malam tiba hanya berteman dengan bintang bulan dan seekor kucing dia hanya bisa merasakan sepi sunyi dan sendiri di saat malam hari
Kebersamaan Ketika Senja
PELUKIS:
MEIDA MEGAYANTI
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Dua orang bermain bola di pantai saat senja.Siluet mereka kontras dengan latar belakang langit yang berwarna orange dan biru,menciptakan suasana yang damai dan estetis
Langit Malam
PELUKIS:
MOCHAMAD IZAR ADITYA
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media:cat air di atas canvas
Ukuran:40×60
Tahun pembuatan2025
Deskripsi karya:
Menampilkan langit malam biru tua dengan bulan purnama terang bintang bintang serta pantulan cahaya tenang diatas danau yang tenang di keliling i seluit pepohonan.
GONE FISH
PELUKIS:
MUHAMMAD DHANI ARDHIANSYAH
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
masih banyak ikan di laut. apalagi di alam semesta tinggal di pancing,sehingga asa menjadi realita.lukisan ini menggambarkan pesan singkat padat namun cukup bijaksana dalam menerima kenyataan agar terus bersemangat dalam hidup dan tidak terus menerus bersedih hati
Keindahan Gunung Fuji
PELUKIS:
NADYA RAMADHANY
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 60×40
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
Pemandangan Gunung Fuji dari jauh. Ada pohon bunga sakura besar. Gunung Fuji berwarna biru kehitaman dan puncaknya warna putih karena salju. Disekitar gunung Fuji terdapat laut biru muda. Langitnya berwarna biru muda. Dan dibawah gunung terdapat pepohonan.
DUA JIWA DITENGAH KEINDAHAN ALAM
PELUKIS:
NILA AGUSTIN
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40×60
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi karya :
Lukisan ini menggambarkan suasana romantis di alam terbuka pada malam hari. Langit malam berwarna biru gelap dengan bintang-bintang bertebaran dan bulan purnama yang bersinar. Warna langit bergradasi dari biru gelap ke biru muda dan merah muda, menciptakan kesan senja atau awal malam. Dua gunung hitam menjulang tinggi di kedua sisi, membingkai lautan biru yang tenang dengan pantulan cahaya bulan. Sepasang kekasih duduk di atas batu besar menghadap lautan. Sang pria mengenakan kaus hijau dan celana cokelat, sementara sang wanita mengenakan kaus ungu kecerahan dan celana gelap. Mereka saling berpegangan tangan, memberikan kesan romantis dan kedekatan emosional. Di bagian bawah lukisan terdapat rerumputan dan bunga kecil berwarna merah dan hijau, memberikan sentuhan alami yang memperindah suasana. Ada juga beberapa jamur merah di sisi kiri batu, menambah elemen fantasi dalam lukisan.
Pencitraan
PELUKIS:
RIKI SAPUTRA
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media : chat air diatas canfas
ukuran : 40cm X 60cm
tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya: mungkin banyak orang berfikir mengenai menjadi satu dalam perjalanan tak terhingga adalah sebuah persatuan kekompakan dan lainya, memang benar tapi minoritas semuanya tidak memikirkan ego pencitraan adalah sebuah awal akan menghancurkan kekompakan, persatuan dan kelompok adanya ego yang berlebihan menyebabkan hal negatif menjadikan ego sebagai saran bukan sebagai landasan berfikir dalam sebuah kehidupan bersosial.
“Lebih bersinar harusnya lebih tampak akan tetapi kau selalu menipu pada akhirnya batu tetaplah batu”
COSMIC ENCOUNTERS
PELUKIS:
SABRINA SASIKIRANA DWINDA PUTRI
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: cat air di atas canvas
Ukuran: 40cm×60cm
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya
Lukisan ini menggambarkan sebuah pertemuan yang luar biasa antara entitas di tengah luasnya angkasa. Judulnya “cosmic encounter”, membangkitkan rasa ingin tahu tentang apa atau siapa yang bertemu untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi satu dengan yang lain
Teknik yang digunakan adalah kombinasi antara sapuan kuas halus untuk menciptakan gradasi langit galaksi dan awan imaji.
Dua Anak Berjalan Menuju Masa Depan
PELUKIS:
SISKA WIDYA UTAMI
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Detail Lukisan:
Lukisan ini menggambarkan suasana senja yang hangat dengan matahari terbenam di balik pegunungan. Langit dihiasi gradasi warna jingga, merah muda, dan ungu, menciptakan suasana tenang dan romantis. Dua orang pendaki, seorang laki-laki dan perempuan, berjalan beriringan di jalan setapak yang berkelok di antara pepohonan pinus. Mereka mengenakan ransel, menunjukkan perjalanan panjang yang telah mereka lalui.
Tekstur lukisan tampak tebal dan ekspresif, dengan detail realistis pada bebatuan, pohon yang diterangi sinar matahari keemasan. Bayangan panjang yang mereka tinggalkan di tanah menambah kesan dramatis dan mendalam. Lukisan ini menggambarkan makna perjalanan hidup, kebersamaan, dan keindahan alam saat senja.
Senja Di Danau Yang Tenang
PELUKIS:
WENDI RAHMAWATI
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat acrylic di atas canvas
Ukuran : 40 cm x 60 cm
Tahun penerbitan : 2025
Deskripsi Karya :
“Lukisan ini mengusung konsep pemandangan alam dengan suasana matahari terbenam yang damai. Gradasi warna dari biru ke jingga menciptakan nuansa lembut dan harmonis. Siluet pepohonan dan rerumputan menambah kontras dan kedalaman visual.”
Memancing dibawah bulan purnama
PELUKIS:
YUNI LESTARI
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik diatas canvas
Ukuran: 40 cm × 60cm
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
“Memancing dibawah bulan purnama”
Lukisan ini mengusung konsep ketenangan, kebersamaan, dan keindahan alam di bawah cahaya bulan purnama. Dengan suasana damai dan nostalgia, lukisan ini menggambarkan hubungan persahabatan atau kekeluargaan dalam kesederhanaan. Bulan besar yang menerangi air menciptakan efek magis, sementara siluet perahu dan pepohonan menambah kesan artistik. Gaya impresionisme romantis dengan warna-warna hangat semakin memperkuat nuansa reflektif dan emosional.
Melangkah menuju hal yang lebih indah
PELUKIS:
ZUMROTUL KHOIRIYAH
KELAS:
XII-3
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat acrilik
Ukuran: 40 cm × 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:Latar Depan: Tanah yang retak dan kering, dengan warna coklat tua yang dominan. Beberapa tanaman mati atau hampir mati terlihat di sana-sini.Latar Belakang: Tanah yang subur dan hijau, dengan tanaman yang tumbuh subur dan bunga-bunga berwarna cerah. Sebuah jalan setapak kecil terlihat menuju ke arah tanah yang subur.
Objek: Seorang tokoh manusia berjalan dari arah tanah kering menuju tanah subur. Ekspresi wajah tokoh ini menunjukkan harapan dan optimisme.
Pesan: Menggambarkan perjalanan dari kesulitan dan keputusasaan menuju harapan dan kebahagiaan.
Black Hole Supermasif
PELUKIS:
GALEGAR PUTRA RAHARDICHO
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat minyak di atas kanvas
Ukuran: 100 cm x 80 cm
Tahun Pembuatan: 2024
Deskripsi Karya:
Gambar ini menampilkan efek visual yang menyerupai aliran energi bercahaya dengan warna oranye keemasan yang intens. Bentuknya mengingatkan pada cahaya yang membelok di sekitar sebuah objek melingkar, mungkin menggambarkan konsep ilmiah seperti pelensaan gravitasi atau horizon peristiwa lubang hitam atau “Black Hole”. Latar belakang gelap menambah kesan dramatis dan memberikan kontras kuat terhadap aliran cahaya yang dinamis. Gaya dan warnanya memberikan nuansa futuristik dan kosmis.
“Black Hole Supermasif”merupakan benda luar angkasa yang sangat besar , bahkan massa nya bisa jutaan hingga milyaran kali matahari yang dapat menghisap segalanya bahkan cahaya sekalipun
SENJA BERSAMAMU
PELUKIS:
GALIH A AM VIRGIAWAN
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Yang menggambarkan kan dua orang yang bersama sama menikmati keindahan senja
Pencarian Jati Diri Melalui Mimpi
PELUKIS:
GITA RIZKI AMELIA
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik marie’s di atas kanvas
Ukuran: 60 cm × 40 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
“Pencarian Jati Diri Melalui Mimpi” adalah sebuah lukisan yang menggambarkan suasana di alam mimpi dengan nuansa gelap dan terang. Dalam karya ini, warna-warna pastel seperti campuran putih dengan merah, kuning, biru, coklat yang mewarnai awan di sekeliling jembatan. Warna dasar merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu untuk pelangi. Gradasi warna biru putih dan hitam memberikan nuansa malam dengan bulan dan bintang.
Di latar depan, seorang wanita berjalan di atas jembatan menuju cahaya terang dengan detail tangganya yang membawa sebuah tas.
Awan-awan yang indah dengan berbagai warna memberikan kesan kehidupan yang berwarna. Nuansa langit malam memberikan kesan sebagian kehidupannya yang tidak diketahui orang.
Teknik yang digunakan dalam karya ini adalah teknik setengah putaran yang diulang-ulang untuk menciptakan efek awan. Dan teknik gradasi warna pada bagian langit dan jembatan dengan nuansa hitam.
Secara keseluruhan, “Pencarian Jati Diri Melalui Mimpi” menggambarkan pencarian menentukan kebahagiaan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Seseorang yang berjalan di atas jembatan menuju cahaya terang menggambarkan seseorang yang sedang mencari jati dirinya yang belum ia ketahui. Cahaya terang yang ia dekati, ia yakini sebagai petunjuk tentang jati dirinya.
kisah cinta di bawah bulan
PELUKIS:
GUFRON SAMUDRA
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
lukisan ini menggunakan konsep teknik melukis ekspresif, lukisan inijuga menggunakan gaya romantisme
Petani ladang
PELUKIS:
KHOIRUL ANAM
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Mengabadikan momen saat orang sedang makan di ladang setelah bertani.
Senja yang menghiasi kebersamaan
PELUKIS:
KHUROITUN AINIYAH
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat Acrylic diatas kanvas
Ukuran : 60 cm × 40 cm
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya:
” Senja yang menghiasi kebersamaan ” Adalah sebuah lukisan yang menggambarkan dua orang yang sedang berada di tepi laut saat matahari terbenam di ujung barat. Laut yang indah dengan diiringi ombak saat senja menciptakan kesan abadi yang memikat. Suasana syahdu diiringi burung yang melambangkan kebebasan dan keberanian dalam berjalan atau melangkah menelusuri segalanya untuk mencapai masa depan.
Secara keseluruhan ” Senja yang menghiasi kebersamaan ” menggambarkan suatu perjalanan manusia yang bersama untuk mencapai sesuatu dimasa mendatang dengan gambaran burung yang melambangkan keberanian dan kebebasan saat hendak mencapai sesuatu hal yang ingin digapai.
BURUNG MERPATI
PELUKIS:
LUTH FYATUL ALMA
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat acyrilc di atas kanvas
Ukuran: 40cm x 80 cm
Tahun Pembuatan: 2024
Deskripsi Karya:
“burung merpati” adalah sebuah lukisan yang menggambarkan hubungan asmara dua burung, burung jantan yang memberi hadiah kepada burung betina
Merpati menjadi tanda tangan keromantisan dan kesucian, merka mempunyai sifat yang dapat menjadi contoh bagi kehidupan manusia
Teknik yang digunakan dalam lukisan ini adalah kombinasi antara sapuan kuas halus untuk menciptakan efek gradasi
Menatap keindahan biota laut
PELUKIS:
LUVI AMINAYAH
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media:cat acrylic
Ukuran:100 cmx80 cm
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya:Di saat cuaca lagi mendukung di luar ruangan menatap sebuah ikan yang berada di dalam akuarium, seseorang yang saat berada dalam posisi banyak masalah dan merasa diri nya tidak punya tempat untuk bercerita,menatap ikan yang sedang berenang di dalam sebuah akuarium,yang tidak besar dan merasa pasti sempit, tetapi ikan tersebut tidak seberisik manusia,jadi seseorang tersebut berfikir kalau tidak semua hidup di dunia itu sesuai yang di harapkan dan selalu bahagia tetapi juga ada kesedihan nya, seperti langit yang mendung juga akan ada masa di mana dia kembali cerah.
Aurora cinta di langit malam
PELUKIS:
MOCH. TRI PRASETYO
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat minyak di atas kanvas
Ukuran: 100 cm x 80 cm
Tahun Pembuatan: 2024
Deskripsi Karya:
“Aurora cinta di langit malam” Lukisan ini menggambarkan pemandangan malam yang indah dengan aurora berwarna ungu dan merah muda yang membentuk pola menyerupai hati di langit. Latar belakangnya berupa langit malam gelap yang dihiasi dengan bintang-bintang kecil yang bersinar.
Di bagian bawah, terdapat danau yang memantulkan cahaya aurora, menciptakan efek visual yang menenangkan dan harmonis. Beberapa batu terlihat di tepi air, menambah kesan alami pada pemandangan. Di sisi kiri dan kanan, terdapat siluet pohon dan gunung yang tertutup salju, memberikan dimensi lebih dalam pada lukisan ini.
Kombinasi warna hitam, ungu, dan merah muda menciptakan suasana yang magis dan romantis. Teknik sapuan kuas yang lembut pada aurora memberikan efek cahaya yang realistis dan dinamis. Lukisan ini memancarkan perasaan ketenangan, keindahan alam, serta sentuhan kasih sayang melalui bentuk hati yang terbentuk di langit.
menatap senja
PELUKIS:
MUHAMAD MANSUR MAULANA
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat minyak di atas kanvas
Ukuran: 100 cm x 80 cm
Tahun Pembuatan: 2024
Deskripsi Karya: gambar ini menampilkan ilustrasi seorang pria dan wanita yang berdiri di tepi pagar menghadap ke arah laut yang datar
Aku kamu dan senja
PELUKIS:
MUHAMMAD DICKY ALFIAN
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Mengabadikan momen saat pertamakali cinlok di pantai agar selalu abadi karena itu saya ingin melukis pantai dengan satu pasangan yang sedang berjalan di pantai yang menikmati senja
KEBERSAMAAN NELAYAN
PELUKIS:
PESTY APRILIYANA
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Sebuah gambar yang menampilkan nelayan nelayan yang berbeda usia dan latar belakang yang bersatu dalam satu perahu simbolnya kebersamaan
Bercerita dibawah bintang
PELUKIS:
PRITA ISNA ANGGRAENI
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media: cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40×6
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
lukisan ini menggambarkan pasangan yang bersama-sama menikmati keindahan alam dan saling bertukar cerita berbagai pengalaman merupakan aspek penting dalam memperkuat hubungan, sehingga komunikasi menjadi konsep utama dalam lukisan ini.
latar belakang ini malam yang indah dan bintang-bintang yang berkelap-kelip menciptakan suasana romantis.
bintang-bintang melambangkan harapan dan impian malam menyimbolkan kedekatan dan kebersamaan dalam hubungan cerita melambangkan komunikasi kepercayaan dalam hubungan.
saya menggunakan cat sebagai media untuk menciptakan warna dan tekstur pada kanvas. kuas untuk mengaplikasikan cat pada kanvas dan menggunakan media lain seperti lidi untuk membantu mengecat bagian yang sulit dijangkau oleh kuas.
secara keseluruhan “bercerita di bawah bintang” lukisan ini menggambarkan pasangan menikmati keindahan malam dan saling bertukar cerita.
Senja Di Bawah Bulan
PELUKIS:
REFIA RIZKIANTI
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat Acrylic
Ukuran : 40 x 60
Tahun Pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
Lukisan ini menggambarkan suasana senja dengan latar langit bergradasi dari warna oranye ke merah, menciptakan kesan hangat dan tenang. Di tengah lukisan, terdapat pohon besar tanpa daun yang bercabang luas, dicat dengan warna hitam sehingga tampak seperti siluet. Pada salah satu cabangnya tergantung sebuah ayunan sederhana dengan tali panjang.
Di sebelah kanan bawah, terdapat dua sosok siluet yang tampak duduk berdampingan, menghadap ke depan, seolah menikmati pemandangan senja. Di belakang mereka, terdapat bulan sabit putih yang kontras dengan langit senja. Lukisan ini menggambarkan nuansa ketenangan, kebersamaan, dan mungkin sedikit melankolis, dengan komposisi yang seimbang antara elemen pohon, ayunan, dan dua sosok manusia.
Teknik yang digunakan dalam karya ini adalah kombinasi antara sapuan kuas halus untuk menciptakan efek gradasi langit dan teknik impasto pada bagian perahu serta wajah nelayan, memberikan tekstur dan kedalaman pada elemen utama lukisan.
Lukisan ini bisa bermakna perjalanan dua sahabat yang menjelajahi kehidupan dan keindahan alam bersama. Pohon kering dan ayunan kosong melambangkan tantangan dan perjalanan yang telah mereka lalui, sementara bulan purnama dan langit jingga menciptakan suasana petualangan di senja hari. Lukisan ini mencerminkan bagaimana alam menjadi tempat berbagi cerita, menemukan kedamaian, dan mempererat ikatan dalam perjalanan hidup.
Langit malam yang tenang
PELUKIS:
RIVAN MUNDIARTO
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
media :Cat minyak di atas kanvas
Ukuran:40×60
tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya:langit malam yang cerah merupakan warna yang umum selama masa masa sakit mentalnya. Ketarikanya pada bintang kematian, dan trandsensi terlihat jelas di langit berbintang yang di lukisnya
Kenangan di ujung senja
PELUKIS:
SILTA SARI
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat Acriylic
Ukuran :60 cm x 40 cm
Tahun pembuatan :2025
Deskripsi karya :
“tulisan ini menggambarkan dua orang yang duduk bersama, memandang senja. lukisan ini dapat juga menggambarkan cinta dan kasih sayang.
senja dapat dijadikan simbol untuk menggambarkan akhir suatu fase hidup dan awal dari fase baru. dua orang yang duduk bersama dapat dijadikan simbol untuk menggambarkan hubungan yang erat dan kuat. latar belakang yang indah dapat dijadikan simbol untuk menggambarkan keindahan dan keharmonisan hidup.”
Secara keseluruhan “Kenangan di ujung senja “menggambarkan dua orang yang sedang duduk di samping pohon besar yang rindang. Matahari terbenam di kejauhan, dan menciptakan langit yang berwarna merah muda, dan oranye. Dan dua orang tersebut bisa digambarkan sedang berbincang, dan memandang matahari terbenam atau hanya duduk berdua pada sebuah kursi.
Rantai Cinta Keluarga
PELUKIS:
SISKA NELA NURAINI
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat Acrylic diatas Canvas
Ukuran : 60 cm × 40 cm
Tahun Pembuatan : 2025
Deskripsi :
“Rantai Cinta Keluarga” sebuah lukisan yang menggambarkan siluet sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak perempuan yang sedang bergandengan tangan sambil menikmati pemandangan matahari terbenam.
Latar belakangnya menunjukkan langit dengan gradasi warna jingga dan kuning keemasan, menciptakan suasana hangat dan damai. Matahari tampak bulat sempurna, memberikan efek cahaya yang indah di cakrawala. Di kedua sisi lukisan, terdapat pohon dengan dedaunan yang memberikan keseimbangan visual dan memperkuat kesan alami dari pemandangan ini.
Siluet keluarga yang berdiri di tepi air menghadap matahari terbenam menciptakan kesan kebersamaan, keharmonisan, dan penuh kasih sayang. Lukisan ini menyampaikan perasaan kedamaian, kebahagiaan, serta momen berharga yang dihabiskan bersama keluarga.
Secara keseluruhan “Rantai Cinta Keluarga” adalah karya seni yang menyentuh hati, menggambarkan betapa pentingnya ikatan kekeluargaan dalam kehidupan kita.Melalui penggunaan warna yang cerah dan komposisi yang harmoni, lukisan ini berjaya menyampaikan pesan tentang kasih sayang, sokongan, dan kebersamaan yang menjadi asas kepada setiap keluarga yang bahagia. Ia mengingatkan kita tentang nilai-nilai murni yang perlu dipelihara dan dihargai dalam hubungan kekeluargaan, serta kekuatan yang kita peroleh daripada ikatan yang kuat.
Bunga Anggre
PELUKIS:
SITI ALIYA NUR FASIKHA
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat air di atas kanvas
Ukuran : 40×60
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi karya :
“Bunga anggre” adalah sebuah lukisan yang menggambarkan sebuah bunga anggre yang dimana bunga itu memiliki simbolisme dan makna yaitu keanggunan. kemewahan dan keindahan.
Gerbang menuju masa depan
PELUKIS:
VANESHA PUTRI ANJANI
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat akrilik diatas kanvas
Ukuran : 100 cm x 80 cm
Tahun pembuatan : 2025
Gerbang Menuju Masa Depan
Lukisan ini menggambarkan seorang gadis berdiri di hadapan sebuah celah berbentuk lubang kunci yang seakan menjadi gerbang menuju dunia lain. Latar luar dari lubang kunci didominasi warna biru gelap dengan sentuhan bintang-bintang kecil, menciptakan kesan misterius dan penuh ketidakpastian. Namun, di dalam lubang kunci, terdapat pemandangan yang kontras: langit dengan gradasi warna lembut dari biru ke merah muda, awan-awan yang melayang tenang, serta hamparan padang rumput hijau yang menyambut dengan kehangatan.
Gadis dalam lukisan ini ditampilkan dalam bentuk siluet hitam, menambah nuansa dramatis dan memberi kesan bahwa ia tengah melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. Bayangan dirinya terpantul di rerumputan, memperkuat simbolisme perjalanan yang ia tempuh.
Teknik dan Media
Lukisan ini dibuat menggunakan cat akrilik di atas kanvas, dengan beberapa teknik utama:
1. Gradasi Warna – Digunakan pada bagian langit untuk menciptakan transisi yang halus dari biru ke merah muda, memberikan kesan lembut dan mendalam.
2. Dry Brush atau Stippling – Teknik ini kemungkinan diterapkan pada rumput dan bintang-bintang di latar belakang, menambahkan tekstur dan detail yang lebih kaya.
3. Blok Warna – Siluet gadis dan bayangannya dibuat dengan warna hitam pekat, menciptakan kontras kuat yang menarik perhatian.
4. Highlight dan Shadow – Pada area lubang kunci, terdapat efek pencahayaan yang memberi dimensi dan membuatnya tampak lebih realistis.
Makna dan Interpretasi
“Gerbang Menuju Masa Depan” melambangkan perjalanan seseorang yang sedang meninggalkan ketidakpastian menuju harapan dan kemungkinan baru. Warna biru gelap di luar lubang kunci mencerminkan masa lalu yang penuh tantangan, sedangkan dunia cerah di dalamnya menggambarkan harapan dan impian yang menanti. Gadis dalam lukisan ini bisa diartikan sebagai representasi siapa saja yang tengah berada di ambang perubahan besar dalam hidupnya.
Dengan komposisi yang harmonis serta permainan warna yang kontras, karya ini berhasil menyampaikan pesan tentang keberanian melangkah menuju masa depan, meskipun masih ada ketidakpastian di sekitarnya.
Bersatu di bawah sakura
PELUKIS:
VERA
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
bermakna tentang seseorang yang ada di tepi danau saat senja danau. hati yang lama terpisah akhirnya berdiri bersama di temani sakura yang bermekaran setelah perjalanaan penuh rindu dan penantian .mereka kini bersatu dalam keheningan yang indah .tidak ada kata yang perlu di ucapkan hanya angin sepoi sepoi dan perasaan yang akhirnya menemukan rumahnya
Tentangku
PELUKIS:
YANTI AMELIA PUTRI
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat acrylic diatas kanvas
Ukuran : 60×40
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi karya:
Lukisan ini memiliki nuansa emosional yang dalam dengan suasana senja atau malam hari yang lembut. Langit menampilkan gradasi warna ungu dan merah muda dengan bulan bersinar terang, dikelilingi awan yang menambah kesan damai namun melankolis.
Di sisi kiri, terdapat pohon besar yang rimbun dengan daun berwarna hijau cerah dan bunga-bunga kecil, serta ayunan yang menggantung dari salah satu cabangnya. Di sisi kanan, seorang perempuan dalam siluet hitam duduk dengan tenang di tanah, dikelilingi oleh kupu-kupu biru yang tampak melayang di sekitarnya.
Latar tanah tampak gelap, dengan pagar kayu miring di bagian kanan yang memberikan kesan tempat sepi, mungkin sebuah pemakaman. Batu-batu kecil berserakan di sekitar, dan di hadapan perempuan tersebut terdapat sesuatu yang tampak seperti lilin atau lentera, yang mungkin melambangkan kenangan atau doa bagi seseorang yang telah tiada.
Keseluruhan lukisan ini menggambarkan suasana yang penuh perasaan, mungkin tentang kehilangan, kenangan, atau refleksi diri. Warna-warna lembut di langit menciptakan keseimbangan dengan elemen gelap di bawahnya, memberikan kesan damai sekaligus sedih.
Senja Bersama
PELUKIS:
YUMNA SALSABILLA ERMA YOLANDA
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik
Ukuran: 40 cm × 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
“Senja Bersama” adalah sebuah lukisan yang menangkap keindahan momen kebersamaan saat matahari perlahan tenggelam di cakrawala. Di tepi danau yang tenang, dua sosok berdiri berdampingan, siluet mereka menyatu dengan cahaya keemasan senja. Meski tanpa kata, kehadiran mereka saling melengkapi, mencerminkan hubungan yang penuh kehangatan dan ketulusan.
Langit yang dihiasi gradasi warna oranye menciptakan atmosfer yang damai, sementara riak kecil di permukaan air memantul kan sinar terakhir matahari, memperkuat kesan ketenangan.Angin sepoi-sepoi membawa kesejukan yang menambah kedalaman suasana.
Lukisan ini bukan hanya sekadar pemandangan, tetapi juga sebuah cerita tentang makna kebersamaan. Bisa tentang dua sahabat yang merayakan kenangan lama, sepasang kekasih yang menikmati momen romantis, atau keluarga yang saling menguatkan. “Senja Bersama” menggugah perasaan nostalgia, harapan, dan rasa syukur atas waktu yang diberikan.
Dalam kesederhanaannya, senja mengajarkan bahwa keindahan tidak selalu abadi, tetapi momen yang dihabiskan dengan orang terkasih akan selalu membekas dalam ingatan.
Hangatnya Kasih Sayang Tak Terbatas
PELUKIS:
ZUMAROH
KELAS:
XII-4
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat Acrylic di atas kanvas
Ukuran:60×40
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi Karya:
“Hangatnya Kasih Sayang Tak Terbatas “merupakan sebuah lukisan yang menggambarkan suasana malam yang tenang dan penuh kehangatan. Di latar depan, terdapat siluet tiga sosok manusia,sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang sedang berjalan bersama sambil bergandengan tangan.
Latar belakangnya menampilkan langit malam berwarna biru gelap dengan bulan purnama yang bersinar terang serta bintang-bintang yang bertaburan. Di sebelah kiri, terdapat sebuah pohon besar yang cabangnya menjulur, menciptakan bayangan yang menambah kesan damai. Sementara itu, di sisi kanan terdapat tebing berbatu dengan rumput hijau, dan sekumpulan orang kecil terlihat berdiri di puncaknya, mungkin menikmati pemandangan malam.
Keseluruhan lukisan ini menciptakan suasana yang damai dan emosional, seakan menggambarkan kehangatan keluarga di tengah ketenangan malam. Ada kesan kebersamaan, harapan, dan ketenangan dalam perjalanan hidup yang digambarkan melalui siluet keluarga yang berjalan bersama di bawah cahaya bulan.
Lukisan ini tidak hanya menggambarkan kasih sayang antara ayah,ibu dan anak, tetapi juga menyampaikan pesan universal tentang cinta dan kehangatan dalam keluarga. Latar belakang langit biru yang luas dapat diinterpretasikan sebagai simbol harapan dan masa depan yang cerah bagi anak. Lukisan ini mengajak untuk merasakan kehangatan kasih sayang yang tak terbatas, mengingatkan kita akan pentingnya hubungan yang erat dalam keluarga. Setiap detail dalam lukisan ini, dari warna hingga komposisi, berkontribusi pada terciptanya karya seni yang menyentuh hati dan penuh makna.
RUANG HAMPA
PELUKIS:
ABHIYAKSA KHOIRURIZAL REVAN HAQQI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media:cat air dan cat minyak di atas kanvas
Ukuran:60×40 cm
Tahun pembuatan:18 Februari 2025
Deskripsi:
“RUANG HAMPA” sedikit deskripsi ini adalah gambaran perasaan dan suasana pelukisnya,yang sedang menikmati kesendirian, kesepian dan kehampaan di atas indahnya dunia yang seharusnya bisa menghilangkan rasa itu tapi raga tetap sepi walaupun sedang berada di keramaian
RUANG TANPA BATAS
PELUKIS:
AFID BAGUS SETIAWAN
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat minyak diatas kanvas
Ukuran: 40 × 60
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan ini menggambarkan siluet kepala manusia berwarna hitam. Di dalam siluet kepala tersebut, terdapat pemandangan bawah laut yang hidup. Seorang penyelam terlihat sedang berenang di antara ikan-ikan kecil yang bertebaran di lautan yang berwarna hijau kebiruan. Terdapat beberapa sinar yang menembus permukaan air, menciptakan ilusi visual yang menarik.
Lukisan ini mencoba menyampaikan pesan tentang kedalaman pikiran manusia yang menyimpan banyak misteri dan keindahan tersembunyi, sama seperti lautan yang luas dengan segala kehidupan di dalamnya. Manusia seringkali tidak menyadari betapa kayanya pikiran mereka, dan lukisan ini mengajak kita untuk menyelami lebih dalam dan menemukan keindahan yang mungkin selama ini tersembunyi.
Warna hitam pada siluet kepala memberikan kesan misterius dan kuat, sementara warna hijau kebiruan pada lautan menciptakan perasaan tenang dan damai. Kehadiran penyelam di dalam kepala manusia juga melambangkan keberanian untuk menjelajahi pikiran sendiri dan menemukan hal-hal baru yang menarik.
Secara keseluruhan, lukisan ini adalah representasi visual yang kuat tentang kompleksitas pikiran manusia dan potensi tak terbatas yang dimilikinya.
PENJELAJAH DUNIA JAHAT
PELUKIS:
ALDINO ARI PRATAMA
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
SAYA MENGAMBARKAN SUATU PENJELAJAHAN DUNIA GELAP ORANG MEROKOK MENGARTIKAN KETENANGAN DAN DUA BUTIR OBAT MENGARTIKAN KETERGANTUNGAN DAN MATA YANG DI SELIMUTI KEDENDAMAN TERSENDIRI DAN WAJAH DENGAN MATA YANG MENGAWASI YANG MENGARTIKAN KESEDIHAN YANG MENDALAM DAN KURSI YANG MENGARTIKAN KENYAMANAN
Menikmati Keindahan Alam
PELUKIS:
AMEL LIA PUSPITA SARI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 100 cm × 80 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
“Menikmati Keindahan Alam” adalah sebuah lukisan yang menggambarkan ketenangan dan kebebasan saat berada di alam terbuka. Sosok seorang perempuan berdiri di atas bukit, mengenakan pakaian santai, topi lebar, dan tas punggung, seolah sedang menikmati pemandangan pegunungan di hadapannya.
Langit dengan gradasi warna lembut menciptakan suasana damai, sementara siluet pegunungan di kejauhan memberikan kesan kedalaman dan ketenangan. Sentuhan hijau dari pepohonan di latar depan menambah kesan alami dan menegaskan hubungan manusia dengan alam.
Teknik yang digunakan dalam lukisan ini menggabungkan sapuan kuas halus untuk menciptakan transisi warna yang lembut, serta garis-garis tegas pada figur utama untuk menonjolkan detail bentuk dan ekspresi.
Secara keseluruhan, “Menikmati Keindahan Alam” mengajak penikmatnya untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk kehidupan dan merasakan kedamaian yang ditawarkan oleh keindahan alam.
We
PELUKIS:
AMELINTANIA PUTRI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan “We” ini adalah representasi visual tentang perjalanan cinta antara laki-laki dan perempuan. Keduanya, dengan segala perbedaan dan keunikan masing-masing, bersatu untuk menjelajahi batasan dan tantangan dalam hubungan.
Tangan Air (Laki-laki): Air melambangkan ketenangan, fleksibilitas, adaptasi, dan emosi yang lebih lembut. Laki-laki sering dikaitkan dengan air karena sifatnya yang menenangkan, mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi, dan memberikan rasa aman. Air juga melambangkan kehidupan dan kesuburan.
Tangan Api (Perempuan): Api melambangkan semangat, energi, kekuatan, dan transformasi. Perempuan sering dikaitkan dengan api karena sifatnya yang dinamis, penuh gairah, dan mampu memberikan kehangatan. Api juga melambangkan emosi yang kuat dan kemampuan untuk menciptakan perubahan.
Lukisan ini menggambarkan dinamika hubungan antara laki-laki (air) dan perempuan (api) yang sedang “menjelajahi batasan bersama”. Batasan ini bisa berupa perbedaan karakter, nilai-nilai, tujuan hidup, atau tantangan yang muncul dalam hubungan.
Interaksi antara api dan air menunjukkan adanya keseimbangan dan harmoni. Meskipun berbeda, keduanya saling melengkapi dan membutuhkan. Api membutuhkan air untuk menyeimbangkan emosionalnya, sementara air membutuhkan api untuk memberikan kehangatan dan energi.
Tiga bunga gerberas di bagian bawah lukisan memiliki arti “I love you” atau “Aku cinta kamu”. Ini adalah pernyataan cinta dan kasih sayang yang tulus dari kedua belah pihak. Kehadiran bunga ini memperkuat tema cinta sebagai dasar dari hubungan yang kuat dan harmonis.
Secara keseluruhan, Lukisan “We” ini menyampaikan pesan bahwa cinta adalah kekuatan yang mampu menyatukan perbedaan dan mengatasi segala rintangan. Keseimbangan antara api dan air, serta kehadiran bunga gerberas, melambangkan harmoni, kasih sayang, dan komitmen dalam hubungan.
Pesona pedesaan dan keindahan alamnya
PELUKIS:
ANDHIKA FIRMANSYAH
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Konsep ini mengajak kita untuk merenungkan kembali hubungan kita dengan alam
KESATRIA PERKASA DITENGAH SAMUDRA
PELUKIS:
ANDIKA FAREL ABIPUTRA WARDANA
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
media: cat minyak diatas canvas
ukuran: 60×40
tahun pembuatan: 2025
deskripsi:
Lokasi dan Sejarah
Patung Jalesveva Jayamahe terletak di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Patung ini dibangun untuk mengenang semangat dan keberanian bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan.
Desain dan Ukuran
Patung Jalesveva Jayamahe memiliki desain yang unik dan megah. Patung ini berbentuk seorang prajurit Angkatan Laut Indonesia yang berdiri tegak dan siap untuk berjuang. Tinggi patung ini mencapai 30,6 meter dan berat 600 ton.
Makna dan Simbolisme
Patung Jalesveva Jayamahe memiliki makna yang mendalam dan simbolisme yang kuat. Patung ini merupakan simbol keberanian dan semangat bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan. Selain itu, patung ini juga merupakan simbol identitas kota Surabaya dan provinsi Jawa Timur.
Fungsi dan Kegunaan
Patung Jalesveva Jayamahe memiliki beberapa fungsi dan kegunaan, antara lain:
– Sebagai simbol keberanian dan semangat bangsa Indonesia.
– Sebagai monumen peringatan perjuangan bangsa Indonesia.
– Sebagai objek wisata yang menarik.
– Sebagai simbol identitas kota Surabaya dan provinsi Jawa Timur.
Keunikan dan Kekhasan
Patung Jalesveva Jayamahe memiliki beberapa keunikan dan kekhasan, antara lain:
– Desain yang unik dan megah.
– Ukuran yang besar dan mencolok.
– Makna yang mendalam dan simbolisme yang kuat.
– Fungsi dan kegunaan yang beragam.
simfoni bunga di wajah
PELUKIS:
CHELSELYA FEBRIANI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
lukisan ini bermakna tentang wajah yang tertutupi oleh bunga bahwa seseorang tidak ada yang sempurna dan tersembunyi
kedamaian dan keindahan alam
PELUKIS:
DIAH AYU SINTYA
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media:cat air di atas kanvas
Ukuran: 40×60
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan ini mengajak kita untuk merenungkan keindahan alam dan hubungan antarmanusia. Suasana senja yang romantis dan damai menciptakan perasaan tenang dan nyaman. Siluet dua orang di atas jembatan bisa diinterpretasikan sebagai pasangan yang sedang menikmati kebersamaan, atau sebagai simbol perjalanan hidup yang dilalari bersama. Lukisan ini mengingatkan kita tentang pentingnya menghargai keindahan alam dan hubungan antarmanusia. Kita harus selalu mengambil waktu untuk merenungkan dan menikmati keindahan yang ada di sekitar kita.
Dalam Pelukan Sunyi
PELUKIS:
DINDA NUR SAFIRA
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan : 2020
Deskripsi karya :
Gambar tersebut menampilkan pemandangan laut yang tenang dengan gradasi warna biru yang indah, dari biru muda di bagian atas hingga biru tua di bagian bawah, menciptakan efek kedalaman air. Di atas laut, terdapat langit yang cerah dengan beberapa awan putih tipis, menambah kesan luas dan terbuka.
Di bagian tengah gambar, terdapat siluet hitam yang menonjol, berbentuk seperti kepala atau wajah manusia yang menghadap ke kiri. Siluet ini tampak seperti pulau kecil atau daratan yang dilihat dari kejauhan. Di atas siluet, terdapat tiga ekor burung camar yang terbang, dua di antaranya berwarna hitam dan satu berwarna putih. Burung-burung ini menambah dinamika pada gambar dan memberikan kesan hidup.
Secara keseluruhan, gambar ini menciptakan suasana yang tenang dan damai, dengan kombinasi warna biru yang menenangkan dan siluet hitam yang misterius. Pemandangan laut yang luas dan langit yang cerah memberikan kesan kebebasan dan keterbukaan. Kehadiran burung-burung camar menambah sentuhan alam yang hidup dan bergerak. Siluet hitam di tengah gambar menjadi fokus utama, menimbulkan rasa ingin tahu tentang apa yang sebenarnya di balik bentuk tersebut.
Diangkat Angan
PELUKIS:
DIVA FEPTI NIA ANJANI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media:Cat air di atas kanvas
Ukuran:40cm x 60 cm
Tahun Pembuatan:2025
Deskripsi Karya:
Saya akan menggambar seorang perempuan dengan sayap biru yang berlutut akan terjatuh. Dengan elemen tambahan 6 burung yang terhubung dengan tali ke tubuh perempuan tersebut, yang berlatar belakang warna gelap memberi kesan emosional. Dengan makna perempuan yang ingin menyerah dengan keadaan namun ada beberapa hal yang dia buat ragu untuk menyerah, seperti mimpi dan harapannya. Dan merpati itulah dari banyaknya harapan.
Perjalanan Bersama
PELUKIS:
DIYAH AYU FEBRIANTI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat Akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40×60
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Menggambarkan perjalanan sepasang kekasih yang berani keluar dari zona nyaman mereka dan menjelajahi hal-hal baru bersama. sepasang kekasih yang saling bergandengan tangan atau berjalan berdampingan, menunjukkan kebersamaan dan dukungan mereka. pemandangan yang luas dan beragam menunjukkan berbagai kemungkinan dan petualangan yang menanti mereka. warna- warni cerah dan berani mencerminkan semangat petualangan dan keberanian mereka.
WAKTU DAN PERUBAHAN
PELUKIS:
IRKHAM MURTADHO
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
matahari terbenam menandai berakhirnya hari dan dimulainya malam. fenomena ini mengingkatkan kita akan siklus waktu yang terus berjalan dan perubahan yang tak terhindarkan.
The Moon Water
PELUKIS:
ISMI LATIFA HANUM
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
DESKRIPSI
Media : Cat air di atas kanvas
Ukuran : 40 cm × 60 cm
Tahun Pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
Bulan dan refleksi air menciptakan ilusi batasan yang hilang. Keduanya tampak menyatu, menciptakan harmoni yang indah. Menggambarkan bagaimana batasan antara individu atau kelompok dapat melebur ketika ada kesamaan tujuan atau nilai-nilai yang dianut bersama.
Batasan yang Menantang Bulan yang tergantung tinggi di langit menunjukkan batasan yang harus diatasi untuk meraih sesuatu yang lebih tinggi. Menggambarkan bagaimana batasan dapat membawa seseorang menuju pertumbuhan dan pencapaian yang lebih besar.
Batasan dan Keindahan Lukisan ini menunjukkan keindahan yang muncul dari batasan antara terang dan gelap, antara bulan dan malam. Menggambarkan bagaimana batasan dapat menjadi bagian dari keindahan dan keunikan sesuatu, serta bagaimana perbedaan dapat saling melengkapi, batasan dalam diri.
Refleksi bulan di air dapat diartikan sebagai representasi diri yang lain, yang mungkin tersembunyi di dalam batasan-batasan yang kita buat sendiri. Mengajak untuk merenungkan batasan-batasan yang ada dalam diri sendiri, dan mencari cara untuk memahami dan menerima diri sendiri secara utuh. Menjelajahi Batasan Emosi Warna hitam dan putih yang kontras dapat melambangkan emosi yang kuat dan berbeda. Menggambarkan bagaimana hubungan dapat menjadi tempat untuk menjelajahi dan memahami berbagai emosi, serta belajar untuk mengelola batasan-batasan emosi yang mungkin muncul.
Batasan Senja
PELUKIS:
JONATHAN RISQI ALIFVIANSYAH
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat minyak di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
* Elemen-Elemen yang Berinteraksi: Lukisan ini menampilkan burung-burung yang terbang melintasi batasan senja. Burung-burung ini adalah simbol dari perjalanan, eksplorasi, dan kebebasan. Mereka bergerak bersama-sama, menunjukkan bahwa penjelajahan batasan dapat dilakukan secara коллектив.
• Refleksi pada Air: Air di bawahnya memantulkan langit dan burung-burung, menciptakan ilusi visual yang menarik. Refleksi ini melambangkan bagaimana batasan dapat dilihat dari perspektif yang berbeda, dan bagaimana penjelajahan dapat membawa pemahaman yang lebih dalam.
Interpretasi dalam Konteks Tema:
Lukisan ini mengajak kita untuk merenungkan tentang batasan-batasan dalam hidup kita. Batasan itu bisa berupa perbedaan budaya, keyakinan, atau bahkan perbedaan dalam diri kita sendiri. Melalui kolaborasi dan perjalanan bersama, kita dapat menjelajahi batasan-batasan ini, belajar satu sama lain, dan tumbuh bersama.
Pesan yang Disampaikan:
Lukisan “Batasan Senja” ini menyampaikan pesan yang kuat tentang pentingnya persatuan dan kolaborasi dalam menghadapi perbedaan. Ia mengajak kita untuk membuka diri terhadap perspektif baru, berani keluar dari zona nyaman, dan menjelajahi dunia bersama-sama.
PENGORBANAN CINTA
PELUKIS:
JUMROTUL ALIF FAIZIN
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Pengorbanan cinta, dengan menanggung beban sendirian. Ada orang yang rela menanggung beban masalah atau tanggung jawab sendirian demi melindungi orang orang yang mereka cintai. Mereka mungkin tidak ingin orang lain khawatir atau terlibat dalam masalah mereka, dan Bulan purnama yang menekankan kesepian yang ia rasakan akibat pengorbanan dan beban yang ditanggungnya.
Kedamaian senja
PELUKIS:
KARTINI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Lukisan ini menggambarkan pemandangan matahari terbenam yang indah, Langit didominasi warna oranye dan merah yang hangat, menciptakan suasana senja yang menenangkan. Matahari terbenam terlihat setengah lingkaran putih cerah di tengah langit, memancarkan cahaya yang lembut.
Di bagian bawah lukisan, terdapat dermaga kayu dengan pagar pembatas berwarna hitamSiluet dua pohon palem terlihat di sisi kanan lukisan, menambah kesan tropis pada pemandangan ini.
Di kejauhan, terdapat siluet pegunungan. Pantulan cahaya matahari terbenam di permukaan air menciptakan efek kilauan yang menambah keindahan lukisan ini.
Secara keseluruhan, lukisan ini menampilkan pemandangan senja yang memukau dengan perpaduan warna yang harmonis dan komposisi yang seimbang.
Beban : Jembatan Menuju Ketangguhan
PELUKIS:
KHOIRUL ANAM
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
“Beban hari ini adalah fondasi kekuatan masa depan. Otot, karakter, dan mental tumbuh dalam ketidaknyamanan. Rasa lelah dan perjuangan adalah investasi untuk menjadi lebih tangguh. Seperti otot yang robek agar tumbuh lebih kuat, kita pun harus menghadapi tantangan untuk berkembang. Jangan takut pada beban-ia adalah guru ketahanan, disiplin, dan ketekunan. Di balik setiap beban, tersembunyi kekuatan yang menanti untuk diklaim.”
Tow Worlds
PELUKIS:
LATHIFAH AYU PALUPI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 60 cm × 40 cm
Tahun Pembuatan : 2024
Deskripsi Karya :
“Tow Worlds” adalah sebuah lukisan yang menceritakan tentang dua dunia yang kontras. Dunia penuh warna dan dunia yang terasa gelap menenangkan yang dipisahkan oleh portal. Dunia itu digambarkan dengan padang bunga yang berwarna warni dan padang bunga yang sudah menguning. Terdapat dua kupu-kupu yang saling berhadapan dipisahkan oleh portal. Kupu-kupu melambangkan upaya kita untuk mencari titik temu atau bahkan melewati batasan-batasan itu.
Inti dari lukisan “Tow Worlds”
menggambarkan perjalanan kita mencari titik temu kenyamanan, bisa di bagian dunia penuh warna yang menyenangkan dan dunia yang gelap menenangkan.
CELAH WAKTU
PELUKIS:
LISA HANIM
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat air di atas kanvas
Ukuran: 100 cm x 80 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan “CELAH WAKTU” ini menggambarkan sebuah jam pasir dengan elemen yang membuatnya menarik dan penuh makna. Beberapa elemen menonjol yang bisa kita
Jam Pasir sebagai Waktu: Jam pasir adalah simbol universal dari waktu yang terus berjalan, tidak dapat dihentikan, dan mengingatkan kita akan sifat sementara kehidupan.
Manusia dalam Jam Pasir: Sosok manusia yang berada di dalam jam pasir menekankan bahwa manusia hidup dalam batasan waktu. Mereka berjuang, berupaya, dan meraih sesuatu dalam rentang waktu yang diberikan.
Langit dan Awan: Langit yang luas dan awan di atas jam pasir bisa jadi melambangkan kebebasan, impian, atau harapan. Manusia mungkin memiliki keterbatasan waktu, tetapi mereka tetap memiliki impian yang tak terbatas.
Warna dan Pencahayaan: Penggunaan warna dan pencahayaan yang dramatis menciptakan suasana yang kuat. Warna gelap di bagian bawah dan cahaya di bagian atas memberikan kesan kontras antara masa lalu dan masa depan, antara kesulitan dan harapan.
Pesan yang Ingin Disampaikan:
Lukisan ini seolah ingin menyampaikan pesan tentang bagaimana manusia menjalani hidup dalam keterbatasan waktu.
Ia mengajak kita untuk merenungkan:
Apakah kita sudah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya?
Apakah kita sudah mengejar impian kita sebelum waktu habis?
Apakah kita sudah memberikan arti yang berharga dalam hidup kita?
Kesimpulan:
Lukisan ini adalah sebuah karya seni yang kuat dan penuh makna. Ia mengajak kita untuk merenungkan tentang waktu, kehidupan, dan impian. Setiap orang dapat menafsirkan lukisan ini sesuai dengan pengalaman dan pemahaman mereka masing-masing.
perbedaan budaya dan alam
PELUKIS:
MUHAMMAD KHOIRUR RIFKI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Keindahan dan keragaman budaya Indonesia, yang dipadukan dengan keindahan alamnya. Lukisan ini menampilkan berbagai ikon budaya Indonesia, seperti candi Borobudur, jembatan Merah Putih, dan motif batik, yang dipadukan dengan pemandangan alam yang indah, seperti gunung dan laut. Tema ini menekankan kebanggaan dan kecintaan terhadap Indonesia.
KEINDAHAN ALAM DAN HARMONI
PELUKIS:
NANDA ARDIANSYAH
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media:cat akrilik di atas kanfas
Ukuran:40 cm×60 cm
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya
Menggambar alam dan hewan hewan yang ada di hutan
serta aliran air sungai yang berwarna biru bening
-sungai , melambangkan kejernihan,kesucian dan kehidupan
-hutan , melambangkan keindahan, keanekaragaman dan
haromoni
-hewan, melambangkan kelestarian lingkungan yang asri.
SURREALISME (ALAM MIMPI)
PELUKIS:
NARDIANSYAH REZA SAPUTRA
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat air di atas kanvas
Ukuran: 40×60
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi:
Sebuah lanskap yang sunyi tetapi tetap memiliki keindahan dan kehidupan, bulan yang menyala terang menerangi kesunyian, memberikan harapan dan kebijaksanaan juga bisa diartikan sebagai sebuah refleksi tentang kehidupan dan keberlangsungan hidup dalam kondisi yang tidak biasa
HARMONI ALAM DAN KEHIDUPAN
PELUKIS:
NELDA PUTRI ANGGRAENI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media: water color diatas kanvas
ukuran: 40 cm × 60 cm
tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
“Harmoni alam dan kehidupan” menggambarkan langit dengan nuansa biru dan sedikit awan putih. Deretan pohon pinus hijau yang membingkai pegunungan di kejauhan dan juga terdapat sungai dengan nuansa warna kebiruan.
teknik yang digunakan dalam karya ini adalah kombinasi antara sapuan kuas halus untuk menciptakan efek gradasi.
DINAMIS DAN PETUALANGAN
PELUKIS:
NIKEN SUKMA ANDITA
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40×60 cm
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
” Lukisan ini menggambarkan lanskap dengan sungai yang mengalir deras di antara pepohonan rindang. Seorang nelayan dengan topi khasnya terlihat sedang mencari ikan di sungai.
Simbolisme Mendalam:
* Sungai: Sungai sering menjadi simbol kehidupan, perjalanan, dan perubahan. Aliran sungai yang deras menunjukkan dinamika kehidupan yang terus berjalan dan tantangan yang mungkin dihadapi.
* Pohon-pohon: Pohon-pohon yang rimbun melambangkan pertumbuhan, kekuatan, dan ketahanan. Mereka juga bisa menjadi simbol perlindungan dan tempat berlindung.
* Nelayan: Nelayan dalam lukisan ini mewakili manusia yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Interaksi antara nelayan dan sungai mencerminkan hubungan timbal balik antara manusia dan alam.
* Langit dan Awan: Langit dengan awan yang bergerak memberikan kesan dinamis dan perubahan. Ini bisa menjadi metafora untuk perubahan dalam hidup yang selalu terjadi.
Filosofi yang Terkandung:
Dari elemen-elemen visual ini, kita bisa menyimpulkan beberapa pesan filosofis:
* Kehidupan adalah Perjalanan: Lukisan ini mengajak kita untuk melihat kehidupan sebagai sebuah perjalanan yang terus bergerak, seperti aliran sungai. Ada tantangan dan rintangan (diwakili oleh aliran deras), tetapi juga ada keindahan dan sumber daya (diwakili oleh alam yang subur).
* Manusia dan Alam adalah Satu Kesatuan: Lukisan ini menekankan keterkaitan yang erat antara manusia dan alam. Nelayan yang mencari ikan di sungai adalah contoh bagaimana manusia bergantung pada alam untuk memenuhi kebutuhan hidup.
* Kerja Keras dan Ketekunan: Sosok nelayan yang tekun mencari ikan mengajarkan tentang pentingnya kerja keras dan ketekunan dalam menghadapi tantangan hidup.
* Adaptasi dan Keseimbangan: Manusia perlu beradaptasi dengan perubahan alam dan belajar menjaga keseimbangan ekosistem agar dapat hidup berdampingan secara harmonis.
Interpretasi Pribadi:
Tentu saja, setiap orang dapat memiliki interpretasi yang berbeda terhadap lukisan ini. Pengalaman hidup dan latar belakang budaya dapat memengaruhi bagaimana seseorang memahami dan memaknai karya seni.
Kesimpulan:
Lukisan ini bukan hanya sekadar pemandangan alam yang indah, tetapi juga mengandung pesan filosofis yang mendalam tentang kehidupan, manusia, dan alam. Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami dan mengapresiasi karya seni ini lebih dalam.
GUNUNG FUJI
PELUKIS:
PINGKY REVIONITA
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
MEDIA : Cat akrilik di atas kanvas
UKURAN : 40×60
TAHUN OEMBUATAN : 2025
DESKRIPSI KARYA :
Lukisan ini menggambarkan Gunung Fuji yang megah dengan latar langit biru cerah, air yang tenang, dan bunga sakura yang bermekaran. Filosofi yang bisa diambil dari lukisan ini adalah sebagai berikut:
Keteguhan dan Keindahan dalam Keseimbangan
Gunung Fuji melambangkan keteguhan, ketahanan, dan ketenangan. Sementara itu, bunga sakura yang rapuh dan indah mencerminkan kefanaan serta keindahan yang sementara dalam hidup. Lukisan ini mengajarkan bahwa hidup yang seimbang antara kekuatan dan kelembutan akan menciptakan harmoni.
Fana tapi Berharga
Bunga sakura hanya mekar dalam waktu singkat, mengingatkan kita bahwa segala sesuatu dalam hidup bersifat sementara. Namun, justru karena kefanaannya, keindahannya menjadi lebih berharga. Ini mengajarkan kita untuk menikmati setiap momen dengan sepenuh hati.
Refleksi dan Ketenangan
Permukaan air yang tenang mencerminkan keindahan alam di atasnya. Ini melambangkan ketenangan batin yang memungkinkan seseorang untuk merefleksikan keindahan hidup. Sama seperti air yang jernih memantulkan keindahan sekitar, hati yang tenang akan memancarkan kebijaksanaan dan ketentraman.
Perjalanan dan Pendakian
Gunung Fuji sering dikaitkan dengan perjalanan spiritual dan usaha yang gigih dalam mencapai puncak kehidupan. Setiap orang memiliki gunungnya masing-masing untuk didaki—entah itu dalam karier, hubungan, atau pencarian makna hidup. Proses mendaki adalah bagian dari perjalanan yang harus dinikmati, bukan sekadar tujuannya.
Keseluruhan lukisan ini mengajarkan bahwa kehidupan adalah perpaduan antara keindahan dan kefanaan, kekuatan dan kelembutan, perjalanan dan refleksi. Jika kita mampu menikmati setiap momen dengan hati yang tenang dan bersyukur, kita akan menemukan harmoni sejati dalam kehidupan.
Melihat ke Dunia Ajaib
PELUKIS:
RIKHMA AMINATUS SAFRINA
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat akrilik diatas kanvas
Ukuran : 40cm × 60cm
Tahun Pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
“Melihat ke Dunia Ajaib” adalah sebuah lukisan yang menggambarkan seseorang anak kecil memasuki dunia fantasi keajaiban dan keindahan didunia.
Dalam karya ini menggunakan warna” yang mencolok yang menggambarkan dunia penuh warna dan beberapa elemen seperti pepohonan, hewan, air terjun yang menggambarkan beberala keunikan di dunia.
Di latar depan terlihat sosok anak kecil bersentajakan kuas dengan perasaan yang tenang dan senang dengan melihat keunikan” yang ada disekitarnya, seseorang perempuan hebat yang sedang bersiap menghadapi tantangan” yang menarik di kehidupan selanjutnya.
Sebuah jamur yang terlihat sangat sumringah menyambut seseorang anak kecil akan mendatangi dunianya, senyuman yang manis dengan mata yang bersinar terang menggambarkan seseorang yang sangat bangga atas perjuangan, keberanian yang tekah ia lalui.
Air terjun yang sangat tenang dengan gradasi warna biru soft dan putih yang menggambarkan air mengalir dengan lembut seperti hati seseorang anak kecil yang tidak pernah menyerah yang selalu terus maju mengalir deras apapun itu rintangan dan masalah yang telah menghantuinya.
Bebatuan yang sudah diselimuti lumut terlihat sangat tenang disaat air menerpanya, ia sangat kuat tegar dan tidak pernah hancur ketida diterpa air seperti sosok anak kecil tersebut.
Secara keseluruhan “Melihat ke Dunia Ajaib” menggambarkan seorang anak kecil pemerani, bersenjatakan kuas dan imajinasi, memasuki dunia fantasi yang penuh warna dan keajaiban. Di sana, ia bertemu dengan makhluk-makhluk unik dan siap untuk menghadapi tantangan-tantangan yang menarik.
CINTA DIBAWAH REMBULAN
PELUKIS:
SAID HADI MULYO
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
media: cat akrilik di atas kanvas
ukuran:40cm×60cm
tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya:
CINTA DI BAWAH REMBULAN adalah suatu bulan purnama yang besar dan cahaya menjadi pusat perhatian,menciptakan suasana magis dan romantis.Cahaya bulan juga memberikan kontras yang kuat dengan siluet pasangan dan pepohonan.
jejak di pasir waktu
PELUKIS:
SITI DWI RAMADHANI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media: cat akrilik diatas kanvas
ukuran: 40cm × 60 cm
tahun pembuatan: 2025
deskripsi karya:
jejak kaki yang berdampingan menggambarkan perjalanan bersama dalam menemukan batasan, perahu kecil di kejauhan dapat diartikan sebagai simbol perjalanan hidup, posisi ayah dan anak yang bergandengan tangan menunjukkan ikatan emosional yang kuat.
Gunung yang tenang
PELUKIS:
SITI KUSNUL KHOTIMAH
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat Akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40 cm × 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya :
“Gunung yang tenang” adalah sebuah lukisan yang menggambarkan suasana gunung yang tenang di tepi sungai dan sawah dengan nuansa ketenangan. Dalam karya ini warna-warna lembut seperti biru, biru tua, dan putih berpadu harmonis di langit menciptakan gradasi yang memancarkan rasa damai.
Ada gunung yang menjulang tinggi mewakili kekuatan dan keindahan alam, di tepi gunung ada sawah yang mewakili perubahan dan pertumbuhan. Dan ada juga sungai yang menggambarkan kesederhanaan dan kepolosan alam gunung yang jauh dari kebisingan kota.
Teknik yang digunakan dalam karya ini adalah kombinasi antara sapuan kuas halus untuk menciptakan gradasi warna langit yang cerah dan untuk memberikan tekstur dan kedalaman pada utama elemen lukisan.
Secara keseluruhan “Gunung yang tenang” menggambarkan kekuatan, ketenangan, kesederhanaan dan keindahan alam.
Sinergi Hubungan Manusia dan Alam
PELUKIS:
SITI NUR RIKA
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan ini memiliki nuansa alam yang kuat dengan elemen simbolis yang kaya. Di bagian latar belakang, terdapat langit biru cerah dengan awan putih yang lembut, serta laut biru yang memberikan kesan ketenangan.
Di bagian tengah, terdapat dua pohon dengan cabang yang dihiasi dedaunan hijau dan bunga merah muda. Masing-masing pohon memiliki lingkaran besar di antara dahannya yang menggambarkan dua konsep berbeda. Pohon di sebelah kiri menampilkan bola dunia dalam bentuk daun, melambangkan keseimbangan alam dan kehidupan. Pohon di sebelah kanan menampilkan elemen alam seperti air, daratan, matahari, dan pohon kering, yang mungkin melambangkan siklus kehidupan atau tantangan lingkungan.
Di bagian depan, terdapat dua siluet manusia berdiri di tepi pantai, menghadap ke laut dan pohon-pohon. Mereka tampak seolah-olah sedang merenung atau mengamati dunia di sekitar mereka, yang dapat mencerminkan hubungan manusia dengan alam atau dampak yang mereka miliki terhadap lingkungan.
Secara keseluruhan, lukisan ini menggambarkan keseimbangan antara manusia dan alam, serta menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan.
Melodi kehidupan
PELUKIS:
SOFIA CANTIKA DEWI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Tentu, mari kita bedah lukisan ini menjadi deskripsi yang lebih detail:
Tema dan Objek:
Lukisan ini mengangkat tema dualitas atau perbedaan yang berdampingan dalam kehidupan. Objek utamanya adalah sebuah pohon yang terbelah dua, secara visual dan tematik, menjadi dua bagian yang kontras.
Sisi Kiri:
* Warna: Didominasi warna biru cerah pada langitnya, dengan awan putih yang menggumpal. Warna hijau dan kuning pada bagian bawah lukisan menambah kesan segar dan hidup. Warna merah muda pada dedaunan pohon memberikan sentuhan ceria dan feminin.
* Elemen: Langit yang luas dengan beberapa burung kecil yang terbang bebas. Tanah yang subur ditumbuhi rumput hijau dan bunga-bunga kecil berwarna merah muda dan putih. Pohon dengan daun yang rimbun dan berwarna merah muda, memberikan kesan kehidupan dan pertumbuhan.
* Suasana: Sisi kiri lukisan ini memancarkan suasana yang cerah, segar, bahagia, dan penuh harapan.
Sisi Kanan:
* Warna: Langit di sisi kanan didominasi warna abu-abu gelap, memberikan kesan mendung dan suram. Tanah di bawah pohon terlihat kering dan tandus dengan warna coklat yang kusam. Warna pada pohon pun berubah menjadi coklat, abu-abu, dan hitam, menandakan kematian atau ketiadaan kehidupan.
* Elemen: Langit yang gelap dengan awan yang menggumpal, memberikan kesan yang berat dan menakutkan. Tanah yang tandus dan kering tanpa tumbuhan. Pohon dengan ranting-ranting yang gundul dan kering, memberikan kesan kehilangan dan keputusasaan.
* Suasana: Sisi kanan lukisan ini memancarkan suasana yang muram, sedih, putus asa, dan penuh ketidakpastian.
Simbolisme:
* Pohon: Pohon dalam lukisan ini menjadi simbol sentral dari kehidupan itu sendiri. Dua bagian pohon yang berbeda mencerminkan dua sisi kehidupan yang berbeda, yaitu kebahagiaan dan kesedihan, harapan dan keputusasaan, kehidupan dan kematian.
* Warna: Penggunaan warna yang kontras antara kedua sisi lukisan semakin mempertegas perbedaan tema yang ingin disampaikan. Warna cerah di sisi kiri melambangkan kehidupan yang positif, sedangkan warna gelap di sisi kanan melambangkan kehidupan yang negatif.
* Langit dan Tanah: Kondisi langit dan tanah di masing-masing sisi lukisan juga turut mendukung simbolisme yang ingin disampaikan. Langit yang cerah dan tanah yang subur melambangkan kehidupan yang baik, sedangkan langit yang gelap dan tanah yang tandus melambangkan kehidupan yang buruk.
Interpretasi:
Lukisan ini mengajak kita untuk merenungkan tentang kehidupan yang tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya kita berada di sisi yang cerah dan bahagia, namun ada kalanya juga kita terjerumus ke sisi yang gelap dan penuh kesedihan. Namun, lukisan ini juga memberikan pesan bahwa kedua sisi kehidupan ini selalu berdampingan dan merupakan bagian dari satu kesatuan yang utuh.
barong dan rangda
PELUKIS:
SOFIAN ARIS SAPUTRA
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
saya akan mengabarkan barang gagah dan kuat. rangda di gambarkan menyeramkan ekspresi wajah keduanya menunjukkan kemarahan dan neka.latar belakang berupa hutan atau pura yang mistis.lukisan tersebut menampilkan barang dan rangda dalam posisi bertarung mencerminkan tema klasik pertarungan antara kebaikan dan kejahatan
Peaceful Twilight
PELUKIS:
SOVIA RAMANDANI
KELAS:
XII-5
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40 x 60 cm
Tahun Pembuatan : 2025
Deskripsi Karya :
Lukisan “peaceful twilight” ini menggambarkan langit senja yang berwarna warni. Perpaduan warna biru, pink, orange dan kuning yang disapu halus membentuk gradasi yang menyatu.
Bukit dan juga semak-semak berwarna gelap menandakan hari akan berganti dengan malam. Burung-burung yang beterbangan akan pulang ke rumah mereka masing-masing.
Ladang bunga yang luas dengan bunga yang berwarna-warni yang banyak menjadikan lukisan lebih berwarna.
Lukisan ini keseluruhan menjelaskan tentang senja yang damai di ujung hari.
NEGARA YANG LUNTUR OLEH KKN
PELUKIS:
AHMAD MUSYAFA
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
MEDIA:Cat acrylic di atas kanvas
UKURAN: 60x40cm
TAHUN PEMBUATAN:2025
DESKRIPSI:
“NEGARA YANG LUNTUR OLEH KKN” menggambar sebuah negara yang hampir seluruh pegawai pemerintah negara tersebut telah melakukan tindakan KORUPSI,KOLUSI & NEPOTISME.Sumbu adalah sebuah pemimpi negara yang akan menghancurkan seluruh negara tersebut dan akan memulainya dari awal lagi
Keindahan yg tersendiri
PELUKIS:
BAGUS TRI CAHYONO
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat Acrylic diatas kanvas
Ukuran: 60 cm × 40 cm
Tahun pembuatan: 2025
Keindahan Yang Tersendiri
PELUKIS:
BAGUS TRI CAHYONO
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40×60
Tahun Pembuatan : 2025
Deskripsi karya : “Keindahan Yang Tersendiri” adalah sebuah lukisan yang menggambarkan suasana kesendirian yang saya ibaratkan disebuah pohon yang berdiri sendiri di daerah dataran tinggi.
Kemudian saya menggunakan 3 warna cat yaitu biru putih dan hitam saja,biru dan hitam saya gunakan untuk langit,putih untuk awan yang berada dibelakang pohon,dan hitam lagi saya gunakan sebagai bukit yang ada pohonnnya,saya juga menambahkan percikan putih putih untuk di awan sebagai bintang bintang yang bertebaran untuk menambah keindahan dan keselerasan,pohon saya gunakan hitam dan tidaak ada daunnya/hanya ranting ranting saja.
Secara keseluruhan menggambarkan tentang keindahan yang sendiri,jiwa yang tenang dan nyaman.
Tehnik yang saya gunakan sesuai dengan tutorial youtube tapi hasilnya beda karena saya first time melukis hehe, maaf jika kurang bagus,tetapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin
terbang dalam kesakitan
PELUKIS:
DENIK SOFIYAH
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat akrilik diatas kanvas
Ukuran : 60×40
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi karya :
Lukisan ini menggambarkan sosok bersayap dari belakang, dengan rambut dikepang panjang. Sayapnya berwarna coklat dan tampak sedikit kusam, kontras dengan latar belakang abu-abu yang redup. Sosok tersebut tampak memiliki luka di punggungnya, dengan noda merah yang terlihat seperti darah.
Gaya lukisan ini terkesan surealis dan misterius, dengan penggunaan warna-warna yang lembut namun kontras. Sosok bersayap tersebut bisa diinterpretasikan sebagai malaikat yang terluka, atau simbol dari kerapuhan dan kesedihan. Noda merah di punggungnya menambah kesan dramatis dan menimbulkan pertanyaan tentang apa yang telah terjadi pada sosok tersebut.
Jalan pulang menuju keabadian
PELUKIS:
DEWI RAHAYU
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 60×40
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
Lukisan ini menggambarkan perjalanan menuju cahaya sebagai simbol keabadian. Jalan berliku melambangkan kehidupan yang penuh tantangan, sementara warna emas dan jingga menciptakan kesan harapan dan ketenangan. Dua sosok yang berjalan beriringan merepresentasikan kebersamaan atau refleksi perjalanan batin. Karya ini mengajak kita memikirkan arti pulang dan jejak yang kita tinggalkan dalam hidup.
Breaking the change, chasing the light
PELUKIS:
DHAFI AULIA EXXA FA IZAH
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
DESKRIPSI KARYA
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan “Breaking the Chains, Chasing the Light” terinspirasi dari adegan ikonik dalam film Disney Tangled saat lagu “I See the Light” mengalun, menggambarkan momen Rapunzel dan Flynn Rider di atas perahu yang diterangi lentera-lentera berpendar. Dengan mengusung tema “Exploring Boundaries Together”, karya ini bukan sekadar representasi romantis, tetapi juga perjalanan dua individu yang saling mendukung untuk melampaui batasan mereka. Selain itu, dalam lukisan ini juga terinspirasi dari penggalan lirik lagu Cars outside James Arthur yang berbunyi “Oh, darling, all of the city lights
Never shine as bright as your eye”.
Siluet pasangan di atas gondola mencerminkan keberanian dalam menghadapi ketidakpastian. Lautan luas yang bergelombang melambangkan rintangan, sementara lentera-lentera yang melayang ke angkasa menjadi simbol harapan dan kebebasan. Siluet kerajaan yang terkesan gelap melambangkan dunia baru yang mereka pikir gelap namun ternyata dunia tersebut lebih indah dari yang mereka bayangkan karena harapan-harapan mereka akan terwujud di sana.
Lukisan ini menyampaikan pesan bahwa eksplorasi tidak selalu dilakukan sendirian terkadang, melampaui batas menjadi lebih bermakna ketika dilakukan bersama seseorang yang percaya dan mendukung kita.
KAPAL LAYAR SENJA HARI
PELUKIS:
DHANIL YULIANTO
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Lukisan saya berjudul “KAPAL LAYAR DI SENJA HARI”,
Media:cat agrilik diatas kanvas
Ukuran:100cm x 80cm
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya:
Lukisan ini menampilkan sebuah kapal layar hitam yang berlayar di tengah lautan dengan latar belakang langit senja yang penuh warna. Gradasi merah, oranye, dan kuning di langit serta pantulan cahaya di air menciptakan suasana dramatis dan tenang. Siluet burung-burung yang terbang menambah kesan kehidupan dan kebebasan. Kapal dengan layar hitam memberikan kontras kuat terhadap warna latar belakang, menciptakan efek visual yang menarik dan misterius.
Lukisan ini bisa menggambarkan perjalanan, petualangan, atau bahkan kesendirian dalam keindahan alam.
Fusi
PELUKIS:
DWI NUR NGAINI
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40×60
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
“Fusi” adalah Lukisan yang menggambarkan dua sosok bayangan di tengah latar belakang merah yang penuh dengan cap tangan hitam. Sosok yang satu berwarna putih, sementara sosok yang lain berwarna hitam. Cap tangan hitam tersebar di seluruh latar belakang, menciptakan pola yang berulang. Lukisan ini menggunakan warna-warna yang kuat dan berani, serta sapuan kuas yang tebal dan ekspresif. Secara keseluruhan, lukisan ini menciptakan kesan yang kuat dan dramatis, serta menyiratkan te
Siluet Senja
EGIK PRATAMA
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
“Siluet Senja” adalah sebuah lukisan ekspresif yang menangkap keindahan dan ketenangan saat matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala. Langit dipenuhi gradasi warna jingga dan merah keemasan, berpadu dengan rona ungu yang lembut, menciptakan suasana damai dan melankolis.
Di latar depan, sebuah perahu kecil mengapung tenang di permukaan danau, dihuni oleh dua sosok yang duduk bersebelahan, siluet mereka terlihat samar namun penuh makna. Keheningan mereka seolah menggambarkan perbincangan tanpa kata, menikmati detik-detik terakhir sinar mentari yang menyinari perjalanan mereka.
Pohon-pohon kelapa di tepian terlihat menjulang sebagai bayangan hitam yang kontras dengan langit yang menyala. Burung-burung terbang kembali ke sarangnya, menambah kesan kehidupan yang terus berjalan seiring waktu. Air yang tenang memantulkan warna senja dengan indah, menciptakan pantulan cahaya yang seolah membelah dunia nyata dan refleksi, melambangkan antara kenangan dan harapan.
Teknik yang digunakan dalam lukisan ini menampilkan perpaduan sapuan kuas lembut untuk gradasi langit serta siluet tajam yang mempertegas objek di latar depan. Kontras antara cahaya dan bayangan memberikan dimensi mendalam, menciptakan nuansa yang intim dan penuh perasaan.
Secara keseluruhan, “Siluet Senja” bukan sekadar gambaran sebuah pemandangan, tetapi juga simbol ketenangan, perjalanan hidup, dan keindahan yang sering kali ditemukan dalam momen-momen sederhana yang penuh makna.
Adventure Is Out There
PELUKIS:
ERVANDA CHELSEA VIOLETA NATALIS
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
“Adventure is out there” adalah sebuah kalimat yang menjadi tema sentral dalam film animasi Pixar, “Up”. Frase ini berarti “Petualangan ada di luar sana” atau “Petualangan menanti di luar sana”.
Menggambarkan sebuah rumah kecil yang melayang di udara, terangkat oleh ratusan balon warna-warni yang mengisi langit dengan keceriaan. Setiap balon memiliki warna cerah—merah, biru, kuning, hijau, dan pink—menciptakan kontras yang memikat dengan langit biru yang membentang luas. Rumah kayu itu tampak sederhana, dengan jendela-jendela kecil, seolah mengundang angin petualangan masuk dan membawa semangat kebebasan. Detail-detail kecil seperti cerobong asap memperkuat nuansa kehangatan dan nostalgia.
Di latar belakang, langit dipenuhi awan-awan lembut yang tampak seolah menjadi jalan bagi rumah yang mengapung tinggi di udara. Cahaya matahari yang memantul dari balon menciptakan efek gemerlap, menambah suasana magis pada pemandangan tersebut, menghadirkan harmoni visual yang menenangkan.
Makna di balik lukisan ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga petualangan emosional—tentang impian yang terangkat tinggi oleh harapan dan keberanian. Rumah yang terbang melambangkan kebebasan untuk mengejar mimpi, tak peduli seberapa jauh atau sulit jalannya. Setiap balon yang terikat pada rumah membawa simbol kenangan, harapan, dan keinginan untuk menemukan sesuatu yang baru, mengingatkan kita bahwa petualangan sejati selalu ada di luar sana, menunggu untuk ditemukan.
Mendorong kita untuk berani keluar dari zona nyaman, menjelajahi hal-hal baru, dan meraih impian. Ini adalah ajakan untuk tidak takut menghadapi tantangan dan memanfaatkan kesempatan untuk mengalami petualangan dalam hidup, baik yang besar maupun kecil. Kalimat ini mengandung semangat optimisme dan harapan bahwa hal-hal menakjubkan dan pengalaman tak terlupakan menanti kita jika kita berani melangkah keluar.
Beyond Hope
PELUKIS:
FAIZATUL FITRIA AULIA RAMADHANI
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat acrylic di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
“Beyond Hope” adalah sebuah lukisan yang menceritakan tentang seorang gadis yang memiliki harapan besar bagi dirinya sendiri. objek bunga yang bisa diibaratkan sebagai harapan dari orang-orang di sekitarnya, karena bisa saja orang orang berfikir bahwa ia akan memetik bunga yang ada di sekelilingnya. namun, harapan dari dirinya sendiri adalah objek awan yang berada di keranjang. hal itu berarti bahwa harapan mengenai dirinya sendiri jauh lebih besar di bandingkan harapan dari orang orang di sekitarnya. objek awan mengibaratkan bahwa gadis yang berada di dalam objek itu mempunyai keinginan seperti mimpi-mimpinya di masa depan, harapan-harapan yang akan dilakukan suatu hari nanti, dan sebagainya.
dalam karya ini saya lebih cenderung menggunakan warna-warna yang elegan seperti ungu, pink, biru muda untuk menciptakan bunga abstrak, dan mencampur cat dengan sedikit air untuk bajunya.
The Sky Is Full Of Jellyfish
PELUKIS:
FARHAT RAFFI PASHA ALHAFIDH
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Acrylic on canvas
Ukuran: 40 cm × 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
“The sky is full of Jellyfish” adalah sebuah lukisan yang menggambarkan banyaknya ubur ubur yang berterbangan keluar dari laut menuju langit. sehingga langit langit dipenuhi dengan ubur ubur yang memiliki warna yang indah.
Teknik yang digunakan dalam karya ini menggunakan kuas besar untuk menciptakan background serta sentuhan tangan tangan untuk memadukan warna yang indah.
Langit yang tak pernah tidur
PELUKIS:
HARTANTO
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat acrylic diatas canvas
Ukuran :60×40
Tahun Pembuatan : 2025
Lukisan berjudul “Langit yang Tak Pernah Tidur” menggambarkan kedalaman dan keabadian alam semesta dalam sebuah komposisi galaksi yang memukau. Di kanvas yang luas, lukisan ini mengajak kita untuk melangkah ke luar angkasa, ke dalam ruang yang penuh misteri dan keindahan yang tak terhingga.
Dengan palet yang mempunyai beragam warna, beragam nuansa biru, ungu, merah , oranye, kuning,hijau, putih, abu-abu, coklat, bercampur menjadi satu, menciptakan perasaan tak terbatas, seolah langit semesta ini tidak pernah berhenti bergerak atau berubah.
Keseluruhan komposisi dalam lukisan ini tidak hanya merayakan keindahan visual galaksi, tetapi juga memberi kesan bahwa “Langit yang Tak Pernah Tidur” adalah metafora untuk alam semesta yang selalu bergerak, tidak mengenal henti. Keabadian dan ketenangan langit yang dipadukan dengan kegelisahan bintang-bintang yang tak pernah tidur, menandakan sebuah dunia yang terus berkembang dan hidup dalam setiap detik, dengan tak terhitung banyaknya kisah yang berlangsung di dalamnya—sebuah gambaran bahwa waktu di alam semesta ini tak pernah beristirahat.
Lhegrwek
PELUKIS:
HILMA HABIBANNIHAYA
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran : 40 × 60 cm
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi karya :
Lukisan “Lhegrwek” merupakan lukisan expresif diri lhegrwek merupakan kata dari bahasa Jawa yaitu legrek namun saya tuliskan menjadi lhegrwek, legrek dalam bahasa Indonesia yaitu sobek.
lukisan ini menggambarkan kan tentang seekor kupu-kupu biru yang sayapnya tampak terluka dengan sayatan dan jahitan yang diwarnai merah seperti darah, di atas latar belakang kuning kemerahan kecoklatan. Kupu-kupu biru sering dikaitkan dengan keberuntungan, kebahagiaan, transformasi, ketenangan, kreativitas, dan spiritualitas. Namun, sayapnya yang terluka menambahkan dimensi baru, melambangkan ketidaksempurnaan yang dipadukan dengan kekuatan dan ketahanan, perubahan yang dipaksakan namun tetap menghasilkan kemampuan untuk beradaptasi, keunikan individu yang menerima luka atau ketidaksempurnaan, serta perjuangan dan harapan di tengah kesulitan. Warna merah pada sayatan melambangkan perjuangan, sementara kupu-kupu yang masih hidup adalah simbol harapan dan pemulihan. Latar belakang yang hangat dan gelap menggambarkan masa lalu atau pengalaman yang telah dilalui. Secara keseluruhan, lukisan ini menyampaikan pesan tentang kekuatan, ketahanan, dan harapan di tengah ketidaksempurnaan dan kesulitan
The Color Of Silence
PELUKIS:
KARTIKA EVA MARIA ULFA
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40 cm × 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
“The Color of Silence” adalah sebuah eksplorasi visual tentang emosi yang tak terucapkan. Lukisan ini menggambarkan sosok manusia dengan ekspresi kosong, tubuhnya dilukis dalam nuansa monokrom yang kontras dengan warna-warna mencolok yang mengalir dari hidung dan mulutnya, seakan melambangkan perasaan yang tertahan di dalam diri.
Latar belakang gelap semakin memperkuat kesan sunyi dan misterius, menciptakan atmosfer yang menekan sekaligus mendalam. Warna-warna yang mengalir dari wajah sosok dalam lukisan ini melambangkan pikiran, emosi, dan suara yang tidak dapat diungkapkan secara verbal, tetapi tetap menemukan jalannya untuk keluar dalam bentuk yang berbeda.
Teknik yang digunakan dalam lukisan ini menggabungkan permainan gradasi pada tubuh untuk memberikan kesan tekstur serta sapuan warna ekspresif yang mengalir bebas, menciptakan kontras antara keheningan dan kebisingan emosi. Karya ini mengajak penikmatnya untuk merenungkan bagaimana perasaan yang tidak terucap tetap memiliki kekuatan untuk berbicara, meskipun dalam bentuk yang tak kasatmata.
Melalui “The Color of Silence”, seniman ingin menyampaikan bahwa diam bukanlah ketidakberdayaan, melainkan sebuah ekspresi yang tak selalu harus diterjemahkan dengan kata-kata. Setiap warna yang keluar dari figur dalam lukisan ini merepresentasikan kompleksitas batin manusia—rasa takut, harapan, kemarahan, hingga kebahagiaan yang mungkin tak bisa dijelaskan. Dengan menghadirkan perpaduan kontras antara keheningan dan warna-warni emosi, karya ini mengajak kita untuk lebih memahami bahwa tidak semua perasaan harus diucapkan agar dapat dimengerti.
KEBEBASAN
PELUKIS:
LAILATUL I’ISNAINI
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat Akrilik di atas Kanvas
Ukuran: 40cm x 60cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan ini menggambarkan kisah kebebasan dan keterbatasan yang dialami seorang perempuan melalui simbol kupu-kupu. Kupu-kupu, yang sering dikaitkan dengan keindahan, metamorfosis, dan kebebasan, menjadi pusat dari dua sisi yang berlawanan dalam karya ini.
Pada sisi pertama, dua ekor kupu-kupu digambarkan terbang bebas di langit yang luas dengan warna-warna cerah dan penuh kehidupan. Warna biru langit yang tenang, sentuhan cahaya keemasan dari matahari, serta nuansa lembut dari sayap kupu-kupu menciptakan perasaan damai dan penuh harapan. Simbol ini menggambarkan impian dan keinginan perempuan tersebut untuk bebas, mengikuti hatinya tanpa terhalang oleh batasan yang mengungkungnya. Kupu-kupu yang terbang tinggi mewakili kebebasan sejati—kemampuan untuk menentukan arah hidup sendiri tanpa tekanan dari orang lain.
Sebaliknya, sisi kedua menghadirkan pemandangan yang bertolak belakang. Seorang perempuan digambarkan dengan ekspresi kesedihan dan luka di tubuhnya, seolah menanggung beban yang berat akibat aturan dan ekspektasi keluarganya. Wajahnya mencerminkan ketidakberdayaan, tangannya terikat oleh rantai yang tak terlihat, dan matanya dipenuhi kesedihan. Warna-warna yang digunakan dalam bagian ini lebih gelap—hitam, merah tua, dan abu-abu mendominasi—menunjukkan penderitaan dan tekanan yang dialaminya.
Di dekat perempuan itu, seekor kupu-kupu terlihat terikat, sayapnya terlipat, tidak mampu mengepak bebas seperti yang seharusnya. Kupu-kupu yang terikat ini mencerminkan dirinya, yang meskipun memiliki impian dan keinginan untuk terbang tinggi, justru terperangkap oleh keadaan. Ia ingin bebas, ingin menentukan jalan hidupnya sendiri, tetapi aturan dan norma yang mengikatnya membuatnya merasa tak berdaya.
Kontras antara dua sisi lukisan ini menggambarkan konflik batin yang dialami perempuan tersebut. Ia mendambakan kebebasan seperti kupu-kupu yang terbang di langit, tetapi di dunia nyata, ia terkurung dalam batasan yang menyakitkan. Melalui karya ini, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa kebebasan adalah hak setiap individu, dan setiap orang berhak menentukan jalannya sendiri tanpa harus merasa terkekang oleh harapan atau aturan yang tidak sejalan dengan kebahagiaannya.
jarak antara aku dan dia
PELUKIS:
LEFANIA OVITASARI
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
media : cat akrilik
ukuran : 40×60
tahun pembuatan: 2025
deskripsi karya:
“jarak antara aku dan dia” karya ini menggambarkan hayalan seorang gadis yang lama menjalin hubungan dengan jarak jauh, dengan awan gelap berwarna abu-abu, dan pasir pantai berwarna coklat tua, air pantai yang sedikit gelap karna cahaya malam dan mendung.
di latar depan, seorang gadis duduk di pinggir pantai dengan hayalan dia di temani seorang pria di sampingnya
laut yang tenang dengan burung² yang berterbangan, ombak laut yang menghiasi pantaii awan² putih yang terlihat terangg menyinari seluruh pantai dalam lukisan ini.
teknik dalam lukisan ini adalah kombinasi antara sapuan kuas yang menghasilkan gradasii pada Lukisan ini.
secara keseluruhan “jarak antara aku dan dia” menggambarkan seorang gadis yang menjalani hubungan dengan jarak jauh
Teka Teki Alam Semesta
PELUKIS:
LUQMAN IRWANSYAH
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media : Cat Acrylic diatas kanvas
Ukuran : 60 cm × 40 cm
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi :
“Teka Teki Alam Semesta ” Adalah sebuah lukisan ekspresif yang menggambarkan misteri /rahasia luasnya alam semesta. Dalam karya ini warna warna seperti hitam, kuning dan abu abu menggambarkan sebuah bulan yang memiliki cincin diluar angkasa sana.
Secara keseluruhan “Teka Teki Alam Semesta” Menggambarkan, angkasa memiliki berbagai macam keunikan dan keistimewaan nya sendiri, contohnya sebuah bulan yang memiliki cincin layaknya Saturnus. Mungkin terlihat tidak masuk akal, tapi alam semesta itu sendiri menyimpan berbagai rahasia diluar sana.
EUNOIA
PELUKIS:
MARSANIA DWI SAFIRA
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
“EUNOIA” adalah sebuah lukisan berwarna-warni yang menggambarkan seorang perempuan dengan ekspresi lembut dan mata sayu, dikelilingi oleh berbagai bunga yang beraneka warna. Latar belakangnya berwarna biru cerah dengan efek cahaya dan gelembung yang menambah kesan magis dan imajinatif.
Tekstur cat terlihat kaya dan ekspresif, dengan sentuhan warna-warna hangat dan dingin yang berpadu harmonis. Di bagian bawah lukisan, ada elemen unik berupa tangan yang tampak seolah keluar dari bingkai, menciptakan ilusi tiga dimensi yang menarik perhatian.
Karya ini membawa nuansa melankolis namun penuh harapan, seakan menggambarkan sosok yang tengah berada di antara dunia nyata dan dunia mimpi. Efek pencahayaan yang mengelilingi kepala figur utama juga memberi kesan spiritual atau magis.
Sejuk angin tenang jiwa
PELUKIS:
MAYNDRA DAFIN ILANO
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media:cat akrilik di atas kanvas
Ukuran:100cm x 80cm
Tahun pembuatan:2025
Deskripsi karya:
Langit: Berwarna abu-abu kebiruan dengan beberapa awan putih yang terlihat seperti dibuat menggunakan teknik sapuan kuas lembut atau spons. Ada juga sekelompok burung hitam yang terbang, menambah kesan alami dan dinamis.
Lautan: Dicat dalam gradasi biru tua hingga biru muda, dengan efek ombak putih yang menggulung ke arah pantai. Teknik sapuan kuas terlihat di bagian gelombang untuk memberikan kesan air yang bergerak.
Pantai: Warna pasir kecoklatan dengan tekstur yang sedikit kasar, menciptakan kedalaman dan realisme. Ada efek busa ombak yang menghantam tepi pantai, yang dibuat dengan kombinasi warna putih dan sentuhan biru muda.
Kesan:
Lukisan ini memberikan nuansa tenang dan alami, seolah membawa kita ke tepi pantai yang damai. Penggunaan warna-warna lembut dan teknik sederhana menciptakan kesan artistik yang menarik, meskipun masih bisa lebih disempurnakan dalam detail dan gradasi warna.
hands of hope
PELUKIS:
MOH. ADAM HABIBI
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
media : cat acrilic di atas kanvas
ukuran : 60cm x 40cm
tahun pembuatan : 2025
deskripsi karya :
hands of hope(tangan harapan) merupakan sebuah lukisan yang menggambarkan seseorang yang sedang dalam keadaan putus asa dan terikat oleh kekuatan yang lebih besar. Mawar yang kelopaknya gugur melambangkan harapan yang memudar, sedangkan tangan yang mencengkeram menunjukkan kontrol atau tekanan dari pihak lain.
Lukisan ini menunjukkan sebuah tangan yang keluar dari lubang di dinding berwarna gelap. Tangan itu terlihat kotor dan menyeramkan, dengan jari-jari seperti cakar yang memegang bunga mawar. Kelopak bunga mulai jatuh satu per satu, seolah melambangkan sesuatu yang perlahan hilang.
Dari bunga itu, ada tali yang terhubung ke sosok kecil berwarna hitam di bawah. Sosok itu tampak lemah dan hampir tenggelam dalam lubang yang suram dan berada dalam keadaan sulit atau putus asa.
Di bagian atas, ada sebuah mata besar yang terlihat mengawasi, memberikan kesan misterius dan menegangkan. Warna-warna gelap, merah, dan oranye dalam lukisan ini membuat suasananya terasa penuh emosi, menggambarkan perjuangan, kehilangan harapan, atau seseorang yang berusaha bangkit tapi masih terikat oleh sesuatu yang menahannya.
JELAJAH SANG PENARI LAUT
PELUKIS:
MUHAMMAD SOLEH
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat minyak di atas kanvas
Ukuran: 40 cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2024
Deskripsi Karya:
“Jelajah Sang Penari Laut” adalah sebuah lukisan yang menggambarkan keindahan dan keanggunan ubur-ubur yang menari di kedalaman lautan. Dengan dominasi warna biru, ungu, dan hitam, karya ini menciptakan suasana magis di bawah permukaan air, di mana sinar matahari yang menembus dari atas memberikan efek bercahaya yang memperkuat pesona ubur-ubur yang melayang dengan lembut.
Di pusat lukisan, seekor ubur-ubur besar dengan warna ungu kebiruan tampak anggun, tentakelnya yang panjang menjuntai seperti pita yang bergerak mengikuti arus laut. Detail halus pada tubuh transparannya menunjukkan pantulan cahaya yang berkilauan, mempertegas tekstur lembut dan sifat ethereal makhluk ini. Di sekelilingnya, gelembung udara serta bintang-bintang kecil yang menyerupai cahaya laut memberikan nuansa fantasi yang mendalam.
Latar belakang lautan yang gelap memberikan kontras dramatis terhadap warna cerah ubur-ubur, menonjolkan kesan mistis dan keindahan yang menawan. Teknik sapuan kuas lembut digunakan untuk menciptakan efek transparan pada tubuh ubur-ubur, sementara detail garis pada tentakel dan refleksi cahaya menunjukkan ketelitian dalam menangkap gerakan alami makhluk laut ini.
Secara keseluruhan, “Jelajah Sang Penari Laut” bukan hanya sekadar lukisan tentang kehidupan bawah laut, tetapi juga sebuah representasi dari kelembutan, keanggunan, dan harmoni yang tersembunyi di kedalaman samudra. Karya ini mengundang penonton untuk meresapi keindahan dunia bawah laut yang misterius dan penuh pesona.
frozen threshold of time
PELUKIS:
MULYANA DEWI NUR AINI
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media:akrilik
Ukuran:40 x 60
Tahun pembuatan:2025
“frozen threshold of time” Adalh Sebuah lukisan ekspresif yang menggambarkan penantian tak berujung, dengan nuansa ketenangan yang penuh warna namun terasa kosong. Dalam karya ini menggabungkan warna-warna cerah seperti biru, ungu, oren, hijau, dan kuning yang melambangkan penantian. Lukisan ini juga menambahkan warna-warna gelap seperti hitam, hijau tua, biru tua, dan coklat yang menggambarkan sebuah kesunyian yang tak berujung.
Latar utama dalam lukisan ini adalah seorang gadis berambut oranye dengan gaun berwarna ungu lembut yang duduk di tengah danau seolah menunggu ketidak pastian dimana warna air danau tersebut lebih ke hijau dengan gradasi biru yang menambah kesan sunyi.
Secara keseluruhan”frozen threshold of time”
Menggambarkan penantian ketidak pastian yang tak berujung. Tetapi tetap memiliki harapan harapan yang selalu datang dalam ketidak pastian
malam yang berbintang
PELUKIS:
RAHMAD EDI MACINDO DJAURI
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
media:cat akrilik diatas kanvas
tahun pembuatan:2025
deskripsi karya:
“malam yang berbintang” adalah sebuah lukisan yang menggambarkan suasana malam yang damai dan indah. dalam karya ini,warna-wanra seperti ungu,biru,jingga dan perpaduan berbagai warna dilangit menciptakan gradasi cahaya yang memancarkan keindahan,
dikota yang damai dan masih asri terdapat keindahan langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang yang berkilauan dengan kecantikanya.
teknik yang digunakan dalam lukisan ini adalah kuat halus untuk menciptakan efek gradasi dan siluet pada pohon,tiang lampu,dan perumahanya
secara keseluruhan “malam yang berbintang” menunjukkan suasana malam dengan elemen luar angkasa yang memberikan kesan imijinatif
Cinta menembus waktu
PELUKIS:
REVA ADRIASARY L A
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media : cat akrilik diatas kanvas
Ukuran : 40 cm x 60 cm
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi karya:
“Menembus Waktu” adalah ungkapan yang memiliki beragam makna, bergantung pada bagaimana seseorang menafsirkannya. Dalam konteks fiksi ilmiah, frasa ini menggambarkan perjalanan melintasi dimensi waktu, baik menuju masa lalu untuk mengubah takdir atau ke masa depan untuk melihat apa yang belum terjadi. Dalam banyak kisah, konsep ini sering dikaitkan dengan mesin waktu, lubang cacing, atau fenomena luar biasa yang memungkinkan manusia melampaui batas waktu yang linear.
Namun, jika dipandang dari sisi refleksi dan perasaan, “Menembus Waktu” bisa berarti perjalanan batin menuju masa lalu, menghidupkan kembali kenangan yang telah berlalu. Bisa jadi, ini adalah nostalgia tentang momen-momen indah atau pelajaran berharga yang tetap melekat dalam hati. Dalam perspektif ini, waktu tidak benar-benar dilewati secara fisik, tetapi dihidupkan kembali melalui ingatan, emosi, dan cerita yang masih terasa nyata di dalam jiwa.
Di sisi lain, “Menembus Waktu” juga dapat mencerminkan pencapaian atau perjuangan seseorang dalam melewati berbagai fase kehidupan. Ini menggambarkan ketekunan dan daya tahan menghadapi perubahan, tantangan, dan ujian yang diberikan oleh waktu. Dalam pengertian ini, menembus waktu berarti melampaui keterbatasan, bertahan, dan berkembang seiring dengan perjalanan hidup.
Dengan makna yang luas dan mendalam, “Menembus Waktu” bukan sekadar tentang melangkahi batasan kronologis, tetapi juga tentang pengalaman, perasaan, dan pencapaian yang melewati dimensi waktu secara metaforis maupun harfiah.
Penari gandrung dengn sapuan kuas
PELUKIS:
RIFATUN HANIFAH
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: cat akrilik
Ukuran : 40×60
Tahun pembuatan : 2025
Deskripsi Karya
Tari Gandrung adalah tarian tradisional yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Tarian ini awalnya merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat setelah panen. Kata “gandrung” sendiri berarti terpesona atau tergila-gila, yang mencerminkan hubungan erat antara penari dan penonton dalam pertunjukan ini.
Tari Gandrung biasanya dibawakan oleh seorang penari wanita yang disebut gandrung dengan iringan musik khas, seperti gamelan Osing. Tarian ini diawali dengan bagian jejeg (pembukaan), diikuti oleh paju (interaksi dengan penonton), dan ditutup dengan seblang subuh. Kostum penari Gandrung sangat mencolok, dengan mahkota khas (omprok), kain batik, serta kipas sebagai atribut utama.
Seiring waktu, Tari Gandrung tidak hanya menjadi ritual panen, tetapi juga menjadi ikon budaya Banyuwangi yang sering dipentaskan dalam berbagai acara, termasuk Festival Gandrung Sewu yang melibatkan ribuan penari.
Indahnya senja di ujung ayunan
PELUKIS:
RIO ADITYO
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media :cat Acrylic di atas kanfas
ukuran:60 cm x 40 cm
tahun pembuatan:2025
Deskripis: Lukisan ini menggambarkan suasana senja dengan gradasi warna langit yang indah, bertransition dari biru ke oranye dan merah menyala. Di tengahnya, terdapat ayunan sederhana yang tergantung di antara ranting-ranting pohon yang berdaun lebat, menciptakan kesan damai dan nostalgia. Siluet hitam dari pepohonan dan ayunan memberikan kontras yang kuat dengan latar belakang langit yang penuh warna, menambah nuansa tenang dan sedikit melankolis.
Hidup dalam keabadian
PELUKIS:
RIZKA AYU FITRIA
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40 cm × 60cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
saya akan menggambarkan dia objek dengan warna hitam putih yang bermakna kepedihan, lukisan ini menggambarkan sebuah keadaan dimana kematian bukanlah akhir, melainkan sebuah kesinambungan yang tak terpisahkan dari keberadaan itu sendiri, ini bisa dimaknai sebagai siklus tanpa henti, dimana hidup dan mati berjalan berdampingan. Bisa diartikan bahwa kematian justru memberikan makna keabadian.
harmoni dan ketegangan
PELUKIS:
SITI LAILATUL HIDAYAH
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40cm x 60 cm
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
“Harmoni dan ketegangan” adalah lukisan yang menggambarkan suasana haru antara kegelapan dan cahaya perasaan yang tidak bisa di gambarkan antara iblis dan manusia warna merah yang melambangkan ketegangan rintangan dan warna gold dengan retakan itulah yang membuat lukisan ini hidup hitam seperti kegelapan
Teknik yang digunakan sapuan halus dan kasar
Secara keseluruhan “harmoni dan ketegangan” bisa disimpulkan lukisan ini menggambarkan dua orang yakni iblis dan manusia yang saling berpelukan karena sudah melewati tantangan untuk mencapai keharmonisan
kesendirian di hadapan kehancuran
PELUKIS:
SOFAN PRASTYO
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Medi:Cat minyak di atas kanvas
Ukuran:100cm x 80cm
Tahun Pembuatan:2025
Deskripsi Karya:
“kesendirian di hadapan kehancuran”adalah Sebuah lukisan bertema kesendirian di hutan menampilkan seorang sosok yang berdiri di tengah rimbunnya pepohonan, dikelilingi oleh bayangan dan kabut tipis yang menyelimuti tanah berlumut. Pohon-pohon tinggi menjulang, cabang-cabangnya membentuk kanopi gelap yang hanya menyisakan sedikit celah bagi cahaya rembulan atau matahari yang redup.
Sosok itu tampak kecil dan terisolasi, mengenakan pakaian lusuh yang selaras dengan warna alam di sekitarnya. Wajahnya tidak terlihat jelas, namun posturnya mencerminkan kesepian yang mendalam. Ia berdiri di dekat pohon tua yang akarnya menjalar seperti cakar, sementara dedaunan kering berserakan di bawah kakinya.
Lukisan ini tampaknya dibuat dengan teknik acrylic painting atau cat minyak di atas kanvas, menggunakan kombinasi teknik berikut:
1. Teknik Impasto – Beberapa bagian tampak memiliki tekstur tebal, terutama pada dedaunan merah. Ini mungkin dibuat dengan kuas kasar atau pisau palet untuk menciptakan efek timbul.
2. Teknik Dry Brush – Latar belakang abu-abu yang terlihat lembut dan sedikit bergradasi kemungkinan menggunakan teknik dry brush untuk menciptakan efek berkabut.
3. Teknik Splattering – Ada titik-titik putih kecil di seluruh lukisan, yang bisa dibuat dengan cara mencipratkan cat menggunakan kuas atau spons untuk memberikan kesan hujan atau salju.
4. Teknik Blending – Warna pada jalan setapak dan latar belakang tampak menyatu dengan halus, yang bisa dilakukan dengan blending kuas halus atau spons.
5. Teknik Siluet – Pohon dan sosok manusia digambar dengan warna hitam pekat, memberikan efek dramatis dengan kontras yang kuat terhadap latar belakang.
Secara keseluruhan”Kesendirian di hadapan kehancuran menggambarkan Sosok tunggal yang berjalan sendiri dengan payung di tengah jalan panjang menciptakan rasa keterasingan dan kesendirian. Tidak ada orang lain di sekitar, hanya dirinya dan pepohonan yang seakan menjadi saksi bisu.
PIKIRAN DIANTARA AWAN
PELUKIS:
SUCI MURNI
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Ukuran: 40×60
Tahun Pembuatan: 2025
Deskripsi Karya:
Lukisan ini menggambarkan sosok wanita dengan nuansa surealis dan ekspresionis. Wajahnya hanya menampilkan hidung dan bibir berwarna merah gelap, sementara matanya tersembunyi oleh rambut putih berbentuk awan yang mengembang lebar. Rambut ini tampak seperti kabut atau awan yang melayang di udara, menciptakan kesan misterius dan melankolis.
Latar belakang lukisan berwarna biru tua dengan tekstur menyerupai langit malam yang berbintang, menambah suasana dramatis dan mendalam. Wanita ini mengenakan gaun berwarna merah marun dengan potongan leher yang terb
LUKA YANG TAK TERLIHAT
PELUKIS:
TIARA AGUSTIN
KELAS:
XII-6
DESKRIPSI KARYA:
Media: Cat akrilik di atas kanvas
Tahun pembuatan: 2025
Deskripsi karya:
” Luka Yang Tak Terlihat” adalah sebuah lukisan yang mengambarkan seorang perempuan yang menangis dengan muka datar ,dengan muka datarnya ia selalu memendam masalah yang ia hadapi dalam hidupnya dan selalu tangguh mengahadapi masalnya sendiri ,dan air mata yang berwarna merah mengambarkan sebuah luka yang meluap luap dan terus mengalir seperti air.
Teknik yang digunakan dalam karya ini adalah teknik sponing dan sapuan kuas.
