SINGGAHAN – Puncak perayaan Festival Bukit (Festbuk) #9 SMAN 1 Singgahan yang digelar pada Kamis, 12 Februari 2026, berlangsung dengan gegap gempita. Sejak fajar menyingsing, atmosfer panggung dan lapangan utama sekolah sudah berdenyut dengan kesibukan panitia yang melakukan check-in, persiapan teknis, hingga briefing akhir. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian acara, yang telah dipersiapkan dengan matang sejak 24 Desember tahun lalu, dapat berjalan tanpa celah.
Acara dibuka secara khidmat dengan lantunan lagu Indonesia Raya yang menggema di seluruh area sekolah. Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Eka Wahyu Oktaviana mengungkapkan bahwa Festbuk #9 merupakan wadah apresiasi pembelajaran lintas disiplin ilmu—mulai dari Bahasa Jawa, PJOK, Seni Budaya, Fisika, Biologi, Prakarya, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, hingga Geografi. Seluruh elemen teknis dan dekorasi dikelola langsung oleh siswa kelas 11, membuktikan bahwa karya yang ditampilkan bukan sekadar tugas akademik, melainkan hasil kreasi dan inovasi nyata.
Kepala SMAN 1 Singgahan, Bapak Andi Harahab, S.Pd., M.M., turut memberikan apresiasi setinggi langit kepada seluruh panitia yang telah bekerja hampir satu bulan penuh untuk menciptakan acara yang spektakuler. Beliau menegaskan bahwa keterlibatan siswa dari kelas 10 hingga 12 dalam rangkaian acara sejak 10 Februari ini merupakan bagian penting dari kegiatan kokurikuler sekolah. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para sponsor dan tamu undangan yang hadir, yang membuat atmosfer sekolah menjadi begitu semarak.

Kemeriahan semakin berkesan dengan hadirnya jajaran Forkopimca Singgahan secara lengkap, serta jajaran pengurus komite sekolah. Ketua Komite SMAN 1 Singgahan, Ibu Azizah, bahkan menyempatkan diri menyusuri ruang pameran seni rupa dan mengapresiasi kemegahan panggung hingga acara usai. Kehadiran tamu istimewa lainnya, yakni Pengawas Sekolah Ibu Sri Restu Wahyuningsih, memberikan suntikan motivasi luar biasa. Beliau memuji totalitas siswa kelas 12 dalam menampilkan seni kethoprak dan secara personal menyerahkan setangkai bunga kepada perwakilan siswa serta guru sebagai bentuk penghargaan atas kegigihan mereka.
Daya tarik Festbuk #9 juga terbukti mampu melintasi batas wilayah dengan hadirnya rombongan siswa dan guru dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMK di wilayah Kecamatan Singgahan, bahkan hingga lembaga pendidikan dari Kecamatan Montong. Bagi sekolah-sekolah sekitar, Festbuk menjadi laboratorium seni yang hidup. “Momen ini adalah kesempatan istimewa bagi kami untuk memberikan pengalaman belajar langsung. Daripada siswa bosan di dalam kelas, Festbuk menyediakan sumber belajar mendalam melalui apresiasi seni pertunjukan dan pameran rupa,” ujar salah satu pembina sekolah dasar yang hadir.
Sebagai sajian utama, penonton disuguhkan pertunjukan kethoprak oleh kelas 12-1, 12-3, dan 12-5, serta pementasan ludruk oleh kelas 12-2, 12-4, dan 12-6 yang berhasil memukau hadirin melalui penghayatan peran yang kuat. Suasana semakin cair dengan selingan penampilan band yang menghidupkan atmosfer panggung. Puncak kemeriahan mencapai klimaksnya saat band gabungan dari kelas 10 dan kelas 12 tampil sebagai penutup, mengukir kesan meriah dan penuh kebersamaan yang akan terus dikenang sebagai bukti nyata semangat kolaborasi warga SMAN 1 Singgahan. (pdm/f9)


















