Pengumpulan Karya Lukisan

Daftar Pengumpulan dan Deskripsi Karya Ujian Praktik Seni Budaya Tahun 2024

NAMAKELASCABANG SENIJUDUL KARYADESKRIPSI KARYAFOTO KARYAFOTO BERSAMA KARYA
RINA MUSKAMAHXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)Kebudayaan Jawa Media : cat akrilik diatas kanvasUkuran : 40×60 cmWarna : menggunakan warna² cerah dan sedikit gelap.Komposisi : Terang, garis, bentuk, tekstur.Deskripsi detail : Lukisan ini menyoroti kekayaan budaya Jawa melalui sentuhan artistik yang menggabungkan wayang kulit, baju daerah, dan tarian tradisional. Gambar wayang kulit dan gerakan tarian menciptakan dinamika yang memikat.Oleh karena itu saya memilih melukis kebudayaan jawa untuk mencerminkan harmoni kebudayaan Jawa, dan kehidupan sehari-hari.https://drive.google.com/open?id=17bwDoSpYGK7obXgcoUiwZzrw1nfR8RlZhttps://drive.google.com/open?id=1C85RfBTBFAkiLJlymHh_EhErVLK_1Z4-
MADYA AHMAD PRAYOGIXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)KOBARMedia : cat akrilik di atas kanvasUkuran : 50 × 50 cmWarna : abu abu, hitam, kuning, merah, putih, emas, oren, dan coklatKomposisi : dominanDeskripsi : Lukisan Anoman yang mengacungkan jari tengah adalah sebuah karya seni yang menggambarkan karakter Anoman dari cerita Ramayana dalam sikap yang provokatif dan kontroversial. Dalam lukisan ini, Anoman, yang merupakan tokoh dari kebudayaan Jawa, secara tidak lazim menunjukkan jari tengahnya, sebuah gestur yang umumnya dianggap sebagai tindakan tidak sopan dalam budaya Barat, namun dalam konteks ini mengandung makna yang lebih dalam terkait dengan ekspresi kekuatan dan penolakan terhadap penindasan.Dengan latar belakang kebudayaan yang kaya dan kompleks, lukisan ini mengundang pemirsa untuk merenungkan pertanyaan tentang kebebasan berekspresi, resistensi terhadap norma-norma sosial, dan perlawanan terhadap hegemoni budaya. Melalui penyimpangan dari norma-norma konvensional dalam pemuatan karakter Anoman, lukisan ini menantang pemirsa untuk melihat melampaui interpretasi literal dan memahami pesan-pesan yang lebih dalam tentang kebebasan individu dan identitas budaya.Dengan komposisi yang kuat dan warna-warna yang menarik, lukisan ini menghadirkan sebuah narasi visual yang kompleks dan menarik, memperluas pemahaman kita tentang kebudayaan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.https://drive.google.com/open?id=1aoDoJYMFcDnoXD_aQ5dRLDv6Y9nCYPFihttps://drive.google.com/open?id=1RtJrBaAfq3w8XHKjoXwypzzelYSBqsd-
YUNI DWI LESTARIXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Dari wanita untuk ibu Seni rupa:Media: cat akrilik di atas kanvasUkuran:(40×60cm)Warna: hijau, coklat, biruDeskripsi detail:Di desa yang dikelilingi oleh alam yang hijau, seorang ibu dengan penuh kasih sayang memandikan anaknya di sungai yang mengalir tenang. Dikelilingi oleh pepohonan rimbun dan suara gemericik air, momen ini menjadi kesempatan berharga bagi ibu dan anak untuk berhubungan dengan alam secara langsung.Bagi sang ibu, memandikan anak di sungai adalah pengalaman yang memperkuat ikatan antara mereka dengan alam sekitar. Di sini, sang ibu tidak hanya menjalankan tugas harian sebagai seorang ibu, tetapi juga mengajarkan anaknya tentang keindahan alam dan pentingnya merawat lingkungan. Sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional atau menceritakan cerita tentang alam, mereka berdua menikmati momen kebersamaan yang tak ternilai dilukisan ini saya akan menonjolkan warna biru,hijauu,dan coklat Tujuan saya mengambil konsep tersebut agar penikmat dapat mengetahui bahwa orang zaman dahulu pintar memanfaatkan alam untuk berbagai hal.https://drive.google.com/open?id=1iP28ghAy3wPJbqAAkaIB-9r_5_-WOrgshttps://drive.google.com/open?id=1gzXifFPkvV2AbByrCPCASBnr59AP-xCA
AHMAD ZAKI KASIFUL ASRORXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)NYENINYELUMANUkuran:(50×50)Komposisi: Dominan dan simetrisDeskripsi detail: Karya yang ini akan mengambarkan 2 sisi manusia yang mana manusisia akan selalu memiliki sisi baik dan buruk serta manusia tidak akan selalu menjadi orang yang senantiasa baik namun pada waktu yang sama kebaikan manusia dapat di pandang buruk bagi manusia yang lain begitu pula makna sebaliknya ,selajutnya karya ini kan mengambarkan permasalahan sosisal yang biasa ditemui yaitu “berwajah dua”yakni manusia yang suka berubah ubah tidak tanduknya sesuai orang atau situasi di sekitas. Karya ini akan di fisualakan dalam bentuk lukisan dengan objek manusia bertopeng yang mana terdapat 2 karakter topeng yang saya buat untuk mewakili 2 sifat dasar manusia yaitu baik dan buruk dengan letak yang berada yaitu topeng yang melambangkan sifat buruk di lepas dan topeng yg melambangkan sifat masih di pasang ini juga menggambarkan bahwa seburuk buruk nya manusia pasti masih memiliki sifat baik.https://drive.google.com/open?id=1DqiTfCy2KTo8zfq68UgEC8ivytQ0LYNrhttps://drive.google.com/open?id=1blL9NNPC7xN-JA9pqb8h1HVVu8heDVsO
ANDRE ADIANSYAHXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)Kebakaran Ukuran 40x60Warna: dominan merahKarya yg menggambarkan kebakaran gunungan yg terbakar mengabarkan kebudayaan yg mulai aushttps://drive.google.com/open?id=1srcKqvjTpQgFP4EmeU1Ww_QASXzMx2oghttps://drive.google.com/open?id=1aAJ6PokvorsLH75oU5UVQBy5AGOHSJrb
RIZKI AMALIAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Wayang wados gempalMedia:cat akrilik di atas kanvasUkuran:( 40 x 60)Gaya:realisme dan ekspresionismeWarna :Kombinasi warna coklat terang di bagian wayang dan coklat tua bagian bagruondKonsep karya:Bagian atas :menggambarkan wayang bagian kepala dan terdapat bagrund berwarna coklatBagian bawah: menggambarkan seorang dalang yang sedang memainkan wayangEkspresi:wayang tersebut berekspresi dengan wajah yang sedikit galak bermata merah dan beralis hitam Kulit: kulit wayang tersebut berwarna kuning tua dan terdapat aksesorisnya berupa gelang dll dengan berwarnakan merah Dalang: seorang dalang dengan jas warna hitam dengan dengan menggunakan bangklon Jawa Bagrund: menggunakan warna coklat tuahttps://drive.google.com/open?id=12okxwuoGHj6hCEoEHme38aQqtfcn4D9Vhttps://drive.google.com/open?id=1mFp07WloB9sOdZe21HLDRRXZQTl6hXxw
FRISKA AMELIA FIRNANDAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Rumah adat Jawa Timur ,orang menari dan menggendang Deskripsi karyaJudul : rumah adat Jawa ,orang menari dan orang menggendang.Media : cat akrilik di atas kanvas .Ukuran : 40 cm x 60 cm Gaya : naturalisme , ekspresi onismeWarna : Dominasi warna terang dan gelap Komposisi :Lukisan ini terbagi menjadi dua bagian Bagian atas menggambarkan bahwa . rumah adat Jawa TimurBagian bawah menggambarkan orang menari dan menggendang.Rumah jogloDari segi bentuk bangunannya atap Joglo berbentuk Tajug yang menyerupai gunung. Kemudian itu ciri khas rumah Joglo adalah bentuk atapnya. Atap rumah joglo merupakan gabungan dariari Pendet adalah sebuah tari Bali sebagai persembahan untuk para leluhur. dua atap segitiga dengan dua atap trapesium. Atap memiliki sudut kemiringan yang berbeda . tari Pendet adalah sebuah tari Bali sebagai persembahan untuk para leluhur.https://drive.google.com/open?id=1G2YgW3RcgHL6Es8KRrRzaBV45ptUg8WWhttps://drive.google.com/open?id=1UUuzKgkTS_pENQAAVyBeCCITu8LpKo5q
SILVIA FERAWATIXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)ILUSTRASI KEBUDAYAAN NUSANTARA INDONESIADESKRIPSI KARYA SENI RUPAMEDIA : CAT AKRILIK DIATAS KANVASUKURAN : 40 cm x 60 cmGAYA : NATURALISMEWARNA : DIDOMINASI OLEH WARNA KUNING YELLOW MEDKONSEP KARYA :Karya ilustrasi kebudayaan nusantara Indonesia yang penuh akan keberagaman adat istiadat serta bangunan iconic yang merujuk pada sesuatu yang terkenal atau sangat dihormati dalam budaya atau masyarakat tertentu.DESKRIPSI KARYA :*Bhinneka Tunggal Ika* Menampilkan keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis, melambangkan semboyan nasional yang menjunjung persatuan di tengah perbedaan.*”Senyum Ramah”* Mengilustrasikan bahasa senyuman yang universal, menggambarkan kehangatan dan keramahan yang melekat dalam budaya Indonesia, melambangkan kemudahan untuk didekati dan niat baik. Mengilustrasikan adegan hubungan harmonis antar adat dan suku, yang mencerminkan nilai budaya dalam menjaga ikatan yang kuat dalam menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa dan negara tercinta.https://drive.google.com/open?id=1JIYCRk1Soj4Dgd3ZbhfqqugJEq56hldvhttps://drive.google.com/open?id=1ZG6OCuL0ePZdYf7jdtgwOz8BBYlvTZMK
YOLLA ADELINA FEBRIANTIXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Teknologi yang tergantikan Perubahan teknologi dari membajak dengan kerbau menjadi menggunakan traktor mencerminkan evolusi dalam cara kerja yang lebih efisien dan produktif. Namun, untuk menjaga kebudayaan negeri, penting bagi masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengintegrasikan teknologi baru ini dengan nilai-nilai tradisional. Misalnya, dengan melibatkan para petani dalam pengembangan dan penggunaan teknologi traktor sambil tetap mempertahankan praktik-praktik tradisional dalam pertanian seperti upacara adat, pengetahuan lokal, dan pola-pola kerja yang terpaut pada budaya lokal. Kolaborasi ini memungkinkan adopsi teknologi yang mempercepat proses pertanian sambil melestarikan dan memperkaya warisan budaya mereka.https://drive.google.com/open?id=17If8YTsBaWpCXy9XyL-Fodkx-aqU12axhttps://drive.google.com/open?id=1qOIvYT9t7ZMc8LMXIUU1UDKzEF0BHuo6
SITI ROIHATUL JANNAHXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Pertemuan antar budaya Warna: gelap terangKomposisi: bagian samping kanan menggambarkan ondel” dan bagian samping kiri menggambarkan ogoh”Deskripsi detail:”Ondel ondel dan ogoh ogoh” saya memilih lukisan ini untuk mempertemukan antar budaya. festival ogoh-ogoh dan ada juga terdapat sepasang ondel ondel yang terdiri berdiri tegak di samping persembahan pada perayaan tawur untuk menyambut hari raya Nyepi. sebagai bangsa Indonesia kita harus melestarikan kebudayaan ini. warna merah pada wajah ondel-ondel melambangkan semangat dan keberanian sedangkan warna putih melambangkan kebaikan kesucianhttps://drive.google.com/open?id=10NphNwfJFsqh3_gnlthjKt5iLZorJ-qohttps://drive.google.com/open?id=1hR0fU4Yr5jBu3lAg-tw2fWleoH0JNR2T
ANGGI ALFIA RIZIANAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)TARIAN DAERAHDESKRIPSI KARYA SENI RUPAMedia : Cat akrilik diatas kanvasUkuran : 40×60 cmWarna : Dominasi warna gelap dan terang Gaya : EkspresionismeKomposisi : Bagian atas : mengambarkan awan dan dua orang penariBagian bawah : menggambarkan 3 ora penariDeskripsi detail : Saya akan menggambarkan beberapa wanita di mana mereka menampilkan tarian daerah yang berbeda-beda dengan ciri khasnya tersendiri lukisan ini menggunakan warna biru untuk langitnya, warna hijau untuk lapangannya selain itu ada hitam kuning orange dan merah. Tujuan saya menggambar ini adalah untuk melestarikan budaya.https://drive.google.com/open?id=1oE12H2FVSKB86Vi6AKQrvGsgcwuh1d1Uhttps://drive.google.com/open?id=18lKRm9r7jvEEgO7iLZHLDWf0TLJo_wZr
REVALINO ARDYANSYAHXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Silat Betawi– Media: Cat Akrilik- Ukuran: 40×60- Warna: • Dominan: Hijau (rumput), Abu-abu (gunung bebatuan), dan abu kecoklatan biru (langit sedang mendung) • Aksektor: Hitam (Jaz pemuda yang membawa Pentung), Merah (Jaz pemuda yang membawa golok)- Komposisi: •Foreground: Hamparan rumput dan pepohonan •Object: 2 Pesilat Betawi sedang bertarung •Background: Gunung bebatuan dan awan hitam yang mengekspresikan mendung- Deskripsi Detail: • Pemuda dengan Jaz Hitam: Berada di kiri kanvas, postur bersiap, menegakkan tongkat pukul. • Pemuda dengan Jaz Merah: Di kanan kanvas, pose melompat, dengan golok terhunus. • Rumput Hijau: Sebagai dasar hamparan, menempati bagian bawah kanvas. •Gunung Bebatuan: Di kejauhan sebagai background, memfasilitasi kedalaman visual.https://drive.google.com/open?id=1UlfwNWsHGaJgcmxPtDdUM0dIeJJcjFtUhttps://drive.google.com/open?id=1fyRQQT9PBqP3ppkGCC1vGlQyh5f-lHj9
SEFI NATASYAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)PERTUNJUKAN TARI KECAKDESKRIPSI KARYA SENI RUPAMEDIA LUKIS: CAT AKRILIK DI ATAS KANVASUKURAN: 40x60cmGAYA : NATURALISMEWARNA : GELAP TERANGDESKRIPSI KARYA :Tari Kecak adalah pertunjukan dramatari seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. alasan saya mengambar itu karena tarian unik yang satu ini tidak diiringi dengan lantunan alat musik, melainkan paduan seni dari suara-suara mulut atau teriakan-teriakan seperti “cak cak ke cak cak ke” disepanjang pertunjukan.https://drive.google.com/open?id=1c4ORDvcCTDzgiPG43arR00n39Y-woX2Dhttps://drive.google.com/open?id=1R2H5zdoYOPJXVhfNCg987YVkr6DlaiBc
ERFITA TRI AGUSTIN KUSLIANSYAHXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)JOGLO DAN ADAT JAWA Media : cat akrilik diatas kanvasUkuran : 40×60Warna : cerah, gelap dan kontrasKomposisi : naturalismeDeskripsi detail: Lukisan rumah joglo dan pakaian adat Jawa Tengah memiliki makna yang dalam dalam budaya Jawa. Rumah joglo, dengan ciri khas atap limasan yang tinggi dan melengkung, melambangkan keagungan dan kejayaan tradisional Jawa. Bangunan ini juga mencerminkan kesatuan antara alam dan manusia serta hierarki sosial dalam masyarakat Jawa.Pakaian adat Jawa Tengah, seperti kebaya dan jarik, memiliki makna simbolis yang dalam. Kebaya sering dipakai oleh perempuan Jawa dalam berbagai upacara adat dan acara resmi. Kebaya melambangkan keanggunan, kesopanan, dan keindahan. Sementara itu, jarik, kain panjang yang melingkari pinggang dan dikenakan oleh laki-laki, menggambarkan kekuatan, kedewasaan, dan identitas Jawa yang kuat.Secara keseluruhan, lukisan rumah joglo dan pakaian adat Jawa Tengah mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai tradisional yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Jawa.https://drive.google.com/open?id=1phGqVS_ef-fNzpcYTqn5_yshuKRD96kWhttps://drive.google.com/open?id=1LuihIjycgjtuGeES3R6oCfKzpCO1B-rS
PUSPITASARIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Kepercayaan suku Tengger di gunung bromoMedia: Cat Acrylic di atas kanvasUkuran: (40 x 50)Warna: Berdominasi warna warna gelap dan cerah bagian atasKomposisi: Lukisan ini terbagi menjadi empat bagian yaitu* Bagian kanan atas dan kiri atas menggambarkan pemandangan dari kejauhan dan terdapat bukit bukit/gunung kecil kecil dan kontras di bagian kanan atas sangat cerah karena kecahayaan tersebut terdapat di kanan atas dan* Bagian kiri bawah menggambarkan sebuah jalan untuk menuju ke bukit bukit untuk membudayakan yang masih ada di suku Tengger yaitu upacara adat yang ada di suku Tengger dan kecahayaan dari bagian kiri bawah gelap dan *di bagian kanan bawah menggambarkan sebuah danau dan terdapat tanah yang sebagian longsor dan kecahayaan tersebut cerah karena masih bagian kecahayaan* Bagian tengah menggambarkan sebuah gunung Bromo yang terdapat dari sudut kejauhan dan berwarna hijau sebagian dan sebagian kuning kecoklatan Deskripsi detail: Pemandangan: terdapat dari jauh yang berwarna cerah dan putih kehijauan muda dan samar samarBudaya dan tradisi: budaya dan tradisi tersebut menggambarkan sebuah orang suku Tengger yang sedang upacara dan itu berwarna gelapDanau: terdapat warna biru kehijauan dan putihLangit: langit yang di penuh i warnah biru mentah dan putih dan abu abu Tanah yang sebagian longsor: berwarna coklat tua, hitam, coklat muda dan terdapat batu batu kecilhttps://drive.google.com/open?id=1676jK8vE2d3PHlo12ViJL0sqAk1722WIhttps://drive.google.com/open?id=1a1MmoC7ObRODm5Q2s4yfA1lLbWqGKpJt
OVY DITA ANGGRAENIXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)RUMAH ADAT GADANGLukisan ini menggambarkan rumah adat sumatera barat yaitu rumah gadang,rumah gadang tersebut mempunyai bentuk yang unik yaitu bagian atap menyerupai tanduk kerbau dan rumah gadang ini dibangun seperti rumah panggung.https://drive.google.com/open?id=14pB7BeVXMyJm_ZWfFrbOa_wsIgXq47Cghttps://drive.google.com/open?id=1eBAJg4RLI6cR5t-V_2SaJKdcvk5xBTLM
TINA SAFA AZZARAXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)MELUKIS KEMBALI KEINDAHAN BURUNG MERAKDESKRIPSI KARYAMedia : cat akrilik di atas kanvasUkuran: 40 × 60Warna: Didominasi warna coklat tua dan mudaDeskripsi detail:Sebuah lukisan tentang seseorang yang sedang mencanting batik motif tradisional. Yang mungkin motif batik tradisional ini sangat jarang sekali terlihat, karena di era saat ini masyarakat lebih suka dengan motif-motif batik modern. Sebuah lukisan yang menggambarkan proses pembuatan batik motif tradisional dapat menjadi representasi dari keahlian dan keindahan proses ini. Lukisan ini mungkin menampilkan seorang seniman batik yang sedang duduk di depan kain putih yang siap untuk dihiasi. Lukisan ini bisa menyorot kealamian proses yang bersifat meditatif serta keindahan detail dalam setiap langkah pembuatannya.Lukisan tersebut dapat mengekspresikan keindahan budaya lokal, sekaligus menyoroti keahlian yang dibutuhkan dalam proses tersebut. Detil yang diperlihatkan dalam lukisan tersebut, seperti gerakan tangan yang cermat dan konsentrasi dalam menggunakan canting, dapat memberikan penghormatan terhadap keahlian tradisional yang perlu dijaga dan dilestarikan.https://drive.google.com/open?id=1KRSVncGZ9DqSk-rJlqIn4nDSUJdZsBKkhttps://drive.google.com/open?id=1H4yGCYnhvsdK7P8H1v-_RMQrMQNLlp43
SEFI NATASYAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)PERTUNJUKAN TARI KECAKMEDIA LUKIS: CAT AKRILIK DI ATAS KANVASUKURAN: 40x60cmGAYA : NATURALISMEWARNA : GELAP TERANGDESKRIPSI KARYA:Tari Kecak adalah pertunjukan dramatari seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. alasan saya mengambar itu karena tarian unik yang satu ini tidak diiringi dengan lantunan alat musik, melainkan paduan seni dari suara-suara mulut atau teriakan-teriakan seperti “cak cak ke cak cak ke” disepanjang pertunjukan.https://drive.google.com/open?id=1HizhPU-j7QPF6DYviZ-Xe8VRk50yQ2CAhttps://drive.google.com/open?id=1O-IZ74BB8UfEf4IrY05Mh7aPUG9HhAtt
TINA SAFA AZZARAXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)MELUKIS KEMBALI KEINDAHAN BATIK TRADISIONALMedia : cat akrilik di atas kanvasUkuran: 40 × 60Warna: Didominasi warna coklat tua dan mudaKonsep karya:Sebuah lukisan tentang seseorang yang sedang mencanting batik motif tradisional. Yang mungkin motif batik tradisional ini sangat jarang sekali terlihat, karena di era saat ini masyarakat lebih suka dengan motif-motif batik modern. Sebuah lukisan yang menggambarkan proses pembuatan batik motif tradisional dapat menjadi representasi dari keahlian dan keindahan proses ini. Lukisan ini mungkin menampilkan seorang seniman batik yang sedang duduk di depan kain putih yang siap untuk dihiasi. Lukisan ini bisa menyorot kealamian proses yang bersifat meditatif serta keindahan detail dalam setiap langkah pembuatannya.Lukisan tersebut dapat mengekspresikan keindahan budaya lokal, sekaligus menyoroti keahlian yang dibutuhkan dalam proses tersebut. Detil yang diperlihatkan dalam lukisan tersebut, seperti gerakan tangan yang cermat dan konsentrasi dalam menggunakan canting, dapat memberikan penghormatan terhadap keahlian tradisional yang perlu dijaga dan dilestarikan.https://drive.google.com/open?id=1accuWq_9I7M-o_TCqwbkbKiubL9QU4Sghttps://drive.google.com/open?id=1eKsVkmNgcg_ClYPYIvGhbulA1Gj3HTHs
NADIANA DWI MEYLAWATIXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)PARADE BUDAYAMEDIA : CAT AKRILIK DIATAS KANVASUKURAN : 40 cm x 60 cmGAYA : EKSPRESIONISMEWARNA : DIDOMINASI OLEH WARNA OREN DAN HITAMKONSEP KARYA: “Parade budaya” yang melibatkan perayaan dan pameran beragam aspek budaya suatu daerah, seperti tarian adat. Melalui lukisan “Parade budaya” kita dapat mempromosikan keragaman, dan memperkuat identitas budaya suatu daerah, sehingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Di dalam lukisan tersebut terdapat orang menari, dan juga leak. Di belakang terdapat tugu, di samping kiri juga  terdapat pepohonan yang menjadikan suasana mejadi sejuk.https://drive.google.com/open?id=1x_5rgYqS-XVPiybwOrTwwJOiV8l_G-KLhttps://drive.google.com/open?id=1ueh7FzgM2d6gCo83GS5ycko_erBT_ghG
MUHAMMAD FERDYANSYAHXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)CANDI BOROBUDUR Media : cat akrilik diatas kanvasUkuran : 40×60Warna : gelap dan cerahKomposisi: ekspresionismeDeskripsi detail : candi Borobudur menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar candi Borobudur, yakni candi dan orang budha. https://drive.google.com/open?id=1e8ITEicZLaROSVNkOuFjCScBVauhVR3Dhttps://drive.google.com/open?id=1QTReCpug_Xga7ImHXh6fbqM24w_zqsWz
DINI PUJIANTIXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Burung cendrawasih Media: cat air di atas canvas ukuran:(40 x 60 )warna: pada background dominan warna biru.komposisi: pada bagian tengah terdapat burung cendrawasih, bagian samping terdapat pepehonan,dan bagian atas terdapat gunung serta awan.Deskripsi detail: lukisan ini tentang warisan negeri yang di rusak untuk kepentingan sendiri,Dalam lukisan ini, saya menciptakan konsep yang menggambarkan keindahan dan keunikan burung cendrawasih, mencerminkan keberadaannya yang hampir punah. Melalui detail yang halus, saya berusaha menonjolkan kecantikan warna dan bentuk tubuhnya sebagai simbol dari kekayaan alam Papua. Latar belakang lukisan menampilkan elemen-elemen kultural yang menggambarkan kekaguman dan penghormatan suku-suku di daerah tersebut terhadap burung cendrawasih, menjadikannya karya seni yang tidak hanya indah tetapi juga mengandung nilai-nilai pelestarian lingkungan dan kearifan lokal.https://drive.google.com/open?id=1leP13s_dE10O65eeHKq5yqU3b7_hqgB6https://drive.google.com/open?id=1k5ZZIqyEIu6YvLzKL90l7RJqhoFO7VB1
YOLLA ADELINA FEBRIANTIXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Teknologi yang tergantikan Media: (cat akrilik di atas kanvas)Ukuran: (40×60 cm)Warna: (dominan warna gelap dan terang)Komposisi: (bagian kanan bawah ada teknologi traktor, bagian kiri ada kerbau)Deskripsi detail: (Perubahan teknologi dari membajak dengan kerbau menjadi menggunakan traktor mencerminkan evolusi dalam cara kerja yang lebih efisien dan produktif. Namun, untuk menjaga kebudayaan negeri, penting bagi masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengintegrasikan teknologi baru ini dengan nilai-nilai tradisional. Misalnya, dengan melibatkan para petani dalam pengembangan dan penggunaan teknologi traktor sambil tetap mempertahankan praktik-praktik tradisional dalam pertanian seperti upacara adat, pengetahuan lokal, dan pola-pola kerja yang terpaut pada budaya lokal. Kolaborasi ini memungkinkan adopsi teknologi yang mempercepat proses pertanian sambil melestarikan dan memperkaya warisan budaya mereka.)https://drive.google.com/open?id=1xbncgy98CLb8A_qo-PNkBaAbe5HAy7mihttps://drive.google.com/open?id=126B6nr9tzV0SuGpavqqNDxTczVdlgh60
BAGUS ARI SANDIXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)WAYANG GUNUNGANMEDIA : CAT AKRILIK DIATAS KANVASUKURAN : 40 cm x 60 cmGAYA : NATURALISMEWARNA : Didominasi Warna Kuning dan hitamDESKRIPSI KARYA:Lukisan ini menggambarkan wayang gunungan yang di gunakan dalam wayang kulit memiliki bentuk khas ya itu lancip ke atas, Hal Ini melambangkan kehidupan manusia ya itu semakin tinggi ilmu dan tua usai, manusia harus semakin mengerucut manunggaling jiwa rasa,cipta,karsa dan karya dalam kehidupan dan tujuan saya membuat logo pencak silat adalah ingin mengembangkan dan melestarikan budaya asli pencak silat yang ada di Indonesiahttps://drive.google.com/open?id=1tSwXtq2wHy1l9-t3DW6KTqRIw699gtE1https://drive.google.com/open?id=1TGmbp-tZFUjlze3eueaqi2qtbNSrq3yT
SEFI NATASYAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Pertunjukan tari kecakMedia : cat akrilik di atas kanvasUkuran :(40×60cm)Warna: hitam , biru, coklatDeskripsi detail: Tari Kecak adalah pertunjukan dramatari seni khas Bali yang lebih utama menceritakan mengenai Ramayana dan dimainkan terutama oleh laki-laki. alasan saya mengambar itu karena tarian unik yang satu ini tidak diiringi dengan lantunan alat musik, melainkan paduan seni dari suara-suara mulut atau teriakan-teriakan seperti “cak cak ke cak cak ke” disepanjang pertunjukan.https://drive.google.com/open?id=1Ozf8-A3q3Da3XZsvirs7QZCtx-B-4EVwhttps://drive.google.com/open?id=1ockvxoYR92e0AXphaQChANDPHL_BVMTd
SETIA ABIMAYUXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Kolaborasi antar petaniSeni RupaMedia: cat akrilik di atas canvasUkuran: 40 x 60 cmWarna : biru tua dan coklatKomposisi: orang bertani,hutan,gunung,rumah warga,pendapa,awanDeskripsi detail:Saya menggambar orang bertani yang saat ini keberadaannya hampir tidak ada dan digantikan oleh mesin.Menanam padi secara manual merupakan budaya yang telah lama diwariskan dan dilakukan oleh nenek moyang kita,alasan saya membuat gambar ini karena Bapak saya selalu menggunakan jasa para petani tradisional saat menanam padi di sawah.https://drive.google.com/open?id=1vCA1caoUUP18wswF9bmIkR5t0Z-XQphyhttps://drive.google.com/open?id=1RMHduL__O57D2l4ld5u-V0yhdkzYTTda
TALITHA NADIAH NASYWAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Gagah Berani Budaya NegeriMEDIA : Cat Akrilik di atas KanvasUKURAN : 40 × 60 cmWARNA : dominan gelap pada background dan terang pada objek utamaKOMPOSISI : pada bagian tengah terdapat gambar tokoh wayang, bagian bawah terdapat awan gelap, dan bagian atas ada langit mendungDESKRIPSI DETAIL : Wayang merupakan salah satu kesenian tradisional khas daerah Jawa yang perlu dilestarikan. Akan tetapi, pada zaman saat ini generasi muda kurang mengenal bahkan tidak berminat terhadap kesenian wayang. Maka disini saya akan menggambarkan salah satu tokoh wayang dengan background langit agar anak muda di jaman sekarang dapat mengenal apa itu wayang dan melestarikan serta menjadikan wayang dikenal oleh kalangan mana saja.https://drive.google.com/open?id=14mR3XDRn0IjPTSlm62FhQA8GQNrb5_0rhttps://drive.google.com/open?id=1XfRc2faI_apW1RUsUMZD4Yt_yPMYiMGM
SELVI SINTA ELIANAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)nonstalgia manualitas teknologiMedia: (cat akrilik di atas kanvas)Ukuran:(40×60 cm)Warna: pada background dominan warna biru dan kuningKomposisi:pada bagian atas terdapat gunung,bagian tengah terdapat sawah dan pemandangan,dan pada bagian bawah terdapat orang yang merontokkan padi.Deskripsi detail: Lukisan ini merepresentasikan sebuah nostalgia terhadap cara tradisional memanen padi di desa, menunjukkan seorang warga desa yang dengan penuh kesederhanaan dan manualitas melakukan tugas tersebut. Di tengah kemajuan teknologi modern, gambar ini bertujuan mengabadikan kearifan lokal yang kini mulai terlupakan. Dengan menyoroti pergeseran dari cara manual ke teknologi canggih, lukisan ini menjadi suatu bentuk dokumentasi visual yang mengajak generasi mendatang untuk mengenali dan menghargai warisan budaya serta sejarah teknologi pertanian yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat desa.https://drive.google.com/open?id=1eaY7Q29DqkILJxRKg_VrEE3xZOZceTFhhttps://drive.google.com/open?id=11BemSMTrrvehaJO1G2N3Sm-1hksmDKeq
DAHAYU DIAH PUSPITAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Rafflesia warisan negri Media:( cat akrilik di atas kanvas)Ukuran:(40×60 cm)Warna:( dominan warna terang dan sedikit terang)Komposisi: (bagian atas terdapat dedaunan bagian tengah ada bunga rafflesia dan bagian bawah terdapat akar” pohon )Deskripsi detail:(Dalam menciptakan sebuah karya seni lukis yang menggambarkan bunga Rafflesia Arnoldi, penting untuk menangkap keunikan dan keindahan bunga yang dilindungi ini. Pilihan warna yang akurat, detail yang cermat, dan komposisi yang memikat dapat memberikan kedalaman visual pada lukisan, menciptakan nuansa khusus dari keberagaman alam Sumatra. Sentuhan artistik harus menggambarkan kelembutan dan keanggunan Rafflesia, sambil mengingatkan penonton akan urgensi pelestarian untuk memastikan kelangsungan keberadaan bunga yang langka ini bagi generasi mendatang.)https://drive.google.com/open?id=1zt7T7mPjWtVDyYXXsyMdRMOb8_fTSqpOhttps://drive.google.com/open?id=1mMEOnLXAKIr2PqGOWIR16tVzzQZn6btc
SEVIA LAUDYA ARTA MEVIAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Pura Ulun Danu BeratanMedia: cat air di atas canvas Ukuran: (40 x 60 )Warna: pada background dominan warna biru dan hijauKomposisi: pada bagian atas terdapat pemandangan gunung,bagian tengah terdapat pura,dan bagian bawah terdapat danauDeskripsi detail: Kolaborasi dalam melestarikan kebudayaan negeri adalah penting untuk memastikan warisan budaya seperti Pura Air Ulun Danu Beratan di Bedugul tetap terjaga. Ini dapat dilakukan melalui dukungan dari pemerintah, komunitas lokal, dan turis yang mengunjungi tempat tersebut dengan penuh penghormatan terhadap tradisi dan nilai-nilai budayanya. Selain itu, pelaksanaan program edukasi dan pemeliharaan lingkungan juga penting untuk menjaga keberlangsungan tempat-tempat bersejarah dan spiritual seperti ini bagi generasi mendatang.https://drive.google.com/open?id=1kK17r0ozosOymg4ySLpHT93tUcwD7QtAhttps://drive.google.com/open?id=1BAg8N9sdMD_NhicN_EnEbGbTBSpY5clk
DIANA APRILIANIXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)Keanggunan burung merak-salah satu burung yang terkenal karena keindahan bulu ekornya yang berwarna-warni dan berbentuk seperti kipas. Burung merak jantan memiliki ekor yang lebih panjang dan indah dibandingkan burung merak betina.Keunikan burung merak terletak pada tampilan bulu ekornya yang memukau. Bulu ekor burung merak terdiri dari berbagai warna seperti biru, hijau, ungu, dan emas. Saat burung merak mengibaskan ekornya, bulu-bulu tersebut membentuk kipas yang indah dan mempesona.-burung merak memiliki keindahan yang menakjubkan, populasinya mengalami penurunan drastis dalam beberapa dekade terakhir.Salah satu faktor yang menyebabkan ancaman terhadap burung merak adalah hilangnya habitat alaminya. Deforestasi dan perusakan habitat mengurangi ruang hidup yang tersedia bagi burung merak. Selain itu, perburuan ilegal juga menjadi ancaman serius bagi populasi burung merak. Bulu ekor burung merak sering kali diambil untuk dijadikan hiasan atau dijual sebagai barang antik-bulu ekor burung merak memiliki warna-warna yang mencolok dan beragam, seperti biru, hijau, ungu, dan emas. Warna-warna ini terdistribusi secara simetris di sepanjang ekor, menciptakan tampilan yang menarik dan mencolok.Selain itu, bulu ekor burung merak juga memiliki pola mata yang khas. Pada setiap bulu, terdapat bintik-bintik berwarna yang teratur dan terlihat seperti mata. Pola ini memberikan efek visual yang menarik dan memperkuat keindahan bulu ekor burung merak.https://drive.google.com/open?id=1GA9MK50kNppciNlzPPOV4JswYPOsJYGBhttps://drive.google.com/open?id=1ljc1YiMvFir4-dk33BBL6rvBqLdnYHjS
LILIK SUMARTONOXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Tarung SarungMEDIA : CAT AKRILIK DIATAS KANVASUKURAN : 40 cm x 60 cmWarna: merah muda dan hitam di blok dengan abu abuKomposisi : Didalam tengah lukisan ada 2 orang yang sedang melakukan tarung sarungDeskripsi detail : lukisan ini menggambarkan Tarung sarung atau budaya sigajang laleng lipa ini merupakan budaya Makassar satu lawan satu dengan tangan kosong atau bandik yang dibatasi kain sarung.https://drive.google.com/open?id=1shAfc-j0VOKgZQwInPvYwfoQvYnoCuSjhttps://drive.google.com/open?id=1aqcMKFwx0zsWTmSspM6vuOR3t8PI3JVq
UMI MAHARANIXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Perayaan Keberagaman BudayaSeni rupa:Media: Cat akrilik diatas kanvas)Ukuran: 40×60Warna: Putih gradasi abu, Merah, hijau, biruKomposisi: di bagian sebelah kanan lukisan terdapat sekelompok orang yang membawa gunungan berisi ketan, buah buahan dan sayur sayuran. nampak di samping kanan sekelompok orang tersebut ada bangunan dari jalanan yogyakarta serta ada beberapa tanaman yang terletak di pinggiran jalanAliran: RealismeKonsep: Ketika Sekaten berlangsung di Surakarta dan Yogyakarta, masyarakat dari berbagai lapisan bergabung dalam kegiatan yang membangun keterlibatan kolektif. Mereka bersama-sama mempersiapkan gunungan beras ketan, buah-buahan, dan sayuran sebagai simbol kebersamaan. Selama acara, adanya saling menghormati antarwarga dan keberagaman budaya yang tercermin dalam tarian, musik, dan persembahan seni tradisional, menciptakan iklim harmoni. Semangat melestarikan budaya ini bukan hanya meriahkan acara, tetapi juga menjadi teladan bagi daerah lain untuk memupuk kekayaan budaya Indonesia dengan rasa kebersamaan dan keharmonisan yang mendalam.semangat melestarikan budaya ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain, sehingga keragaman budaya indonesia tetap terjaga dan dihargai.Deskripsi: Sekaten merupakan perayaan maulid nabi yang digelar oleh keratonan yogyakarta dan keratonan surakarta, terdapat hari hari tertentu saat perayaan ini akan berlangsung, namun yang jelas perayaan ini selalu berlangsung di bulan mulud (bahasa jawa)/maulidhttps://drive.google.com/open?id=11sZVaRRLAbi4-YtQOjZQPLoaBy9ASPVVhttps://drive.google.com/open?id=11B5J61hdjbqx88QGTXYbNHCU21l2hDZJ
M SAIFUL HUDAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Kincir air Warna : hitam,coklat, hijau,biru,Komposisi : di Tengah-tengah terdapat rumah dan kincir air serta sungai,batu serta pembatasDeskripsi detail : Meskipun kıncır air tradisional yang dahulu sering menjadi bagian penting desa-desa kini Jarang terlihat. Upaya kolaborasi dalam melestarikan kebudayaan negri dapat menjadi Jalan untuk mempertahankan nilai tradisional. Inisiatif ini tidak hanya mencakup Pemeliharaan kincir air sibagai warisan budaya tetapi juga mengandung teknologi modern dengan penuh rasa hormat terhadap warisan tersebut. Dengan demikian integrasi antara Inovasi dan pelestarianhttps://drive.google.com/open?id=1Rvhg76OW8xXuXpvGmhXNfgCOeAUlAkofhttps://drive.google.com/open?id=1O7rQg6XEUY16MZKxvTX_PIPurjLed8vH
MARCHEL NOVI ISTANTOXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)tradisi kentongan dalam membangunkan orang sahur sebagai budaya menyemarakkan bulan suci ramadhanUKURAN : 40 x 60cmWARNA:coklat,hijau,hitam,orange,kuningKOMPOSISI:dibagian samping kiri terdapat pohon yang besar ,dan di bagian bawah terdapat sejumlah anak sedang membangunkan orang untuk sahur,dan dibagian samping kiri terdapat rumah dan di atas terdapat langit yang gelapDESKRIPSI DETAIL:tradisi kentongan dalam membangunkan orang sahur sebagai budaya menyemarakkan bulan suci ramadhanhttps://drive.google.com/open?id=1oDnReYaa5Ge2t6dvVvh5g4FOc9jK5heEhttps://drive.google.com/open?id=1DJ3hE8227U6GnX_BAIJL2ul4u1lt3IBW
DEDI CAHAYA PUTRAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)ONDEL-ONDEL YANG MULAI MENGHILANGMedia : CAT AKRILIK DI ATAS KANVASUkuran : 40×60 cmWarna : Biru, merah, coklat, hijau, abu-abu, kuning, hitam, putih, oranyeKomposisi : Bagian bawah ada 2 ondel-ondel laki-laki dan perempuan, dibelakangnya ada monas dan gedungDeskripsi detail : Kesenian ondel ondel yang mulai menghilang. Kesenian ondel-ondel merupakan bagian penting dari budaya Betawi di Jakarta. Memang disayangkan bahwa beberapa tradisi seperti ini mulai menghilang karena perubahan zaman dan modernisasi. Upaya pelestarian dan promosi budaya lokal dapat membantu mempertahankan keberlanjutan kesenian tersebut.https://drive.google.com/open?id=1cZmK44aZb-CVxrU86nA3SQaEh-7JG3rRhttps://drive.google.com/open?id=1KIqxGuOAvklC8npzrmCFdnb3wRShv3jG
MOHAMMAD TOMY AFKHOMXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)KENDARAAN TRADISIONAL YANG MULAI TERSISIHKAN Media : Cat akrilik diatas kanvasWarna : hijau, coklat, hitam, biru, putih, kuning, merah.Komposisi: Delman dibagiaan bawah, ojek online dibagiaan tengah, rumah dan pegunungan dibagiaan atas.Deskripsi detail: menggambarkan suatu daerah yang lebih memilih menggunakan transportasi modern dari pada transportasi tradisional https://drive.google.com/open?id=11P6S4vvzc8khCSp_37-0NeiKNKPAHL5Jhttps://drive.google.com/open?id=1BseOBGkRCSdbk69gMyca8I01vHFlsFZ4
BAGUS AFFANDI RIZKIYANSAHXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Sedekah gunung DESKRIPSI KARYAPELUKIS:BAGUS AFFANDI RUKURAN: 40 X 60WARNA : BIRU,HIJAU, COKLAT, PUTIH,KOMPOSISI: DI BAGIAN TENGAH ADA HASIL PERTANIAN YANG DI BAWA SECARA GOTONG ROYONGDESKRIPSI DETAIL : SEDEKAH GUNUNGKELAS:XII IPA 2JUDUL KARYA : “SEDEKAH GUNUNG”MEDIA : CAT AKRILIK DIATAS KANVASGAliran Lukisan : RealismeKONSEP KARYA:Upacara sedekah gunung adalah salah satu upacara tradisional yang dilaksanakan oleh warga sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan karuniaNya serta sebagai bentuk pengormatan kepada para leluhurnya.https://drive.google.com/open?id=1u_Xn41C9Wwy0V3mp9s0X5s59M-NcQcfwhttps://drive.google.com/open?id=1KolHg182kOItji_iWiI_ylmd_PQPQl0y
UMI MAHARANIXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Perayaan Ragam BudayaMedia: cat akrilik diatas kanvasUkuran: 40×60Warna: merah, biru, hijau, coklat, putih gradasi abu abuKomposisi: terdapat sekumpulan orang di sebelah kanan yang sedang memikul gunungan berisi ketan buah buahan dan sayur sayuran, tampak di belakang kanan terdapat gedung di sekitar jalanan keratonan yogyakarta.Konsep: Ketika Sekaten berlangsung di Surakarta dan Yogyakarta, masyarakat dari berbagai lapisan bergabung dalam kegiatan yang membangun keterlibatan kolektif. Mereka bersama-sama mempersiapkan gunungan beras ketan, buah-buahan, dan sayuran sebagai simbol kebersamaan. Selama acara, adanya saling menghormati antarwarga dan keberagaman budaya yang tercermin dalam tarian, musik, dan persembahan seni tradisional, menciptakan iklim harmoni. Semangat melestarikan budaya ini bukan hanya meriahkan acara, tetapi juga menjadi teladan bagi daerah lain untuk memupuk kekayaan budaya Indonesia dengan rasa kebersamaan dan keharmonisan yang mendalam.semangat melestarikan budaya ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain, sehingga keragaman budaya indonesia tetap terjaga dan dihargai.Aliran seni: RealismeDeskripsi: Sekaten adalah perayaan maulid nabi yang diselenggarakan oleh keratonan yogyakarta dan keratonan surakarta, diadakan setiap bulan maulud/maulid dan di hari tertentuhttps://drive.google.com/open?id=1iWqsJzY0pSySi0XxThs20VV78Ge2MGsShttps://drive.google.com/open?id=1uPpf4omLDzX1KISELyl6RUf4lpl6u6Ig
MUHAMMAD VERI ADI SAPUTRAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Menjaga persatuan dan kesatuan IndonesiaSeni rupaMedia: cat akrilik di atas canvasUkuran: (60×40cm) Warna: gelap terangKomposisi: garuda 5 manusia dll.. Deskripsi detail :Saya menggambarkan kebersamaan rasa menghargai terhadap keberagaman dan bertoleransi terhadap perbedaan, mendorong masyarakat Indonesia untuk menghormati perbedaan budaya menjaga, kesatuan dan persatuan Indonesia. Gembar lima manusia budaya indonesia, dan gambar garuda Indonesia untuk melambangkan ini bhineka tunggal ika Indonesia.https://drive.google.com/open?id=1OOk3SnkEPSM9pRWKModjsSGPbzXnGeILhttps://drive.google.com/open?id=1lscd_I_nQgTA7InGcqp_tH1v2s4iNqpr
M.ALBAHRUL RISZA MEIANYAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)SEDEKAH BUMIMedia : Cat akrilik diatas kanvasUkuran :40 x 60 cmWarna : coklat,hijau ,biru,putih, kuning,merah,hitam,orangeKomposisi : tumpengan dipikul orang ditengah menuju ke arah pegunungan dan dipinggir jalan ada rumahDeskripsi detail : Sedekah bumi merupakan tradisi adat yang memiliki potensi besar untuk mempersatukan masyarakat. Kolaborasi dalam pelaksanaannya tidak hanya memperkuat hubungan antarwarga, tetapi juga membangun rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama. Keberlanjutan dan pemeliharaan tradisi ini dapat menjadi fondasi bagi solidaritas dan harmoni sosial di masyarakat.https://drive.google.com/open?id=1EXnHPxplNk9FbzRXV8tXRDQjgUOEUIyIhttps://drive.google.com/open?id=1FAG8oYuY6_sVJz5NpVLnYCkUDYWlb_ht
ABDUL AZIZ HIDAYATXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)PERMAINAN EGRANG YANG MULAI MEMUDAR Seni Rupa:LukisMedia:Cat Akrilik Diatas KanvasUkuran:40×60Warna:Hijau, Biru,coklat, oranye,putih,kuning,abu²Komposisi:tiga orang anak yang sedang bermain egrang di lapangan dengan latar pegununganDeskripsi detail:menggambarkan kehidupan pedesaan yang tradisional namun tetap mempertahankan elemen kebudayaan lokal. Lukisan tersebut dapat menampilkan seorang anak desa yang bermain egrang di tengah-tengah sawah atau pekarangan rumah, dengan latar lapangan, pepohonan, dan gunung di kejauhan. Penekanan pada ekspresi wajah anak dan gerakan tubuhnya yang bermain egrang dapat menampilkan kegembiraan dan semangat petualangan. Penggunaan warna-warna alami dan nuansa hangat dapat menambahkan kehangatan dan keintiman pada suasana desa. Keseluruhan, konsep ini menggambarkan kehidupan sederhana namun berwarna di desa, di mana permainan egrang menjadi bagian penting dari kebudayaan dan kegembiraan anak-anak.https://drive.google.com/open?id=16k_btAfjTO8IVnzW6RMSBWHXscGhVW38https://drive.google.com/open?id=1XqXYG3NAFnbO3LxMTUmPiZsO3DPSIXfN
ATI UNNISRIYAHXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Gandrung sewuSeni rupa:Media:cat akrilik di atas kanvasUkuran:40×60Warna:hijau, hitam, merah, dan kuninghttps://drive.google.com/open?id=19RQhhde4DRR0UgNqF5PUVCMuDtP2nQZghttps://drive.google.com/open?id=1gkaYFzHJ9JEK7nSBc2kQU3pRVl9rRh6h
MUHAMMAD IRFAN ARGA SAPUTRAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)BUJANG GANONG Seni rupa : Media :cat akrilik di atas kanvasUkuran:(40×60cm)Warna : kuning , merah, hitamDeskripsi detail : Tujuan saya melukis bujang ganong adalah untuk memperlihatkan salah satu tokoh yang energik dalam seni Reog Ponorogo. Sosok yang kocak sekaligus mempunyai keahlian seni beladiri. Lukisan ini juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan keberagaman budaya di Indonesiahttps://drive.google.com/open?id=1j5wnPE4aSUQzACjzFh6m5wdajeJ44S2Yhttps://drive.google.com/open?id=1dSuwcQJkKBK64xbxeBNSwWsUepCWEAPr
MAHIIRONNAL GHINAXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)Tradisi ondel-ondelOndel-ondel adalah tradisi budaya Betawi, Jakarta, yang melibatkan boneka besar dengan riasan menarik dan warna-warna cerah. Tradisi ini sering terlihat dalam berbagai perayaan, seperti pernikahan atau festival, di mana ondel-ondel dipertontonkan untuk membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat menurut kepercayaan lokal. Boneka ini biasanya ditaruh di atas gerobak dan diarak sambil diiringi musik tradisional Betawi.https://drive.google.com/open?id=1vdoyD63ZIdeyNldeZqXyRCobg7ouTMOshttps://drive.google.com/open?id=13r8iYPzN8ckok3Wx7D_J2uZCS6aRjGSp
AHMAD NAILIL FAUZXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Time together Ukuran : ( 40×50)Warna:( cat akrilik)Komposis:(Bagian atas kiri terdapat lampu bagian dibelakang orang bukber terdapat pintu masjid ditengah-tengah melakukan buka puasa )Deskripsi detail:(bukber merupakan salah satu budaya pada saat puasa ramadhan maka dari itu saya ingin mengabarkan buka bersama teman teman kita berada didalam sebuah ruangan tempat kita bukber untuk menciptakan sebuah kenangan indah bersama teman dikarenakan kenangan itu akan sulit dibuat dan sulit juga untuk dilupakan)https://drive.google.com/open?id=1m6a61YZC0_6E_asVdhTEB8iUcSIIL_d9https://drive.google.com/open?id=147hpwrpFNFS8VPg2JjxEjK-kcGEwmR5f
ALFFIATUZ ZAHROXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Kolaborasi Kesenian dan Kebudayaan Antar DaerahMedia : Cat Akrilik di atas Kanvas.Ukuran : 40 × 60cmWarna : Hitam, merah, oren tua, oren muda, kuning, hijau, biru tua, biru muda, coklat tua, coklat muda, merah, cream, abu abu.Komposisi : 3 Topeng, Barong, Wayang Kulit, dan Batik.Deskripsi detail : Didalam gambar ini ada 3 gambar topeng, barong, wayang kulit, dan batik. Saya menggunakan campuran sedikit warna coklat dan warna putih, campuran warna merah dan oren, hijau, kuning, coklat, serta campuran warna merah dan putih. Untuk barong saya menggunakan dominan campuran warna merah, oranye, dan kuning, selain itu ada warna hitam, hijau, cream, coklat. Untuk wayang kulit saya menggunakan warna cream dan coklat tua. Untuk batiknya saya menggunakan campuran warna coklat tua dan coklat muda. Untuk background atau dasar, saya beri warna hitam. Dan saya juga menggunakan spidol putih, hitam, dan emas untuk menambah detail lukisan. Tujuan saya melukis ini adalah agar khalayak mengerti banyaknya keberagaman yang ada di Indonesia ini dengan ciri khas daerah nya masing masing. https://drive.google.com/open?id=12bzB27YYfmh3hk8rRAmSdlmx9j56aCYIhttps://drive.google.com/open?id=1KBdJx1xrfVCOd2s3_tij4foIx3aMus73
ANDIKA YOGA PRATAMAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Gunungan wayang Seni rupa :Media : cat akrilik di atas kanvasWarna : biru,kuning,hitam,merahDeskripsi detail : Judul karya:gunungan wayangKonsep: generasi muda dapat mengetahui bahwa wayang kulit yang ditampilkan tersebut merupakan warisan budaya dari leluhur dan harus tetap dilestarikan agar dapat dinikmati oleh generasi-generasi penerus bangsa dan menyatukan warna kuning,biru,merah,hitam, dengan konsep warna background gelap yang ber objek wayang kulithttps://drive.google.com/open?id=1I5YU4aywvGV0cenNEfcs5ubndFytR4JIhttps://drive.google.com/open?id=1AFhU0UaGAvlRA6J0gJstnuRXbaVCOk_n
AHMAD KAFAFU FUADIXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)HANOMANMEDIA : CAT AKRILIK DIATAS CANVASUKURAN : 40 cm X 60 cmGAYA : NATURALISMEWARNA : DOMINASI WARNA MERAH DAN HITAMDESKRIPSI KARYA :Hanoman adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putera Batara Bayu dan Anjani, keponakan dari Subali dan Sugriwa.https://drive.google.com/open?id=1nv8yURd2jejToSS1_us2wb0z_kbTuQpVhttps://drive.google.com/open?id=1ddcTvxqjS49GsASHTGFJN00QcFgzdFdA
SERLI ULYA MAULIDAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Batik parang jawa tengahSeni rupaMedia:cat akrilik di atas kanvasWarna:coklatUkuran : 40×60Deskripsi detail: batik parang adalah batik gang berasal dari jawa tengah yang terdominan dengan warna coklat,cream,hitam, dan kuninghttps://drive.google.com/open?id=1DyyPD8jHYCvYD_7zB1as9VjQ5EPVQFJlhttps://drive.google.com/open?id=1X1YIxJYGmW3N30r9Wq8NCY9ohr_158AS
LAYLA TSANY TALITHAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Keberagaman indonesiaSeni rupaMedia: cat akrilik di atas kanvasUkuran: 40x60cmWarna : coklat hitam biru Deskripsi detail: Karya lukisan ini menangkap dari beberapa kekayaan keragaman budaya indonesia melalui penggambaran topeng tradisional, pakaian, dan rumah adat ikonik dari beberapa daerah. Fokus utamanya adalah topeng tradisional yang berasal dari bali serta orang yang mengenakan pakaian tradisional dan rumah adat gadang yang terlibat dalam perayaan budaya, dikelilingi oleh corak-corak batik nusantara. Penggunaan warna-warna hangat serta detail rumit dalam kostum dan pola mencerminkan intrik budaya negara, menyampaikan esensi persatuan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia.https://drive.google.com/open?id=1ykJnb23Oh-JNpGo7DTdot2QKv-i4GzUZhttps://drive.google.com/open?id=1FOOTp0hJ7-bGmyqkiMEzOZXp8gHSAKpm
DIFKYA THIBYANIXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)Penari TradisionalMedia : cat akrilik diatas kanvas Ukuran : 40×60Warna : menggunakan warna hitam, putih, biru, coklat tua, coklat muda, merah, hijau, dan kuningDetail : Lukisan ini menggambarkan keanggunan dan keindahan gerakan seorang penari yang berbusana tradisional. Yang di iringi langsung dengan gamelan guna melestarikan budaya bangsa.https://drive.google.com/open?id=1LpRJK1rQBBsJ9J5V4fGS5Od4_fztwEzFhttps://drive.google.com/open?id=1-idWkbcLDiBVBtMb1vYd3-2kRzFfzvtf
JESSICA OCTAVIA ANATASYAXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)PUNAKAWAN Media: Cat Akrilik di atas kanvasUkuran : 60×40 cm Warna : Dominasi ke Cerah dan kontrasKomposisi:Lukisan ini terbagi menjadi dua bagian:Bagian kanan: Menggambarkan sosok Semar dengan penampilan yang khas dirinya sendiri yang gagah dan berani.Bagian kiri: Menggambarkan tiga sosok punakawan yaitu Gareng, Petruk,dan Bagong. Mereka dengan ciri khasnya masing-masing.Sosok diri:Wajah: Ekspresi senyum, melambangkan rasa senang,gembira,dan ketentraman dalam persahabatan.Pakaian: memakai jarik berwarna hijau bercorak emas, melambangkan selalu ingat pada asal usul dirinya sendiri.Posisi: Berdiri tegak di kanan dan kiri lukisan, melambangkan kekuatan dan keseimbangan untuk menghadapi berbagai macam emosi.Emosi:Kebahagiaan: Digambarkan dengan warna orange dan warna hijau yang melambangkan energi dan keceriaan.Lukisan ini menggambarkan empat orang yang bisa di sebut dengan punakawan. Dalam lukisan ini menggambarkan bahwasannya suatu pertemanan suatu kekeluargaan itu sangatlah penting untuk dijaga dan ditumbuhkan satu sama lain. Dalam lukisan ini tokoh Semar merupakan seorang yang merangkul tiga anaknya yaitu Petruk,Gareng, dan Bagong. Lukisan ini mengajak kita untuk saling menghormati satu sama lain, saling menyayangi dan memberikan kita wejangan bahwasanya kita harus hidup aman tentram dan bahagia.https://drive.google.com/open?id=11MtlkPf1IqpQux2emh2ErY-niTq8zLOXhttps://drive.google.com/open?id=1Xu_9gTyEPCxWxMXuNWr0Qpp9wFKPOjQG
AHMAD ZAKI HILAL PRASOJOXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)TARI TOPENG MALANGDESKRIPSI KARYAPELUKIS:AHMAD ZAKI HILAL PRASOJO KELAS:XII IPA 3DESKRIPSI KARYA:JUDUL: TARI TOPENG MALANGMEDIA LUKIS: CAT AKRILIK DI ATAS KANVASUKURAN: 40x60cmKONSEP KARYA:lukisan ini menggambarkan penari topeng malangan, tari topeng malangan merupakan kesenian tradisional yang berasal dari kabupaten malang, kesenian tari topeng malangan merupakan hasil perpaduan antara budaya yang berasal dari jawa tengah, jawa barat, dan jawa timurhttps://drive.google.com/open?id=1Lun0UauFAUa1jOQdTSU_KVgncNKAG8oYhttps://drive.google.com/open?id=1ZEZoLB-HcUrKV2pxK7qEzCfhRaERNDyB
CAHYATI PUJI ASTUTIXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)Bhinneka tunggal Ika Media : cat akrilik di atas kanvasUkuran: 40×60 cmWarna: Dominasi warna warna cerah dan kontrasKonsep: Lukisan ini menggambarkan benika tunggal Ika meskipun Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan budaya, bangsa Indonesia tetap menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkanhttps://drive.google.com/open?id=1plEGXgcG9YJv40zcFHdqTxCvYKLP8M-hhttps://drive.google.com/open?id=1ycdifcR-GmO7zFdMyEOD91nvEaa3a9Sh
ANITA RAHMAWATIXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)Barongan Bali Media: Cat akrilik di atas kanvasUkuran: 40 cm x 60 cmGaya: realismeWarna: Dominasi warna cerah dan gelap,& kotras Konsep: Menggambar kan sebuah kepala barongan Bali dengan unsur-unsur batik khas Bali.lukisan kepala barong bali sangat kental dengan agama dan budaya yang ada di bali.https://drive.google.com/open?id=1RDhICIrDbonRcOZg4s1t3dQgKlZ3-2PQhttps://drive.google.com/open?id=16Yr8Moj7_PEyP1ZVoky2ZdtVWdkfUTw3
ULFA ISNAINI RHOIKANAHXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)Tarian sangyangMedia: cat akrilikUkuran : 40×60 cmWarna: dominan cerah senadaLukisan ini menggambar seorang perempuan melakukan tarian Sanghyanghttps://drive.google.com/open?id=1dJ7GiEBR9WEdudHzbR_FSrPoSJLbwl7Qhttps://drive.google.com/open?id=16prXYl5odndbVooOEQ72jKdB58KMXUV9
DEWI WARDATUL JANNAHXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)KEN DEDESMedia: cat akrilik di atas kanvasUkuran: 40×60 cmWarna:dominan cerah senadaLukisan ini menggambarkan seorang wanita yang maharupa, perwujudan kecantikan yang sempurna, Kendedes namanya.https://drive.google.com/open?id=1qiziXbOlDr4HzF4HVh_PeX0wVrK0ssvAhttps://drive.google.com/open?id=1nuH4G8u81Y0zyDRX25JpBq5dzyfd3EqT
RAVI AHMAD HAFIZXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)Rumah AdatRumah adat minangkabau yaitu rumah gadang https://drive.google.com/open?id=1VIQc1Y0ynHDcH_OKbx_M_O4rURXcyXVNhttps://drive.google.com/open?id=1JnBNaN1_SQqDwhr3KbMJBzeLgQEj4Ipt
MASIKATUS SANIYAXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)kebudayaan papuaSeni rupa lukismedia:cat acrilik diatas kanvasukuran : 40x 50warna : oren, hijau, biru, coklat muda, coklat tua, cream,merah, hitam,putih komposisi: dinamisdeskripsi: konsep lukisan ini tentang kebudayaan papua mencerminkan nilai nilai kebudayaan, burung cendrawasih dan rumah tradisional masyarakat papua. dengan menggunakan warna warna yang cerah lukisan tersebut mempersembahkan kehidupan dan kekayaan kebudayaan budaya yang unik dari papuahttps://drive.google.com/open?id=1O_v7YjnqKMdwqxuK__k2iEFYYnI8p_Q2https://drive.google.com/open?id=1eDE_7_2V_yUn5VEJwvpYu1KtL7n0y_nQ
AHMAD ZAKI HILAL PRASOJOXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)TARI TOPENG MALANGDESKRIPSI KARYAPELUKIS:AHMAD ZAKI HILAL PRASOJO KELAS:XII IPA 3DESKRIPSI KARYA:JUDUL: TARI TOPENG MALANGMEDIA LUKIS: CAT AKRILIK DI ATAS KANVASUKURAN: 40x60cmGAYA : naturalismeWARNA : Dominasi warna terang dan gelapKomposisi: Komposisi simetris yaitu objek gambar diletakkan pada posisi seimbang antara sebelah kiri dan kanan. KONSEP KARYA:lukisan ini menggambarkan penari topeng malangan, tari topeng malangan merupakan kesenian tradisional yang berasal dari kabupaten malang, kesenian tari topeng malangan merupakan hasil perpaduan antara budaya yang berasal dari jawa tengah, jawa barat, dan jawa timurhttps://drive.google.com/open?id=1M4ZhcEtNQoTQJgYLH412v7Ep-QFFdPYMhttps://drive.google.com/open?id=1sltNeHGuOq9HILEv1z0gM95hC6leJ2VX
SABILATUL KARIMAHXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)Menghidupkan kembali warisan NusantaraMedia : cat akrilik diatas kanvasUkuran : 40 x 60cmWarna : background hitam yang menggambarkan nuansa tradisional dan asap bertebaran yang berwarna putih yang berarti kebiasaan ini sudah mulai hilang dan terkikis oleh alat-alat modernKomposisi : lukisan tungku di pojok kiri bawah dan fentilasi di pojok kanan atas dan saya menambahkan warna putih untuk asap agar lukisan terkesan sedikit lebih terangDeskripsi : melihat perkembangan teknologi dan cara berfikir manusia, khususnya tradisi atau budaya kita kian terkikis, masyarakat yang awalnya memasak hanya menggunakan tungku Pawon sekarang sudah lebih modern menggunakan kompor padahal masak menggunakan tungku dapat lebih menghemat biaya karena tidak menggunakan gas, dan juga lebih baik bagi kesehatan. Tungku juga memiliki bentuk yang unik yang berbeda-beda di setiap daerah, dan kali ini saya akan melukis tungku dari daerah saya, saya prihatin karena tungku tak lagi di minati oleh masyarakat hal itu membuat produsen tungku kehilangan konsumen. Lukisan ini dibuat dengan latar belakang warna hitam yang menggambarkan nuansa tradisional dan asap berwarna putih yang berarti kebiasaan ini sudah mulai hilang dan terkikis oleh alat² modernhttps://drive.google.com/open?id=1sSSk6awz2G6xKfHJ5Ho0nTA3Q4IeJvQUhttps://drive.google.com/open?id=1848mVMTLZcciV_8rbxl3GA28isk7yN_n
TANZILA ALBAD FRISZA MEIANYAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)BARONGAN BALIMedia : cat akrilik diatas kanvas Ukuran : 40 x 60 cmWarna : merah,kuning emas ,putih, hitam, abu abu,biruKomposisi : barongan bali ditengah dan dibawah nya ada 2 barongan kecil kanan kiriDeskripsi detail : Lukisan Barongan Bali adalah lukisan yang menggambarkan karakter Barongan, sebuah tokoh dalam tradisi seni pertunjukan Bali. Barongan adalah makhluk mitos yang sering digambarkan sebagai singa atau hewan lain dengan ciri khas topeng yang besar dan mengerikan. Lukisan-lukisan ini sering menggambarkan kekuatan dan keberanian, serta keindahan dari seni pertunjukan Bali.https://drive.google.com/open?id=1bc8PK9nhmUn_dqk0dltKvEcx5CocFq7Ihttps://drive.google.com/open?id=1qvrdmnYJscsAzg9WhgIhufqBxVdHSVOH
MUHAMMAD TOTTI PAHLEVIXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Harapan pixie hollowBercerita tentang anak muda yang melupakan budaya membatik jadi saya mereprentasi lewat karakter tinker bell yang memakai selempang batik menatap kampung halaman nya yautu pixie hollow yang sudah hancurhttps://drive.google.com/open?id=1HJMdfmeN1cafWwnPRdj6vKk7-t89QXtihttps://drive.google.com/open?id=1OcMWud7hJ9YcM3o9JqX3vBlD3qfafoZg
NUR INTAN URIVIANTIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Burung CendrawasihKonsep saya ingin melestarikan burung cendrawasih yang hampir punah bahkan sudah terbilang punah di karenakan oknum yang tidak bertanggung jawab burung cendrawasih juga menjadi salah satu icon dari pulau papua yang wajib kita lindungi/lestarikanhttps://drive.google.com/open?id=15l1WDPUo2iEkT-937JGoKjS2vDzPP2CUhttps://drive.google.com/open?id=1i3f-rFGXul_C140FPnuptZljFadkKvnt
TATIA DWI HANDAYANIXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)TOPENG MENOR YANG TERLUPAKANMedia = Cat akrilik diatas kanvaswarna = menggunakan warna² gelap seperti merah bata, hijau tua, dan hitam.komposisi = dominan gelapdeskripsi = Dalam lukisan tersebut, seniman dapat menampilkan seorang tokoh yang sedih atau meratapi kehilangan kelestarian topeng menor. Ekspresi sedih yang kuat pada wajah tokoh dapat memperkuat narasi tentang kepedihan akan hilangnya bagian dari warisan budaya.dengan demikian, lukisan ini dapat menginspirasi pemirsa untuk lebih memperhatikan dan melestarikan warisan budaya yang hampir punah.https://drive.google.com/open?id=1MWBOJ1YxgZknXIHXzyMKE–KiZszaeF6https://drive.google.com/open?id=143LsgpYoOfmh1Kh_VPosAUT-9U3gzAUk
WURI DEWI INAYAHXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Berlayar menyebarkan budayaMedia:( cat akrilik di atas kanvas)Ukuran:(40×60 cm)Warna:( dominan gelap)Komposisi:(bagian atas berupa senja dan bagian bawah berupa laut)Deskripsi:(wayang merupakan kebudayaan asli Indonesia yang perlu dilestarikan keberadaannya.Disini saya menggambarkan seorang dalang yang sedang memainkan wayangnya di atas kapal yang berlayar di samudra, dengan maksud untuk menyebarkan budaya asli Indonesia ini agar dikenal oleh kalangan mana saja)https://drive.google.com/open?id=1XBXf4ZRnw8RvwfrnRrCcjqvVj8iaAOI9https://drive.google.com/open?id=1dIo1FniyTC2y-nBKhTwgnK6dXMXfRVUZ
ELSA PURNAMA RATRIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)MELUKIS JAJANAN TRADISIONAL JAWAMedia:cat akrilik di atas kanvasUkuran:40x60cmWarna:gelap terang Komposisi:cat akrilik,kuas,media lukis(kanvas)Deskripsi:menggambarkan jajanan tradisional yang di alasi daun pisang dan tampah terdapat kue” dan di bawah nya terdapat Kendari dan cangkir dari gerabah https://drive.google.com/open?id=1H2gy5LbMo1paM9kVv61jYueyZc5zSBxwhttps://drive.google.com/open?id=1Am-kyeeckoXePgRY9IGtBOGAbv76Pa7M
SALSA ZULIA INDAH SAPUTRIXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)Trend global dilembaran gaya remajaMedia: cat akrilik di atas kanvasUkuran:40×60 cmWarna:saya menggunakan warna biru cerah dibagian baju orang yang memakai kebaya,karena warna biru melambangkan kesedihan.dan bagroundnya saya warnai dgn warna light grey agar lebih seimbang. Deskripsi: Remaja sekarang lebih senang mengenakan baju model Korea bila dibanding mengenakan batik ataupun kebaya. Ini terjadi karena masih adanya anggapan bahwa keren = luar negeri sehingga budaya – budaya dari luar negeri lebih mudah diserap oleh masyarakat Indonesia.dilukisan yang saya buat,saya mengambil objek 2 orang yang satu mengenakan kebaya dan yang satu mengenakan pakaian trend sekarang,objek orang yang memakai kebaya saya buat merem dan mengenakan baju warna biru cerah yg melambangkan kesedihan saat melihat anak remaja skrng yang lebih suka mengenakan baju trend skrng bila dibanding mengenakan kebaya. https://drive.google.com/open?id=1797lTEcXkBcwHKxUBDRJ3crXThEE-y0ahttps://drive.google.com/open?id=1pngU2qOttSu0CGyDINMvKyp8I_8FMMQa
WAHYU ANDHIKA EKA SAPUTRAXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)WAYANG GARENGGareng adalah punakawan yang memiliki tubuh yang kurang sempurna dengan hidung bulat,tangan patah,kaki pincang,dan mata yang juling. Sosok Gareng di artikan sebagai pesan untuk berhati-hati dalam bertindak dan tidak mengambil milik orang lain atau yang bukan haknya.https://drive.google.com/open?id=1b_sQORngBg6S5hWUPl9b_gbdlAKaw7jlhttps://drive.google.com/open?id=1KDT7mcxXeBtO69VwVUUk_rkkaifvkIxf
DANAR PRIMA SANTRISKAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Leak Budaya Balimedia: cat air di atas canvas ukuran: (40 x 60 cm)warna: warna dominan terang komposisi: pada bagian tengah terdapat objek utama yaitu Leak, pada bagian samping dan atas terdapat background dengan gradasi warna oranye, coklat muda, dan kuningDeskripsi detail : Dalam upaya melestarikan kearifan lokal, saya merancang sebuah lukisan yang menggambarkan keindahan dan keunikan kesenian leak, simbol budaya Bali. Lukisan ini bertujuan tidak hanya untuk memperkenalkan generasi mendatang pada warisan seni tradisional, tetapi juga untuk membangun kesadaran luas tentang pentingnya menjaga keberlangsungan kesenian adat.https://drive.google.com/open?id=1G1KfyM6h_Z-CXJAN3g3QLK4slRSRbdwNhttps://drive.google.com/open?id=17G1liu3BBRCAX-RqXxvpYZUBlZgOulul
MOHAMMAD ZIKINXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)sipitungmedia: akrilik di atas kanvasukuran: 40x50cmwarna: Berdominasi warna gelap dan cerahkomposisi: Lukisan ini terbagi menjadi dua yaitu* Bagian tengah menggambarkan sosok wajah yang berwarna gelap* bagian kelilingnya menggambarkan latar belakang yang cerahDeskripsi detail:senang: menggambarkan sosok wajah yang berwarna coklat ke gelap dan terangterdapat slendang: berwarna merah,pink,coklat tuahttps://drive.google.com/open?id=10tG2w8p5WOMKLbNtfFZmYMEx_1c405zZhttps://drive.google.com/open?id=1ibUkpRXDPKqhMNjiJhOvtoot71x4RJnG
DEA APRILLIA KARTINIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)MAYANGKARA REKSADESKRIPSI KARYAMedia : cat akrilik diatas canvas,Ukuran : 40 x 60,Warna : warna terang di bagian background dan kombinasi warna gelap terang di bagian wayang,Komposisi : dominan & simetris,Deskripsi detail : lukisan ini menggambarkan sang pejuang harus senantiasa berjiwa muda. selalu awas serta waspada. selalu muda “nom” atau “Anoman”. yang telah terlatih raganya sebagai senapati,serta ditempa jiwanya sebagai pandita berjuluk Resi Mayangkara. jiwa mudanya harus selalu menjaga atau “reksa” api angkara murka agar tidak berkobar terlalu besar hingga membuat panas hawa semesta.https://drive.google.com/open?id=1sMGjv-DyoU5lMxpawIp7jqyjQzbjc8lUhttps://drive.google.com/open?id=1fln48swfMe8I87ymt4alTnJRVa6DLLo5
ALIEF EKO SYAHFIARXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)PertarunganMedia: cat akrilik di atas kanvas ukuran 40 x 60 warna: hitam orange kuning biru coklat kompesisi: mengguna kan unsur gelap terang garis deskriosi lukusan pertarungan dua orang yang membelakangi cahaya ketika senja lukisan itu menggambarkan keindahan senja dan budaya pertarungan https://drive.google.com/open?id=12o8B-_pL2pC07ACLAK0VvkqgoRzZ3sjPhttps://drive.google.com/open?id=1eQKJNHRNwrFi3bomiQDcxt-7Q3yWh3WN
NADIA FARA KUMALA SARIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Tari Piring dan Rumah Gadang dari Minangkabau Media: Cat akrilik di atas KanvasUkuran : 40×50 cmGaya : Naturalisme,Warna: Dominasi warna terang dan gelapKomposisi: lukisan ini terbagi menjadi dua bagian bagian atas menggambarkan rumah adat gadang dari Minangkabau, dan bagian bawah menggambarkan seorang penari yang menarikan tari piring. Rumah adat gadang memiliki bentuk puncak atapnya runcing menyerupai tanduk kerbau dan memiliki makna kemenangan, tari piring merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah.https://drive.google.com/open?id=1POlaQPc8klMIYxll35OcNG7Uzvol9qvMhttps://drive.google.com/open?id=1RMjYvpmrUtvBouketvp84H1XdFWGXhFt
RAHMA DWI KARTIKAXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Rumah adat jogloMedia: cat akrilik di atas kanvasUkuran: 40x50Warna: Berdominasi warna terangKomposisi: terdapat tiga bagian*Bagian atas terdapat gambaran senja yang indah*Bagian tengah lukisan terdapat rumah joglo dan orang dan di samping rumah terdapat pohon dan pohon kelapa*Bagian bawah lukisan terdapat jalan dan di kelilingi oleh rumputDeskripsi detail: Senja: yang terdapat warna oren,kuning, dan merahRumah adat: terdapat warna coklat tuaOrang menyapu: terdapat warna yang terangBelakang rumah: terdapat warna biru,putih, dan pohon hijau https://drive.google.com/open?id=1fK8ZZbQ96APlgspcTc08B1KbkKm__Xdwhttps://drive.google.com/open?id=1WFLjIsJvadZz_mlacB3l0-epzIX2l54K
GEFIRA DEWI NUGRAHENYXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Suara Alam Yang MemudarMedia: Cat akrilik di atas kanvasUkuran: 40 cm x 60 cmGaya: Realisme- NaturalismeWarna: Didominasi warna warna alam yang nyataKomposisi:Lukisan ini terbagi menjadi dua bagian:Bagian Kanan: Menggambarkan hujau dan rimbunya hutan yang masih sehat. Bagian kiri: Menggambarkan hutan yang mulai gundul dengan sedikitnya pohon yang ada dan beberapah kayu dari pohon yang sudah ditebang. Deskripsi detail:Orang bersepeda :Bentuk: Orang yang bersepeda dilukisan adalah sosok anak-anak yang menggambarkan tentang masadepan yang mungkin telah dirusak. Sepeda: Menggunakan sepedha jaman dahulu menggambarkan tentang kesederhanaan orang orangbyang tinggal dan bergatung dengan alam. Posisi: Berada tepat ditengah lukisan menggambarkan perbedaan yang jelas antara kedua sisi lukisan. Hutan: Pohon yang ditebang: Digambarkan untuk menunjukan bahwa jaman sekarang banya hutan yang sudah ditebang untuk dialih fungsikan. Cahaya: Banyaknya cahaya matahari yang menembus sisi sisi pepohonan menunjukan bahwa hutan tak lagi rindang, sehingga cahaya matahari dapat menembusnya dengan mudah. Makna:Lukisan ini menggambarkan bagaimana kondisi alam saat ini. Sekarang banyak sekali pohon-pohon yang ditebang untuk dimanfaatkan kayunya ataupun dialihkan fungsinya. Manusia seakan tak lagi peduli tentang rusaknya paru-paru dunia, banyak flora dan fauna langka yang telah kehilangan rumahnya. Sosok anak yang bersepeda menunjukan bahwa masih ada masa depan yang hidup dan memanfaatkan naungan alam. Mereka yang sudah lama bergantung dengan alam harus menerima perubahan yang terjadi dengan lingkungaan mereka bisa tekrus bertahan hidup. Lukisan ini memberikan arti bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini harus dijaga dengan baik, bahkan hal kecil yang kadang dianggap tak terlalu berarti bagi kita. Apalagi alam yang telah memberikan kehidupan untuk seluruh makhluk dari awal, padahal dari alamlah kita bisa merasakan tentang bagaimana masa depan. https://drive.google.com/open?id=1lsNzTpWorHaoIKFHaJbhos9dIx0dmMd2https://drive.google.com/open?id=1zX_Kzn6kN-3tuCqmsDg_bWo93qEQyl1b
HELENA CAHYANING PUTRI SUBANDIXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)SI MBOK JAMUmedia yang saya gunakan adalah cat akrilik, kanvas, kuas, dan palet.ukuran kanvas yang saya gunakan adalah 40×50 cm.warna yang saya gunakan cenderung menggunakan warna yang terang dan kontras. beberapa warna yang saya gunakan yaitu orange paling mendominasi, merah, putih, biru, coklat, hitam, hijau, dan kuning. dalam penggunaan warna saya memilih cat yang disarankan oleh pak Mohdy yaitu Maries.komposisi yang ada dalam lukisan saya yaitu terdapat si mbok jamu dengan rinjingnya yang di gendong dan ditaruh dibawah pada latar depan, lalu pada latar tengah saya gunakan warna gradasi orange tua ke orange muda, selanjutnya pada latar belakang terdapat rumah sakit dan langit dengan gradasi warna hijau dan biru. menurut saya lukisan ini komposisinya kurang seimbang dan kurang selaras antara objek satu dengan lainya.deskripsi detail saya yaitu Kata jamu berasal dari bahasa Jawa kuno, yaitu jampi atau usodo . jampi atau usodo memiliki arti penyembuhan menggunakan ramuan obat-obatan atau doa-doa. Istilah jampi banyak ditemukan pada naskah kuno, seperti pada naskah Gatotkacasraya yang ditulis oleh Mpu Panuluh dari Kerajaan Kediri pada masa Raja Jayabaya . Jamu merupakan warisan leluhur yang sangat berharga. Minuman ini telah memegang peranan penting dalam pemeliharaan kesehatan dan kebugaran masyarakat nusantara sejak ratusan tahun silam . tetapi pada zaman sekarang penggunaan jamu telah mengakar di masyarakat sejak lama dan turun temurun. Namun, budaya minum jamu saat ini nyaris hilang, khususnya di kalangan generasi milenial . Terdapat sejumlah alasan generasi muda tidak menyukai minum jamu. Salah satunya karena rasanya yang pahit. Selain itu, jamu juga identik dengan minuman orang tua, bukan minuman yang populer bagi anak muda. generasi milenial juga lebih menyukai obat kimia yang lebih praktis dibanding jamu yang pembuatanya cukup sulit . hal-hal seperti itu yang menjadi salah satu penyebab jamu sudah tidak digemari bahkan pada zaman sekarang banyak orang yang tidak familiar dengan jamu. untuk itu pada festival bukit kali ini saya ingin mengingatkan generasi milenial akan ” jamu ” .dari latar belakang yang saya tulis diatas saya merencanakan akan melukis penjual jamu gendong yang biasa disebut dengan ” mbok jamu ” dengan pilihan warna cerah pada objek mbok jamu dan rinjing dengan didalamnya terdapat botol jamu, dengan latar belakang warna orange seperti senja yang menyimbolkan mbok jamu dizaman sekarang seperti matahari dikala senja dan agar terkesan sudah terlupakan. tersebut pada lukisan ini juga akan terbagi menjadi tiga latar, yaitu latar depan, latar tengah dan latar belakang. dalam lukisan ini saya juga memperhatikan unsur gelap terang. media yang saya gunakan adalah canvas 40×60, satu buah kuas, palet, dan juga cat.https://drive.google.com/open?id=160CSZ__jYax-y01WRckJ7rtW8SttzP_nhttps://drive.google.com/open?id=1rccMsUcv9wJxdV63AjtO4tI42cPfZOxR
JENI EKA WULANDARIXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Teknologi menghilangkan warisan negriUkuran : (40 * 60 cm)Warna : terangKomposisi : depan orang menumbuk padi, belakang sebuah desaDeskripsi detail: Lukisan ini merepresentasikan sebuah nostalgia terhadap cara tradisional memanen padi di desa, menunjukkan seorang warga desa yang dengan penuh kesederhanaan dan manualitas melakukan tugas tersebut. Di tengah kemajuan teknologi modern, gambar ini bertujuan mengabadikan kearifan lokal yang kini mulai terlupakan. Dengan menyoroti pergeseran dari cara manual ke teknologi canggih, lukisan ini menjadi suatu bentuk dokumentasi visual yang mengajak generasi mendatang untuk mengenali dan menghargai warisan budaya serta sejarah teknologi pertanian yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat desa.https://drive.google.com/open?id=1kNfbU8MVFc4pl8SYX6coa7Vl4Rq6ljqwhttps://drive.google.com/open?id=1-kwNjGeX18j6SPOrRdY_gy_SCbhaVc1J
MUHAMMAD DESAH GRATA NORAGAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Batik Warisan NegeriBerisi tentang seorang yang sedang membuat batik tulis tradisionalhttps://drive.google.com/open?id=14prmUtYkJKtic6uteviRP0gezm2s1iKchttps://drive.google.com/open?id=1Cgcd9948NP_KUubPEvrMmrQs9Te8-n4G
SITI INDRIYANTIXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)ELEGANSI ADAT JAWAmedia seni rupa milik saya yaitu, kanvas dan cat akrilikukuran kanvas yang saya gunakan yaitu 40×60 cmwarna yang saya gunakan cenderung menggunkan warna yang cerah seperti warna kuning orange merah putih biru dan terdapat beberapa warna gelap seperti hijau tua, warna coklat dan warna hitam.komposisi yang saya gunakan cukup seimbang degan latar depan didominasi oleh rerumputan dan semak-semak lalu latar tengah terdapat 2 orang yang saling menyapa menandakan kesopanan dalam budaya jawa.selanjutnya pada latar belakang terdapat pepohonan dan langit senja.Saya akan melukis sebuah karya dimana isinya ada dua orang yang sedang berpapasan dan saling bertegur sapa. Dua orang itu yang satu deskripsi karya menggambarkan sosok orang tua yang satu sosok anak muda. Hal itu saya jadika sebagai inspirasi karya lukisan dikarenakan pada zaman sekarang anak muda ketika dg orang yang lebih tua kurang memperhatian kesopanan / etika yang benar, dimana di kebudayaan jawa sendiri menerapkan nilai kesopan ketika bertemu dengan orang yang lebih tua . Lukisan ini terbagi menjadi 3 latar yaitu : latar depan,tengah, dan belakang. Saya memilih warna cerah untuk beberapa komponen misalnya langit dan sebagian lagi warna aga gelap sehingga membuat lukisan lebih mengena ketika dilihat. Media yang saya gunakan untuk menulis adalah kanvas berukuran 40×60 cm, 1 pack kuas yang berisi 5 buah, palet, dan yang terakhir cat akrilikhttps://drive.google.com/open?id=1m2VEGQT2uk86xJJ75N_vRGtKnG_pVIQ1https://drive.google.com/open?id=1Qjs94_xqJd9E75UVeAUWvoKfesaXWTzQ
DIANA APRILIANIXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)KEANGGUNAN BURUNG MERAK-salah satu burung yang terkenal karena keindahan bulu ekornya yang berwarna-warni dan berbentuk seperti kipas. Burung merak jantan memiliki ekor yang lebih panjang dan indah dibandingkan burung merak betina.Keunikan burung merak terletak pada tampilan bulu ekornya yang memukau. Bulu ekor burung merak terdiri dari berbagai warna seperti biru, hijau, ungu, dan emas. Saat burung merak mengibaskan ekornya, bulu-bulu tersebut membentuk kipas yang indah dan mempesona.-burung merak memiliki keindahan yang menakjubkan, populasinya mengalami penurunan drastis dalam beberapa dekade terakhir.Salah satu faktor yang menyebabkan ancaman terhadap burung merak adalah hilangnya habitat alaminya. Deforestasi dan perusakan habitat mengurangi ruang hidup yang tersedia bagi burung merak. Selain itu, perburuan ilegal juga menjadi ancaman serius bagi populasi burung merak. Bulu ekor burung merak sering kali diambil untuk dijadikan hiasan atau dijual sebagai barang antik-bulu ekor burung merak memiliki warna-warna yang mencolok dan beragam, seperti biru, hijau, ungu, dan emas. Warna-warna ini terdistribusi secara simetris di sepanjang ekor, menciptakan tampilan yang menarik dan mencolok.Selain itu, bulu ekor burung merak juga memiliki pola mata yang khas. Pada setiap bulu, terdapat bintik-bintik berwarna yang teratur dan terlihat seperti mata. Pola ini memberikan efek visual yang menarik dan memperkuat keindahan bulu ekor burung merak.https://drive.google.com/open?id=12xevQr1I5J9Pe00WVrLpRqijBraQbVYghttps://drive.google.com/open?id=18ktiIJ6MJmQ4t1JZ_lLWeLvIpYG0BeUT
LILIS ERNA DWIYANTIXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)Revitalisasi Tenun Tobamedia: cat akrilik di atas kanvasukuran: 40 x 60 cmwarna : biru muda,biru tua,hijau,putih,merah, cokelat, kuning,orange, hitam.komposisi: asimetris, gambar orang menenun saya letak di sebelah kiri (kanan dipandang depan) dan sebelah kanannya ada gambar semak- semak, diletakkan dalam posisi tidak sama baik dalam posisi maupun ukuran gambar orangnya yang terlalu kecil (kurang detail), posisi gunung terlalu tinggi dan danau terlalu luas.deskripsi detail: Tenun adalah tradisi orang Batak, sumatera Utara yaitu proses membuat kain dari benang ,kain tersebut bernama ulos. Dalam lukisan ini,saya menggambar dengan aliran naturalisme. lukisan saya terbagi dalam 2 latar,yaitu latar depan dan belakang. Latar depan gambar orang menenun diatas bukit, sedangkan latar belakang gambar danau toba. Saya membuat lukisan ini dengan dominasi warna biru sebagai langit dan danau, lalu ada warna hijau sebagai bukit, warna putih sebagai awan , warna cokelat sebagai tikar, dan warna merah sebagai kain ulos dan pakaian yang dikenakan orang yang menenun. Arti lukisan ini yaitu saya ingin memberitahukan kepada orang-orang terutama para generasi zaman sekarang tentang pentingnya menjadi produsen yang menghasilkan produk yang dapat digunakan dan dihargai oleh setiap orang, bukan hanya sebagai konsumen yang bisa saja membuat kita semakin malas untuk bangun, berbenah,dan memulai sebuah pekerjaan. Dan saya mengambil objek orang menenun karena menenun bukanlah pekerjaan mudah, yaitu pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, ketelatenan, dan kemahiran dalam membuat, kemahiran itu kadang yang membuat remaja gen Z malas karena mereka berfikir tidak bisa padahal belum dilakukan. Dan menenun perlu untuk digiatkan agar kita bisa melestarikan budaya dan produk lokal bangsa Indonesia. Selain itu,saya mengambil latar belakang/background danau toba karena menenun adalah tradisi orang Sumatra Utara, dan mengambil warna merah pada kain ulos yang berarti para remaja/gen Z harus berani memulai suatu kebiasaan dan pekerjaan baru yang bermanfaat bagi semua.https://drive.google.com/open?id=1IyZTW53qXnlJCx9EPC03_ouLOBfdmMjIhttps://drive.google.com/open?id=1VbXtWmkRxn13xQow7xu5AI19RkzJ5pob
TUTIK REVALIAXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)HILANGNYA KEBUDAYAAN JAWAJudul: hilangnya kebudayaan jawa.Konsep:Lukisan tersebut dapat memvisualisasikan kesenjangan antara warisan budaya pembuatan batik tradisional dan arus modernisasi yang mungkin mengancam keberlanjutannya. Menggambarkan peralihan dari teknik tradisional ke proses produksi yang lebih modern, serta potret generasi muda yang mungkin kehilangan minat dalam mempertahankan keterampilan warisan tersebut.https://drive.google.com/open?id=1ruGMFEZaDQ6GZ_dEa5m2KDs27gAQR2M3https://drive.google.com/open?id=1vfi5lIBI60XAOFN7VlfVdL7_CAkzx_w0
ALYA SAFITRIXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Panen Padi Dengan Alat Tradisional Media:Cat akrilik di atas kanvasUkuran:40×60 cmGaya:NaturalismeWarna:Dominasi warna dalam lukisan ini terdiri dari hijau untuk (pohon,rumput,gunung). kuning orange cokelat menampilkan padi yang siap panen, biru untuk langit putih untuk awan dan beberapa sentuhan warna lainnya untuk menyoroti detail-detail tambahan dalam lukisan.Komposisi:Lukisan ini menampilkan sekelompok petani yang bergotong royong memanen hasil pertanian di tengah hamparan sawah yang luas. Di tengah-tengah lukisan, petani yang sedang bekerja keras memanen padi dengan alat tradisional seperti sabit dan gepyok sebagai alat tradisional perontok padi.Mereka terlihat berinteraksi dengan semangat dan kebersamaan, saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam proses panen.Latar belakang mencakup pemandangan yang indah, dengan langit biru yang disertai awan, gunung atau bukit di kejauhan, dan hamparan sawah yang subur. Beberapa detail tambahan untuk menambahkan kedalaman visual dan memperkaya komposisi lukisan.Deskripsi:Lukisan ini menggambarkan suasana gotong royong ditengah sawah yang subur.Petani-petani dengan penuh semangat memanen padi menggunakan alat-alat tradisional.mereka terlihat bekerja bersama-sama yang penuh kegembiraan dan kebersamaan.dengan hamparan sawah yang luas,dan pohon serta gunung di kejahuan.lukisan ini menciptakan gambaran yang indah tentang kehidupan pedesaan dan nilai-nilai gotong royong dalam pertanianhttps://drive.google.com/open?id=1uUJLxRY4dM8srAkfWP5T0sp9zt_-LJNlhttps://drive.google.com/open?id=1ZDujnpGQ46WGfPcQW6DPZ8S4ErXP1PwW
DIANA LESTARIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)GAMELANMedia: Cat Akrilik di atas kanvasUkuran: 60x40cmWarna: Berdominasu warna warna gelap dan terangKomposisi: lukisan ini terbagi menjadi tiga bagian ini*Bagian kanan atas menggambarkan seorang laki laki yang sedang memainkan alat gamelan yang bernama gendang*Bagian tengah menggambarkan seorang perempuan cantik yang sedang memainkan alat gamelan yang bernama gambang*Bagian kiri atas menggambarkan gong yang sedang di pukulDeskripsi detail: Gendang: berwarna coklat tua, coklat muda dan putih sedikit Gambang: berwarna coklat tua dan muda, kuining,Gong: berwarna coklat muda dan tua dan hitamhttps://drive.google.com/open?id=1veUTYU2O4d1MGk0hNgQeOCyt8UG07xFRhttps://drive.google.com/open?id=15fhxS6ijWTVHYMlCTu8dLiEvwtv0ncpR
ELSA PURNAMA RATRIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)MELUKIS JAJANAN TRADISIONAL JAWA Media:cat akrilik di atas kanvasUkuran:40×60 cmWarna: dominasi gelap terang Komposisi:cat akrilik,kuas,media lukis(kanvas)Deskripsi: jajanan tradisional Jawa berlapis daun pisang dan tampah di atasnya terdapat kue”tradisional seperti lapis,bolu,pastel,ketan salak,GHETUK di bawanya ada onde”dan kendi yang terbuat dari gerabah https://drive.google.com/open?id=1Cy16n3z85c9KfG01Fesdremv9_s4IxaRhttps://drive.google.com/open?id=1nV-dVLb8r9-wn-Z-VVmyxOgmNzFWaLkk
FITRIA INDAH RAHMADANIXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Sunan Kalijaga Media:cat akrilik di atas kanvasUkuran:(40×60cm)Warna:blok hijau muda sama hijau tua+putih,baju sunan hitam+coklat,blangkon warna coklat+Hitam+putih,muka campuran warna coklat kuning putih creamKomposisi: Sunan Kalijaga, salah satu dari sembilan wali atau sunan yang dikenal dalam sejarah Islam di Indonesia, adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam penyebaran agama Islam dan pengembangan budaya Jawa. Beliau dikenal sebagai tokoh yang menggabungkan ajaran Islam dengan kearifan lokal, sehingga mampu memperoleh simpati serta kepercayaan masyarakat Jawa pada masa itu. Sunan Kalijaga juga terkenal dengan berbagai kisah kebijaksanaan dan kebajikan, serta kontribusinya dalam bidang seni, seperti wayang kulit dan gamelanDeskripsi detail:Saat ini, tidak ada catatan sejarah yang secara khusus menggambarkan lukisan fisik Sunan Kalijaga yang otentik. Namun, dalam tradisi seni dan budaya Jawa, terutama dalam seni lukis tradisional atau seni rupa Jawa, sering kali ada representasi Sunan Kalijaga. Lukisan-lukisan ini biasanya menggambarkan beliau sebagai seorang tokoh agama yang bijaksana, dengan pakaian tradisional Jawa, kadang-kadang duduk bersila atau berdiri dengan wibawa. Di sekitarnya mungkin ada adegan-adegan dari kisah-kisah kehidupan beliau, seperti mengajar, berdoa, atau berinteraksi dengan masyarakat.Selain itu, dalam seni rupa Islam Nusantara, terutama dalam seni ukiran dan kaligrafi, sering kali ada representasi Sunan Kalijaga dalam bentuk kaligrafi Arab yang membentuk siluet atau wajah beliau. Karya seni ini sering kali dihiasi dengan ornamen-ornamen tradisional Jawa atau motif-motif Islam.Meskipun tidak ada deskripsi detail tentang lukisan fisik Sunan Kalijaga, namun representasi-belakangan melalui seni dan budaya memberikan gambaran yang kaya akan kebijaksanaan, spiritualitas, dan warisan budaya yang ditinggalkan oleh sosok ini.https://drive.google.com/open?id=1kVAlIMSov2iqhMfQIFrv4EW5fSf-E1aghttps://drive.google.com/open?id=1zX2S9_N0roQZDo1i9kqtVf3V10MN7ocW
HIDAYATUR ROHMANXII IPS 2SENI DRAMA/TEATER (MONOLOG)Aeng/aliminMakna yang terkandung dalam teks monolog Aeng adalah ketidak bebasan berpendapat, perbedaan kelas ekonomi, kebenaran adalah hal yang susah ditemukan dan tidak adilnya hukum.Dunia ini memang tidak adil. lembaran hukum yang disahkan mudah saja dipermainkan oleh orang-orang yang berkuasa. maka saya mengajak jadilah penegak keadilan bangsa Indonesia.https://drive.google.com/open?id=1rFFGWJqNTbaEyTfQTVXOeO_2SeOZBfGThttps://drive.google.com/open?id=1V2UVSx4O_MT3hyAMbbUMhMJTUdhA5_CA
REHAN EFENDI PERADAMULYAXII IPS 2SENI DRAMA/TEATER (MONOLOG)Dalam jeruji rindu Saya akan membawakan naskah yang berjudul dalam jeruji rindu karya bayu ari dalam naskah tersebut akan menceritakan tentang anak yang melawan ayah nya untuk membela ibuu yang di hajar suaminya saat ber cekcok di dalam cerita ini saya akan mengunakan kostum:celan panjang, baju koko,baju singlet, songkok Dan peroperti mengunakan: kursi, botol bir bintang https://drive.google.com/open?id=1z8G2h5GoF4Zp1nV_8ONwSoSLWwtUnPvyhttps://drive.google.com/open?id=1BMPgYS8Sy5Ncm3uD5r2iDQTy7XqeWZnv
AISYAH LUTVI EKAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Batik Rafflesia : memadukan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia Media : Cat akrilik di atas kanvasUkuran : 60 x 40Warna : hitam, putih, merah, coklat, dan abu-abu dari pencampuran warna hitam dan putihKomposisi : pada gambar saya terdapat gambar batik parang yang dilengkapi dengan aksen bunga rafflesiaDeskripsi detail : Bunga Rafflesia saat ini merupakan tumbuhan yang mengalami kelangkaan dan saat ini batik berkembang baik mengikuti tren mode masa kini. Jadi saya akan menggabungkan bunga Rafflesia kedalam desain batik sehingga dapat menghasilkan desain yang unik dan khas dimana kita dapat memadukan keindahan alam dan seni kebudayaan Indonesia. Dimana bunga rafflesia dapat mencerminkan keindahan lokal dan nilai tradisionalnya yang dihormati dalam budaya setempat dan bisa menjadi simbol keberagaman budaya yang perlu dilestarikan.https://drive.google.com/open?id=1i6WN1N4gKV7rul-mHccoS35w1MOGSAQAhttps://drive.google.com/open?id=1xl0XXIAwF7ZlOxV2tE1mFHcoAmMFNtQo
WAHYU SETO WIDHIANTOXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)PERTUNJUKAN WAYANGMedia : Cat Akrilik di atas KanvasUkuran : 40 × 60 cmwarna : putih, coklat, emas, hijau, merah,Komposisi : sentralDeskripsi detail : Lukisan wayang sering menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita epik Jawa, seperti Ramayana atau Mahabharata. Biasanya dilukis dengan detail halus, menggambarkan karakter-karakter dalam pose dramatis dengan busana khas dan ekspresi wajah yang kuat. Latar belakangnya seringkali terinspirasi oleh bentuk-bentuk tradisional, seperti hiasan ukiran Jawa atau motif batik.https://drive.google.com/open?id=1GkrVUNdCY_a84n4rp6rMpllSBZ4Mgchehttps://drive.google.com/open?id=1TyX9AFlc_ueYxjeUPfSOUNEQHm1HjLPz
FRIDA INDRIYANI RIFANDAXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)cat poster di atas kanvasMedia : cat poster di atas canvasukuran : 60x40warna : putih, hijau, cream, emas, hitam, coklat, merahdeskripsi detail : lukisan ini menggambarkan tentang seroang wanita jawa yang menari tarian khas daerahnya, yaitu jawa tengah, dan background wayang yang berjejer di belakangnya agar kita lebih mengenal budaya dari Indonesia, salah satunya adalah wayang ini yang menjadi background dari jawa timur. Media : cat poster di atas canvasukuran : 60x40warna : putih, hijau, cream, emas, hitam, coklat, merahKomposisi: Lukisan ini terbagi menjadi tiga bagian1. bagian kanan terdapat gambaran wayang dan berwarna gelap2. bagian kiri terdapat gambaran wayang juga dan berwarna gelap3. bagian tengah terdapat seorang yang sedang menarideskripsi detail : lukisan ini menggambarkan tentang seroang wanita jawa yang menari tarian khas daerahnya, yaitu jawa tengah, dan background wayang yang berjejer di belakangnya agar kita lebih mengenal budaya dari Indonesia, salah satunya adalah wayang ini yang menjadi background dari jawa timur.https://drive.google.com/open?id=1WHKwcyAETQVk0kA0oyQtL7EN2CVeYRDJhttps://drive.google.com/open?id=1Pit4GbN4iPfiRU5P5SANvKGfjofquHjR
MUHAMMAD RIZAL DWI SAPUTRAXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Jawara Betawi Perpaduan warna hijau, hitam, putih,cream dan merah,Lukisan jawara Betawi si Jampang menggambarkan sosok pahlawan atau pejuang dari budaya Betawi, mungkin dengan ciri khas seperti mengenakan pakaian tradisional Betawi dan senjata tradisional seperti golok atau tombak. Lukisan tersebut mungkin menampilkan keberanian dan kegagahan si Jampang dalam menghadapi tantangan atau pertarungan.https://drive.google.com/open?id=1v3f5CFNqhnmqoNDvvR3cWte7zyG47R9Ihttps://drive.google.com/open?id=16wQMmLmvseqZC4tzkmCoX1H6G1bsa9bC
ARINA SETYA HERNAWATIXII IPS 2SENI DRAMA/TEATER (MONOLOG)TUA karya Putu WijayaMenceritakan tentang tokoh”Aku”yang memiliki kepribadian yang beragam.Aku memiliki sifat sensitif,apatis,ketakutan,plin-plan,seperti sifat para remaja sekarang.Aku berharap uluran tangan dari Tuhan agar menolongku dari hal tersebut agar terbebas dari rasa yang tidak kuinginkan tersebut dikarenakan aku pada saat ini melihat bayangan yang membuatku penasaran tapi bayangan tersebut semakin mendekat ingin menyakitiku.https://drive.google.com/open?id=128hjUsyrHURmDLSwgvRWlMFKl76TesVPhttps://drive.google.com/open?id=1IA8wz1RT-b_Tvcsqa-5MWAGhRCnZ3i0f
NGADINIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)WAYANG SEMARKomposisi:Di tengah kanvas, Semar mendominasi sebagai fokus utama. Sejak Semar mencerminkan kebijaksanaan dan ketenangan, pose tubuhnya tenang namun ekspresifWarna:- Semar: Kulitnya bisa diwarnai coklat gelap dengan nuansa hitam. Pakaian Semar bisa memadukan putih pada baju dan sabuk biru. – Latar belakang: warna biru dominan untuk blocking Semar, dan aksara Jawa yang bertulis “SEMAR”Deskripsi Detail:- Wajah: wajah Putih semar Semar yang menonjolkan ekspresi bijaksana dan tenangnya. Mata bijaksana dengan lipatan kelopak, mulut kecil yang tertutup namun senyum tersirat, dan lekukan kerutan halus.- Pakaian: Tatahkan motif batik yang detil dengan kombinasi geometris dan organik pada pakaian Semar berwarna putih- Block: Tulisan aksara Jawa yang bertulis “SEMAR” yang artinya menunjukan kalau tokoh di gambar tersebut ialah Semarhttps://drive.google.com/open?id=1bxSha32vdv1hEg1z_lbkRwFQINnPBwCyhttps://drive.google.com/open?id=1fPi-qRnxgIyJrQ47X0Xf5WfdVvEOH6es
AHMAD NUR AMINXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Tokoh wayang kulit (Bagong) Media: Cat akrilik di atas kanvasUkuran: 40 × 50Warna: Warna badan kuning keemasan, warna celana merah dengan kolor putih, warna blok kuning gradasi orenKomposisi: SentralDeskripsi detail: Bagong Memakai training merah Berkolor putihhttps://drive.google.com/open?id=1i1coSZ3kmDWj2lKjlzJZ8oBmh_6AWLP9https://drive.google.com/open?id=1oKPVebwuy2MsG0W2iU5gTN6Nu6PwAoJi
ZALVA AULIA ALVI MAULANA MIRZAXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Wayang Petruk Media: Cat Akrilik di atas KanvasUkuran: 40×60 cmWarna: hitam, merah, biru, hijau, kuningKomposisi: Sentral Deskripsi detail:Wayang Petruk adalah salah satu tokoh dalam pertunjukan wayang kulit Jawa. Konsep menggambar Wayang Petruk mencakup beberapa aspek, termasuk penampilan fisik, ekspresi wajah, kostum, dan atribut yang digunakan. Tujuan menggambar Wayang Petruk adalah untuk mempersembahkan tradisi dan nilai budaya Jawa. Hal ini juga dapat menjadi bagian dari upaya melestarikan seni dan budaya tradisional Jawa.https://drive.google.com/open?id=10gUo42d0QUcmrnitGqrfsOlv_UuKW1l9https://drive.google.com/open?id=1LIExPzEIDPBKre82RBht7fotlQyO6HIa
AHMAD NURWAHID ANWARXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Rumah adat MinangkabauMedia : cat akrilik di atas kanvasUkuran :(40×50 cm) Warna :biru, putih, hijau, coklat, kuning, hitam,biru muda,coklat keemasan. Komposisi : sentralDeskripsi detail :Disini saya akan melukis rumah adat Minangkabau yang berasal dan kebanyakan di daerah provinsi Sumatera barat ,dengan tujuan untuk mengenalkan rumah ini ke masyarakat luar daerah sumatera barat. https://drive.google.com/open?id=1miccc4dF0Rg2GvyQKIiRiy4ThY4PLqDahttps://drive.google.com/open?id=1ftX986K90SQhuwJlZUJ6_hDDh4SIJs1z
NGADINIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)WAYANG SEMAR Komposisi:Di tengah kanvas, Semar mendominasi sebagai fokus utama. Sejak Semar mencerminkan kebijaksanaan dan ketenangan, pose tubuhnya tenang namun ekspresifWarna:- Semar: Kulitnya bisa diwarnai coklat gelap dengan nuansa hitam. Pakaian Semar bisa memadukan putih pada baju dan sabuk biru. – Latar belakang: warna biru dominan untuk blocking Semar, dan aksara Jawa yang bertulis “SEMAR”Detail:- Wajah: wajah Putih semar Semar yang menonjolkan ekspresi bijaksana dan tenangnya. Mata bijaksana dengan lipatan kelopak, mulut kecil yang tertutup namun senyum tersirat, dan lekukan kerutan halus.- Pakaian: Tatahkan motif batik yang detil dengan kombinasi geometris dan organik pada pakaian Semar berwarna putih- Block: Tulisan aksara Jawa yang bertulis “SEMAR” yang artinya menunjukan kalau tokoh di gambar tersebut ialah Semarhttps://drive.google.com/open?id=1sGphmZWLsDOhU3gRRFZy0Mne3ZdamPxzhttps://drive.google.com/open?id=12Se9lhf0CknNLB1J7K9C17R33xCV1FqN
JUWITA GALUH SEPTIANYXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)KERUKUNAN Media : Cat akrilik di atas kanvas Ukuran : 40×60 cm Warna : biru muda, biru tua,hijau muda, hijau tua,coklat muda, coklat tua, kuning, putih,merah,orange,ungu,cream,pink mudaKomposisi : Dalam keseharian, kerukunan membentuk latar belakang indah di dalam masyarakat. Seperti lapisan-lapisan warna yang saling melengkapi dalam lukisan, setiap elemen kehidupan saling bersinergi membentuk simfoni kerukunan. Melalui keterlibatan aktif, saling pengertian, dan toleransi, komposisi ini menggambarkan kehidupan yang penuh harmoni di mana perbedaan-perbedaan diterima dan dihargai. Dengan melibatkan warna-warna keberagaman, kerukunan membentuk sebuah karya seni yang merefleksikan keindahan dan kompleksitas hubungan antarmanusia.Deskripsi detail :Orang orang yang berpakaian beragam sebagai simbol banyaknya budaya indonesiaBendera sebagai simbol negara https://drive.google.com/open?id=1IoV43k2uVgwUHj8svnpW4E74s-dhUJ4Whttps://drive.google.com/open?id=10vh-IE4u62UF-E4BeJlguJJsFAzVL8H6
KHOIRUL ANAMXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Wayang Arjuna# Komposisi:Arjuna Berada di tengah-tengah kanvas sebagai fokus utama, Arjuna ditampilkan dalam posisi berdiri, dengan tungkai yang kokoh dan sikap yang waspada. Tubuhnya sedikit condong ke depan#Warna:Warna Arjuna yang coklat kulit sawo, dan blocking dengan gradasi hijau,biru,kuning,coklat, dll#Deskripsi Detail:Batik di pakaian bawah Arjuna yang berwarna hijau dan selendang merah yang dipakai Arjuna melambangkan keberanian dan ketangkasanhttps://drive.google.com/open?id=19TpXyQuytx0JY1nnpQD9sCahk9fcd6Zphttps://drive.google.com/open?id=1cnAfakgQ1CkMB4-nFdhl5iJlCn-qTakd
LUHUNG JALU KALOKOXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Kesenian Reog yang hampir punah Media: Cat akrilik di atas canvasUkuran: 40x60Komposisi:- Fokus Utama: Karakter utama Reog seperti Singa Barong dapat ditempatkan di tengah-tengah untuk menangkap kekuatan dan keberanian yang merupakan ciri khas dari seni Reog.- Kesatuan Gerak: Penggambaran para penari Reog dengan posisi yang dinamis dan gerakan yang penuh enerji membentuk kesatuan yang harmonis di dalam lukisan.- Latar Belakang: Pelengkap latar belakang dengan ilustrasi lingkungan pedesaan atau kota di Jawa Timur dapat menciptakan konteks budaya yang lebih kaya.- Aspek Vertikal: Posisi dadak merak (bulu merak pada topeng Singa Barong) yang menjulang tinggi memberikan dimensi vertikal pada komposisi.Warna:- Dominasi Warna-Warna Cerah: Merah, kuning, dan emas untuk menggambarkan kekayaan dan keceriaan yang umum dalam kostum Reog.- Warna Pendukung: Warna hijau, biru, dan coklat mewakili lingkungan pedesaan dan keragaman budayaDeskripsi Detail:- Topeng Singa Barong: Mata yang tajam, mulut yang sedang mengaung dan sedang menari menunjukkan kesenian Reog.- Penari Wanita: Detail pada kostum seperti perhiasan pada penari, kain batik, dan aksesoris tambahan di penari yaitu selendang. Fungsinya meramaikan suasana dalam kesenian reog- Bujang Ganong: Penari dengan Topeng Bujang Ganong berwarna merah dan sedang menggunakan seragam nari berwarna merah. Fungsinya untuk meramaikan suasana dalam kesenian reoghttps://drive.google.com/open?id=1hmVDSRT-trmLWMFPmw6ha7cgU5ZwLzNIhttps://drive.google.com/open?id=1nkV2YIT0XXIf276JT4w4SXALirorzVU0
EKA MARDIANAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Reog Ponorogo Media: Cat akrilik di atas kanvasUkuran:40x60Warna: dominasi warna hijau,merah, kuning,oren,biruKomposisi: menampilkan gambar reog Ponorogo di sebelah tengah dan bawah gambar rumput dan bunga dan ada tembok dan langitDeskripsi detail:Menggambarkan reog Ponorogo warisan budaya, pertunjukan reog jarang di tampilkan akibat kurangnya penghargaan terhadap seni pertunjukan tradisional, Dengan perubahan budaya dan modernisasi, minat masyarakat terhadap tradisi-tradisi yang lebih tua, termasuk Reog, mungkin telah berkurang. Generasi muda mungkin lebih tertarik pada bentuk-bentuk hiburan modern.warisan budaya pertunjukan reog jarang di tampilkan akibat kurangnya penghargaan terhadap seni pertunjukan tradisional, untuk mempertahankan dan menghidupkan kembali warisan budaya seperti Reog memerlukan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak.https://drive.google.com/open?id=1RkvOGFJuxoTRQA1WE85OBXHnXl67RfSChttps://drive.google.com/open?id=1ZDJrUV0gKp4dtLq4bFhoVEqdKhWFJiMv
DESI LIA RAMADHANIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Kelestarian Budaya Media: Cat Akrilik di atas kanvasUkuran: (50 x 60 cm)Warna: putih,hitam, coklat,hijau,biru,ungu,pinkKomposisi: lukisan yang sedang menggambarkan seseorang yang sedang membatik di halaman rumahnya yang disusun dengan mempertimbangkan berbagai elemen visual dan naratifDeskripsi detail: lukisan yang sedang menggambarkan seseorang yang sedang membatik di halaman rumahnya menggambarkan dengan jelas proses membatik yang dilakukan oleh orang tersebut berupa gerakan tangan mengangkat alat batik latar belakang dengan suasana yang hangat dan alami dengan langit biru dan pepohonan yang menghijau https://drive.google.com/open?id=15tdshB4ysHWjKLBW-_5tGpJfTw4nrF1Zhttps://drive.google.com/open?id=1qcsrOKaMQZJ3lRIdtmsl-V1XGt9IdLaS
RANA YUNIRDA RISMANDANIXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)Lestarikan budaya lokal diera digitalMedia : cat akrilik di atas kanvas.Ukuran : 40 × 60 cmWarna : menggunakan warna² cerah.Komposisi : warna² yg cerah dan dominan putih.Deskripsi detail : Tema yang saya ambil adalah lestarikan budaya lokal diera digital dengan konsep lukisan,seorang pemuda yang sedang bermain gadge atau perangkat digital lainnya. Di sekelilingnya, terdapat elemen-elemen tradisional seperti alat musik tradisional, pakaian adat, makanan khas atau benda-benda bersejarah. Mungkin pemuda tersebut sedang melakukan riset tentang warisan budaya lokal dan sedang menggunakan teknologi untuk mengumpulkan informasi, mendokumentasikan, atau bahkan membuat karya seni digital yang memadukan unsur tradisional. Lukisan tersebut bisa menunjukkan semangat dan komitmen generasi muda dalam melestarikan budaya lokal melalui penggunaan teknologi modern.https://drive.google.com/open?id=1KyDYn0ESpTotYYfYvH6t97NV4MimGwXqhttps://drive.google.com/open?id=1SOAGL9fPsSTXjZOQi7ZBGpQBWXBLEEOK
M.RAFAEL YUMMA YOGARAKSAXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)Topeng LeakLukisan topeng Leak biasanya menampilkan unsur-unsur mistis dan misterius dari budaya Bali. Lukisan tersebut mungkin menampilkan karakter topeng Leak dengan ekspresi wajah yang menakutkan atau menggambarkan suasana magis dan gaib. Konsepnya bisa beragam, mulai dari lukisan realis hingga abstrak, tergantung pada interpretasi dan gaya seniman. Terkadang, lukisan topeng Leak juga menggambarkan unsur-unsur alam atau cerita-cerita mitologis Bali yang terkait dengan kepercayaan dan tradisi lokal.https://drive.google.com/open?id=1ZHqdd8VOB_k8DNyCMLdgODD-TqbaUaYphttps://drive.google.com/open?id=1EyycfCprDZ1Tnyoz3NTp-DGpvM0LAezs
ZACKY FARIDULAQLAXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)BUJANG GANONG Lukisan topeng Bujang Ganong seringkali menampilkan keindahan dan keagungan karakter tradisional dari seni pertunjukan Jawa, seperti yang ditemukan dalam tari tradisional Reog Ponorogo. Lukisan tersebut mungkin menampilkan Bujang Ganong dengan topengnya yang khas, bersama dengan elemen-elemen tradisional lainnya seperti busana warna-warni dan gerakan-gerakan dramatis. Konsepnya bisa beragam, mulai dari potret sederhana hingga lukisan yang lebih abstrak dengan interpretasi pribadi seniman.https://drive.google.com/open?id=1r-t6VZ6ZMrkMXBe0wiCe2o4lBdo3JQFehttps://drive.google.com/open?id=1gTFCGDglYwswY_w9uKii31Skv-akL2M-
MUHAMMAD THOBIBUL ASHARXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)ELEGANSI DAN KEANGGUNAN BUNGA TERATAISenirupa : seni lukis Media :cat AKRILIK di atas kanvas Ukuran : 50x50Warna saya menggunakan warna merah dan biru (atau cerah )Deskripsi detail: Lukisan bunga teratai sering mencerminkan keindahan, kedamaian, dan kesucian. Seniman sering menggunakan warna-warna lembut seperti merah muda, putih, dan hijau untuk mengekspresikan keanggunan bunga tersebut. Komposisi simetris atau radial sering digunakan untuk menonjolkan keindahan simetri alami teratai. Sentuhan detail pada kelopak dan air di sekitarnya dapat menambah dimensi visual yang menarik.https://drive.google.com/open?id=1wh-T7sJQcqplI5LarenBSUO0avrllN4yhttps://drive.google.com/open?id=1jDm2ZOqMjVYLyJ6g-uZ8Hg2ZW63YbPQ0
FARIDA MUJI RAHAYUXII IPS 1SENI DRAMA/TEATER (MONOLOG)Ruang KosongSegala sesuatu di dunia ini tidak terlepas dari uang. Monolog ruang kosong bercerita tentang sosok San yang kehilangan seluruh hartanya karena kerakusan keluarganya. Dengan menggambarkan kemarahan sekaligus penyesalan dari San. Diharapkan setelah menyaksikan pertunjukan monolog ruang kosong, penonton dapat lebih memanusiakan sesamanya, serta tidak mengambil apa yang bukan miliknya.https://drive.google.com/open?id=1-ETKFXqhapB02O-jMdVhrNfTYAuiA0OOhttps://drive.google.com/open?id=1nz5SvajekpMi-yevX6Es7DpUGrsM1BZO
ADITYA FIRMANSYAHXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)BUJANG GANONGseni rupamedia : (cat akrilik diatas kanvas)ukuran : (60 x 40 cm)warna : di dominasi oleh warna gelap terangkomposisi : bagian tengah berisi objek utama yaitu bujang ganong dan bagian samping” terdapat senjadeskripsi detail : bujang ganong digambarkan dengan topeng yang mirip dengan wajah raksasa, hidung panjang, mata melotot, mulut terbuka dengan gigi yang besar/agak maju tanpa taring, wajah merah darah, dan rambut yang lebat warna hitam menutup pelipis kiri dan kanan.https://drive.google.com/open?id=1GtaKBjR8QyVzm7KZEMqMpMLTSp6DGbRQhttps://drive.google.com/open?id=1kFnNkytUcM1dg8sSmcPwk-pMVxBXTYj_
AZZAHRA JEANINE FIRNANDAXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)Pudarnya Kebudayaan Indonesia Media : Cat air di atas kanvas dan dilapisi dengan varnishUkuran : 60 x 40 cmGaya : AbstrakWarna : penggabungan warna gelap, gelap cerah, dan warna warnikomposisi : lukisan ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu, bagian pertama adalah pojok kanan atas dan pojok kiri bawah yang terinspirasi dari element canva saya artikan seperti cat yang luntur (sesuai dengan judul) dan warnanya cenderung gelap dikarenakan seperti tidak ada harapan untuk di wariskannya budaya kita, bagian kedua adalah tengah” dari bagian pertama warna di bagian ini cenderung cerah yang berarti ada secerah harapan untuk melestarikan budaya kita, dan bagian yang ketiga adalah gambar utama, yaitu wajah yang di coret, menggambarkan budaya kita yang ada harapan untuk di lestarikan tetapi dengan gaya yang lebih modern dan juga ada gaya kebarat baratan, karena remaja zaman sekarang kebanyakan lebih menyukai gaya yang modern dan kebarat-baratan, bisa diartikan juga dengan “budaya Indonesia yang sudah tidak ‘murni’ karena di campur dengan budaya zaman sekarang”, ada juga cat yang mengelilingi bagian 1 dan 2, itu menggambarkan tali yang masih mengikat budaya kita agar tidak hilang.Deskripsi detail : lukisan ini saya buat dengan tangan saya sendiri dan saya berniat untuk mengajak remaja Indonesia agar tidak melupakan budaya yang kita punya dari dulu, karena budaya di Indonesia sangat banyak dan itu adalah ciri khas negara kita, namun kenapa budaya kita yang banyak dan indah itu telah kalah dengan budaya modern, walaupun zaman memang sudah maju, tetapi ya begitulah, semoga kita sadar dengan kelunturan budaya ini, dan kita bisa melestarikannya kembali.https://drive.google.com/open?id=1ijVJHtTQw3K1tmNgrzrSpI2-ZP8j4zvvhttps://drive.google.com/open?id=1X0aKD41k6w-lw-lf5jFlCU7v0yy2g38-
ALFFIATUZ ZAHROXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Kolaborasi Kesenian dan Kebudayaan Antar DaerahMedia : Cat Akrilik di atas KanvasUkuran : 40 × 60 cmWarna : Hitam, merah, oren tua, oren muda, kuning tua, kuning muda, biru tua, biru muda, coklat tua, coklat muda, hijau tua, hijau muda, dan creamKomposisi : Tiga Topeng, Barong dari Bali, Wayang kulit dari Jawa, BatikDeskripsi detail : Saya menggambar kolaborasi kesenian dan kebudayaan antar daerah, dimana dalam gambar ini ada 3 jenis topeng sebagai ciri khas dari tarian daerah, barong dari Bali, dan wayang kulit dari Jawa dan Batik. Semua ini menggunakan banyak jenis campuran warna dan yang paling dominan adalah campuran warna merah, oren, dan kuning. Untuk topeng dan wayang kulit saya menggunakan warna cream. Dan untuk batik saya menggunakan campuran warna coklat tua dengan sedikit tambahan warna hitam dan coklat muda. Saya beri warna hitam untuk dasar/background nya, dan saya menambahkan spidol hitam, putih, dan emas. https://drive.google.com/open?id=1cpf2Z-ojzjaKes1wz0qpB8zISrpiaf8yhttps://drive.google.com/open?id=1ffUaA7wC_8Dmv31V_Y3Ba5c754S-ymya
ELSA PURNAMA RATRIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)MAKANAN TRADISIONAL JAWA Media:cat akrilik di atas kanvasUkuran:40x60cmWarna:dominasi gelap terangKomposisi:cat akrilik,kuas,kanvasDeskripsi:menggambarkan jajanan tradisional seperti lapis,ghetuk,ketan salak,bolu,pastel di lapisi daun pisang dan tampah di bawahnya terdapat onde”dan kendi dari gerabah https://drive.google.com/open?id=1dUrSFTMBEtkgAsqA2OueM7hrDun-8zn7https://drive.google.com/open?id=1FzRXQCweqmBlDVbUmRQWNn8igFqEkA0S
AISTETIKA DHINI RAMADHANIXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)SISI LAIN JAWA BARATMedia: Cat Akrilik di atas KanvasUkuran: 40 × 60 cmWarna: Menggunakan warna yang cenderung gelap dan bagian atas cenderung terangKomposisi: bagian tengah memperlihatkan penari jaipong dengan pose dramatis, bagian belakang memperlihatkan rumah adat jawa barat agar memperkuat kesan tradisional, bagian samping kanan, kiri dan atas terdapat taman dan juga langit untuk mempercantik karyaDeskripsi detail: Seorang penari jaipong yang menggunakan kostum tradisional dengan gerakan elegan dan dramatis, latar belakang yaitu rumah adat untuk mencerminkan tempat asal tarian tersebut.https://drive.google.com/open?id=1-75-wvhLTQw-OCan1gU6xUROEZ74sX4mhttps://drive.google.com/open?id=1HoAqG5qc-8x7S4XG4QlVxQ1VTl4tEfZ4
RAHMAT AL WILDANIXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Pura Bali dan Pecalangmedia : Cat Akrilik di atas Kanvasukuran : 60 x 40warna : di dominasikan warna gelap terangkomposisi : Bagian objek tengah manusia,bagian samping pura bali,bagian atas awan,bagian bawah ogoh ogohdeskripsi detail : Dalam budaya Bali, ada dua istilah yang sangat penting: “pura” dan “puri.” Pura adalah tempat pemujaan bagi umat Hindu di Bali, sementara puri adalah tempat kediaman raja. Pura adalah tempat pemujaan para penganut Hindu di Bali. Sementara puri adalah tempat kediaman raja. Namun berdasarkan paparan Babad Arya Tabanan dan Ratu Tabanan (I Made Purna et al., 1994) baru sekitar awal abad keduapuluh yang lalu saja kedua terminologi ini menjadi baku. Sebelum itu rupanya terdapat kerancuan peristilahan dalam hal ini.https://drive.google.com/open?id=1Gx0a-5xVHW_FiDqvhoTQWi_CeizVSmRNhttps://drive.google.com/open?id=14iIsVaIKO6AqOh19DrUZZF5BExAZM9SI
ABDUL MUIDXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)LieMedia: Cat Akrilik di atas KanvasUkuran: 40 x 60 cmWarna: gelap terangKomposisi: seorang karakter dengan membawa kipas yang didalam kipas merupakan sisi lain yang berbeda. latar belakang campuran warna biru dan putihDeskripsi detail: karya ini saya ambil referensi dari tari topeng dan kebaya jawa. saya mengambil kebaya jawa dengan warna hitam seperti pada umumnya. dengan menggunakan topeng yang identik dengan seorang tokoh wanita cantik pada tokoh wayang. saya mengambil karakter wanita karena dijawa wanita dikenal dengan keramahannya. namun wanita jawa masih tetap memiliki sifat tegas maka dari itu saya meninggalkan kesan tegas pada wajah karakter yang saya gambar.https://drive.google.com/open?id=19gmUhxuBrUD-0qb8jH1vCxgwGU6KyEMqhttps://drive.google.com/open?id=1LrGYlk6CGFkAkc-wLSqwLgeHw-qc2lSl
YOGA PRASETIAXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)Satria Anom di negeri angkasaMedia : cat akrilik di atas kanvasUkuran : 60 × 40Warna : Biru tua, hitam, coklat, hijau tua, abu,merah muda, biru muda , putih, kuning, merah, orange, hijau muda.Komposisi : luar angkasa, langit senja , awan, pohon Cemara, sungai , orang silat , kodok, ikan lumba-lumba, sungai, bunga teratai, tepi sungai.Deskripsi detail : sesuai judul lukisan ini menggambarkan seorang kesatria yang sedang ditepi sungai untuk menambah kekuatan, diperlakukan dengan latar gradasi dari luar angkasa dengan langit senja yang sangat sempurna, disertai dengan sejuknya rindang pepohonan Cemara, dengan suasana yang pemandangan dari sungai disertai dengan bunga teratai tak lupa dengan kodok dan juga ikan, membuat kesan keselarasan di lukisan tersebut. Kodok serta ikan tersebut mempunyai makna tersendiri dari saya, mempunyai arti tersendiri yang tidak bisa dijelaskan.Deskripsi karya singkat : lukisan ini dibuat dengan imajinasi saya, warna hitam dan orange di latar lukisan tersebut menggambarkan angkasa , untuk unsur kebudayaan ada di objek seorang pesilat tersebut, untuk pemanis ada beberapa objek yaitu : pohon, bunga teratai, kodok, ikan, sungai.https://drive.google.com/open?id=1CDAqgzLjrRAy6r0ia4JiXB2AKdhbJ4wPhttps://drive.google.com/open?id=1XSYkzJ8ZdtQcmXrM0BWcnQSrAolbUGWl
DEWI RINDIANIXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)KARAPAN SAPICat akrilik diatas kanvas40 × 60 cmOrange, coklat, merah, putih, hitam, abu, hijau, kuning, krim,merah muda.Dominan dan asimetrisLukisan ini dibagi menjadi dua bagian yaitu atas dan bawah, bagian atas ata salah satu rumah adat di daerah madura, dan bagian bawah ada salah satu kebudayaannya yaitu karapan sapi dengan tambahan pada samping kiri yaitu pohon.https://drive.google.com/open?id=1CJgQq-AOhUgEwpWc6KFXwwJd8VaSfJLthttps://drive.google.com/open?id=1b_AZg5W951TVm5Sy1fjZwyYHysfZ4u7O
DINDA AULIA ELVINAXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)RUMAH ADAT BETAWIMedia : cat Akrilik di atas kanvasWarna: merah, kuning, hitam, crem, oren, coklat, putih hijau biru, dibloknya warna gelap malamUkuran: 40×60Komposisi : rumah betawi memiliki tengah segi empat memanjang dari depan ke BelakangDeskripsi detail: saya mengambar kan rumah adat betawi bahwa masyarakat betawi sangat terbuka pada orang baru, di depan rumah betawi ada ondel ondel yang dibuat oleh asal betawi sendiriSeni teater : lukisan https://drive.google.com/open?id=1NdpCHgVc_VW1pQ0BzPGJI3Ke2VBz2Iudhttps://drive.google.com/open?id=144CP_Ry0iY22TSUIHPp8-htPsJS_MRDl
KUSUMA SETYA WATIXII MIPA 2SENI RUPA (LUKIS)RUMAH ADATMedia : cat akrilik diatas kanvasUkuran: 40 x 60 cmWarna :coklat,biru,hijau,kuning,putih,hitamKomposisi : ditengah ada rumah joglo dan dibelakang ada pegunungan Deskripsi detail : menggambarkan rumah adat joglo yang kini hampir punah karena masyarakat lebih suka rumah yang berbentuk modern https://drive.google.com/open?id=1ayncmJFDgGRM4TI__7SXpw_jRCYNcug5https://drive.google.com/open?id=1BEvnI26J7q4o-B4Y1e2zDnlXfR6boSM7
YOFI AMINUDINXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)Wayang kulit bagongIngin melestarikan https://drive.google.com/open?id=174l11SwJ4M2K2uXukm6Ifst2ihAvWRzQhttps://drive.google.com/open?id=1xZ0_YA7BgMI3E53ZYvg_GWUkgSo_HUfF
ERIK YUHARFIKO MOWIJAYAXII IPS 1SENI RUPA (LUKIS)RUMAH TRADISIONAL JOGLOMedia : Cat akrilik di atas canvasUkuran : 50×50Warna : coklat sejenisKomposisi : Desk detail : Joglo merupakan bangunan hunian atau rumah adat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Jawa pada zaman dahulu. Rumah adat ini mempunyai karakteristik cukup unik, yaitu adanya 4 tiang utama, atau disebut juga dengan soko guru yang berfungsi sebagai pondasi utama untuk menopang seluruh bagian rumahhttps://drive.google.com/open?id=1bLMtIImAyA169PYUm2petZJDykhmw2M3https://drive.google.com/open?id=1ivGGwzOV7mIoIHxSCXbC8AYTsDox_NeP
LIVIANIXII MIPA 1SENI RUPA (LUKIS)Keindahan burung cendrawasih Media : Cat Akrilik di atas kanvasUkuran : 40×50cmWarna : TerangKomposisi :-Deskripsi Detail : Burung cendrawasih atau burung surga yang berasal dari Papua atau Papua Nugini dan pulau-pulau sekitarnya termasuk juga Australia Timur. Papua merupakan potongan surga yang dititipkan kepada Indonesia ini dibuktikan dari salah satu spesies bord of terbert atau burung surga. Salah satu keunikan pada burung cendrawasih yaitu pada cendrawasih jantan. Cendrawasih jantan memiliki bulu yang berwarna cerah, dan juga ritual tarian yang dimanfaatkan untuk menarik perhatian burung cendrawasih betina tarian burung cendrawasih jantan termasuk spektakuler Karena menampilkan visibilitas bulu dan bentuk badan mereka yang semakin menonjolkan keindahan warna bulunya. Jenis burung sebenarnya ada 30 jenis namun hanya beberapa yang dilindungi yaitu cendrawasih kuning kecil, botak, raja, merah,toa, toa masuk dalam jenis satwa yang dilindungi pada UUD Nomor 5 tahun 199 0 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Burung cendrawasih sang utusan dewa dewi secara etimologi cendra berasal dari kata “cendra” yang berarti dewa-dewi bulan dan “wasi” sebagai wali atau utusan. Dalam kata lain cendrawasih berarti utusan dewa-dewi bulan masyarakat Papua mempercayai bahwa keberuntungan akan datang dengan terus menjaga burung cendrawasih. Burung cendrawasih memiliki arti khas yakni memiliki bulu yang indah khususnya pada burung berjenis kelamin jantan umumnya warna bulu burung ini berwarna merah dengan kombinasi warna hitam, biru, kuning, kemerahan, coklat, putih, ungu dan hijau. Burung cendrawasih merupakan spesies endemik yang hanya terdapat di Pulau Papua dan memiliki peran penting dalam adat budaya suku-suku di Papua. Papua dikenal sebagai buminya cendrawasih karena banyaknya jenis burung cendrawasih yang ditemukan di sana. Burung cendrawasih adalah salah satu sumber alam yang menjadikan kebanggaan rakyat Papua dan burung cendrawasih dilestarikan di sana. Burung yang menjadi maskot di Papua ini memiliki warna bulu yang indah. karena keindahannya burung cendrawasih konon jarang turun ke tanah dan lebih sering terbang hinggap di pohon.https://drive.google.com/open?id=1D4rimLOQUpqMyMOK8f1EbDUi_l5ep8xShttps://drive.google.com/open?id=1cbt_6sPuo2OrF1xk4V7t8PFT-2Ymadyn
SITI ROFI’ATUL MAULA, DIYAH ERNAWATI, RIZKI FITRIANDINI, DEWI SETYO RINI, MARLINA YULIYANTI, SELLYNIA ZUSTIKA ISLAMY, SITI SHOLIHATUN NISA’XII MIPA 2SENI TARITARI GUMYAK BRAMANTYA Tari “Gumyak Bramantya” merupakan tari yg menggambarkan sekumpulan gadis yang beramai-ramai dan penuh semangat dengan bangganya menunjukkan wakul nasi yang menjadi ciri khas orang zaman dahulu yang kini sudah terlupakan karena masyarakat sekarang lebih suka menggunakan barang elektronik untuk menyajikan nasi dan makananDalam konteks ini, sekolah dapat dianggap sebagai wadah yang mirip dengan wakul nasi, tempat di mana siswa-siswi dapat menjaga dan menghargai nilai-nilai tradisional sambil tetap berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.https://drive.google.com/open?id=1lgiZtJC4I8Qrl0qNgL7MtKxHcJg8Dtrvhttps://drive.google.com/open?id=1C1Ni7WFqgV8UKfcMCsqjwasQBklhLDpd
SITI ROFI’ATUL MAULA, DIYAH ERNAWATI, RIZKI FITRIANDINI, DEWI SETYO RINI, MARLINA YULIYANTI, SELLYNIA ZUSTIKA ISLAMY, SITI SHOLIHATUN NISA’XII MIPA 3SENI TARITari Gumyak Bramantya Sinopsis: Tari ” Gumyak Bramantya” merupakan tari yg menggambarkan sekumpulan gadis yang beramai-ramai dan penuh semangat dengan bangganya menunjukkan wakul nasi yang menjadi ciri khas orang zaman dahulu yang kini sudah terlupakan karena masyarakat sekarang lebih suka menggunakan barang elektronik untuk menyajikan nasi dan makananDalam konteks ini, sekolah dapat dianggap sebagai wadah yang mirip dengan wakul nasi, tempat di mana siswa-siswi dapat menjaga dan menghargai nilai-nilai tradisional sambil tetap berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.https://drive.google.com/open?id=1vhHsih2ELk2eiA8p6BwBfrsCEewAoF9ghttps://drive.google.com/open?id=1Cv2tvPaSAOqpkeCVh0jZIJky-aBFKyrh
SITI ROFI’ATUL MAULA, DIYAH ERNAWATI, RIZKI FITRIANDINI, DEWI SETYO RINI, MARLINA YULIYANTI, SELLYNIA ZUSTIKA ISLAMY, SITI SHOLIHATUN NISA’XII MIPA 3SENI TARITari gumyak bramtyaTari ” Gumyak Bramantya” merupakan tari yg menggambarkan sekumpulan gadis yang beramai-ramai dan penuh semangat dengan bangganya menunjukkan wakul nasi yang menjadi ciri khas orang zaman dahulu yang kini sudah terlupakan karena masyarakat sekarang lebih suka menggunakan barang elektronik untuk menyajikan nasi dan makananDalam konteks ini, sekolah dapat dianggap sebagai wadah yang mirip dengan wakul nasi, tempat di mana siswa-siswi dapat menjaga dan menghargai nilai-nilai tradisional sambil tetap berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.https://drive.google.com/open?id=1fOleju8YiNuU6lGSoNqOY0TkdgAxgDxIhttps://drive.google.com/open?id=1V94kPtYqgy10dmYn8ab5Jh7yuCyMBvVr
SITI ROFI’ATUL MAULA, DIYAH ERNAWATI, RIZKI FITRIANDINI, DEWI SETYO RINI, MARLINA YULIYANTI, SELLYNIA ZUSTIKA ISLAMY, SITI SHOLIHATUN NISA’XII MIPA 3SENI TARITari Gumyak BramantyaTari ” Gumyak Bramantya” merupakan tari yg menggambarkan sekumpulan gadis yang beramai-ramai dan penuh semangat dengan bangganya menunjukkan wakul nasi yang menjadi ciri khas orang zaman dahulu yang kini sudah terlupakan karena masyarakat sekarang lebih suka menggunakan barang elektronik untuk menyajikan nasi dan makananDalam konteks ini, sekolah dapat dianggap sebagai wadah yang mirip dengan wakul nasi, tempat di mana siswa-siswi dapat menjaga dan menghargai nilai-nilai tradisional sambil tetap berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.https://drive.google.com/open?id=18Qz-U70_ONjTJ7YetUXokMZ-xW5PcJFDhttps://drive.google.com/open?id=1chNYwcTI74IljOVuYutlK3f02cXbQ7tV
DIYAH ERNAWATIXII MIPA 2SENI TARITari Gumyak BramantyaTari ” Gumyak Bramantya” merupakan tari yg menggambarkan sekumpulan gadis yang beramai-ramai dan penuh semangat dengan bangganya menunjukkan wakul nasi yang menjadi ciri khas orang zaman dahulu yang kini sudah terlupakan karena masyarakat sekarang lebih suka menggunakan barang elektronik untuk menyajikan nasi dan makananDalam konteks ini, sekolah dapat dianggap sebagai wadah yang mirip dengan wakul nasi, tempat di mana siswa-siswi dapat menjaga dan menghargai nilai-nilai tradisional sambil tetap berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.https://drive.google.com/open?id=1rsevduXuN2ue8ipHOxzOugj0ZkiNBhSuhttps://drive.google.com/open?id=11y5c7ttpeJHD5fSQSBf9oCz_UU0o-rcW
TRI MEIDA CAHYANIXII MIPA 3SENI RUPA (LUKIS)Baju adat dayakMedia : cat akrilik diatas kanvasUkuran : 40×60 cmWarna : lebih dominan menggunakan warna gelap (hitam)Komposisi : Terang, garis, bentuk, tekstur.Deskripsi detail : Sama seperti pakaian adat Dayak lainnya, pakaian asli Kalimantan Timur ini terbuat dari kain beludru berwarna hitam ditambah ornamen manik-manik yang bermotif khusus. pakaian adat Dayak dari Kalimantan Timur memiliki nama Ta’a dan Sapei Sapaq. Ta’a adalah sebutan untuk baju adat yang dipakai oleh perempuan, seperti yang dipakai oleh Erina Gudono saat prewedding.https://drive.google.com/open?id=1fXBy53hSyX8SL4W3oqfh0ebcKXYqzbzZhttps://drive.google.com/open?id=1SwF1zOxcbuIkW4ffBiHAlx5xIygUVOhF
SITI MARIATIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Burung jalak baliMedia:Cat akrilik di atas kanvasUkuran:40cm x 60cmGaya : NaturalismeWarna: Dominasi warna terang dan gelapKomposisi: lukisan ini terbagi menjadi dua di bagian belakang menggambarkan dedaunan sedangkan di bagian depan menggambarkan burung jalak BaliDetail : jarak Bali merupakan ikon Bali dan jalak bali sendiri termasuk satwa yang dilindungihttps://drive.google.com/open?id=1BKgORkFC432m_kPVGmsSN_JsVkF3nkKmhttps://drive.google.com/open?id=1GjjcujPfjD0Jf0RnykSUqLBJpArzED_4
INDHOTUN NASI’INXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)HANUMANMedia : cat akrilik di atas kanvas Ukuran: 40x50cmWarna: dominasi warna gelap terang Komposisi: lukisan ini terbagi menjadi dua di bagian belakang hanoman ada bulan yang berwarna kuning dan di dalam bulan ada gambar hanoman Detail: Hanoman adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal.https://drive.google.com/open?id=1lJ96Mxxy_TyB0iobJoW0wXaJOGKa_nAohttps://drive.google.com/open?id=1CSges5J1BA9kmzzf9H-SYYBg_9FIMUKV
SITI ROFI’ATUL MAULA, DIYAH ERNAWATI, RIZKI FITRIANDINI, DEWI SETYO RINI, MARLINA YULIYANTI, SELLYNIA ZUSTIKA ISLAMY, SITI SHOLIHATUN NISA’XII MIPA 3SENI TARIGUMYAK BRAMANTYATari ” Gumyak Bramantya” merupakan tari yg menggambarkan sekumpulan gadis yang beramai-ramai dan penuh semangat dengan bangganya menunjukkan wakul nasi yang menjadi ciri khas orang zaman dahulu yang kini sudah terlupakan karena masyarakat sekarang lebih suka menggunakan barang elektronik untuk menyajikan nasi dan makananDalam konteks ini, sekolah dapat dianggap sebagai wadah yang mirip dengan wakul nasi, tempat di mana siswa-siswi dapat menjaga dan menghargai nilai-nilai tradisional sambil tetap berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.https://drive.google.com/open?id=1mXN-DsshGdk9L3x9yhF9qcOuitzVL7ILhttps://drive.google.com/open?id=1cmf9DPXVlqJ4I2B5ADpyRXZLfwnfUGfC
ADI MASETIO PAMBUDIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Putu ayu Media: cat akrilik di atas kanvasUkuran: 40 × 50 cmWarna: hijau , kuning , coklat , putih , biru untuk blokKomposisi: kanvas , cat akrilik, kuasDeskripsi detail : menggambarkan kue tradisional putu ayu , dg menggunakan warna hijau sebagai warna dasar , putih , coklat , kuning sbg goresan”. Lalu biru untuk blokhttps://drive.google.com/open?id=1BR-5PyT70lrjUgsBVwXutQYshP4LwT2lhttps://drive.google.com/open?id=1WhbQmjPlUPjCko7Qtjs7nor3raA4uInY
ADI MASETIO PAMBUDIXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Putu ayu Media:cat akrilik di atas kanvasUkuran: 40×50 cmWarna: hijau , kuning , coklat , putih, biru untuk blokKomposisi:kanvas , kuas , cat akrilikDeskripsi detail: menggambarkan kue tradisional putu ayu , dengan sapuan warna hijau sebagai warna utama , dan kuning , coklat , putih , dan biru sebagai goresan dan blokhttps://drive.google.com/open?id=1-kBHpcKuWbU1HHYmmZU-SOlsF7AxD3aihttps://drive.google.com/open?id=1dtiEFGOgiDIKws1lCtuGwf4q-SF8oWfS
TALITHA ADELIAXII IPS 2SENI RUPA (LUKIS)Traditional Harmony media : Cat poster di atas kanvasukuran : 60 × 40 cmwarna : di dominasi warna biru dan coklatkomposisi : ada 4 kelompok komponen utama dalam lukisan saya1. saya gambarkan 5 objek alat musik utama di tengah yaitu ada gong, sasando, suling, tifa dan angklung 2. elemen dua pasang tangan yang menengadah berada di bawah saya berikan warna yang berbeda sebagai arti Indonesia memiliki tdk hanya satu ras kulit saja3. tangga nada yang saya tempatkan seperti melingkar di sisi” objek sebagai pelengkap karena tema saya adalah tentang musik4. background bendera Indonesia di belakang objek untuk menambah kesan agar background tidak terlalu monoton karena background utama saya berwarna birudeskripsi detail : lukisan ini tentang alat musik tradisional Indonesia sebagai bentuk melestarikan kebudayaan negeri, juga saya gambarkan beberapa alat musik dan 2 tangan yg berbeda warna sebagai kolaborasi gambar 2 tangan : saya berikan warna gelap dan terang sebagai arti walaupun berbeda kita tetap bisa menjunjung tinggi kebudayaan negerigambar alat musik : saya berikan warna yg dominan warna coklat karena pembuatan dari alat musik itu sendiri masih tradisional https://drive.google.com/open?id=1S5rHelFAtYjTe6aINZf8nZjGEKx9F4Zahttps://drive.google.com/open?id=1UMNaxzjx50NVOL9T-1oX6GfcE6RMmoE0
SITI ROFI’ATUL MAULAXII MIPA 1SENI TARITARI GUMYAK BRAMANTYA Tari ” Gumyak Bramantya” merupakan tari yg menggambarkan sekumpulan gadis yang beramai-ramai dan penuh semangat dengan bangganya menunjukkan wakul nasi yang menjadi ciri khas orang zaman dahulu yang kini sudah terlupakan karena masyarakat sekarang lebih suka menggunakan barang elektronik untuk menyajikan nasi dan makananDalam konteks ini, sekolah dapat dianggap sebagai wadah yang mirip dengan wakul nasi, tempat di mana siswa-siswi dapat menjaga dan menghargai nilai-nilai tradisional sambil tetap berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.Iringan tari: musik tari ini merupakan gabungan dari musik tari Madura diantara tari blijjhe’en, tari gelang ro’om dan tari capengDesain busana tari•Penataan rambut dengan menggunakan sanggul kecil dan melati disamping melambangkan kesederhanaan gadis desa yang berkharisma •make up cantik dan ceria melambangkan gadis desa nan cantik dengan penuh keceriaan berkumpul bersama teman temannya•coker kalung emas melambangkan gadis desa yang memiliki harga diri yang tinggi•kamisol merah yang dipadukan dengan kebaya hitam melambangkan keberanian dan ketangguhan gadis desa dalam melestarikan budaya diera digital•rok batik melambangkan kebudayaan asli indonesiahttps://drive.google.com/open?id=1AiKxGEw4LHtzJzRqA9yJ4KDk4R7IvnDfhttps://drive.google.com/open?id=1H7-tIqKuYlw-j0efybJschMfdyyq03r_
JENNIA HANURRULLIFEAXII MIPA 1SENI TARITARI KAWI RARAS SRAWUNG KENCANA LAN CERAHTari “ Kawi Raras : Srawung Kencana Lan Cerah “ Diartikan sebagai pertemuan berharga, tarian ini berarti kolaborasi tarian dan pertemuan ide serta nilai-nilai yang dilibatkan dalam kelestarian budaya, menggambarkan masa depan yang cerah. Dalam kelestarian budaya, menggambarkan tekad untuk menjaga dan meneruskan kebudayaan dengan penuh semangat dan kegembiraan. Tarian ini menyampaikan pesan tentang pentingnya melestarikan kekayaan budaya negara, menjunjung tinggi nilai tradisional, serta berbagai pengalaman kehidupan yang penuh dengan kelembutan, ketegasan, dan kecerahan melalui seni tari.Makna kehidupan dari “Tari Kawi Raras: Srawung Kencana Lan Cerah” menciptakan gambaran tentang kehidupan yang bernilai tinggi dan cerah melalui seni tari. 1.)Kehidupan Berharga: “Srawung Kencana” yang dapat diartikan sebagai pertemuan yang bernilai seperti emas, mencerminkan makna kehidupan yang dianggap sebagai suatu perjalanan berharga dan istimewa.Kehidupan berharga divisualisasikan dengan mahkota merak yang dimana mahkota bulu merak sering dianggap sebagai simbol keberuntungan dan keindahan dalam berbagai budaya. Dalam konteks simbolis, mahkota bulu merak dapat melambangkan kemegahan, keanggunan, dan keindahan yang unik.2.)Kelembutan dan Kejelasan: “Kawi Raras” dengan kata “Kawi” yang merujuk pada keklasikan atau tradisional, dan “Raras” yang berarti lembut, dapat menciptakan citra kehidupan yang lembut dan bersahaja.Kelembutan dan kejelasan divisualisasikan dengan gerakan ayunan tangan yang gemulai dan keplek yang tegas dan jelas. Ketegasan juga divisualisasikan dengan tarian yang lincah seperti gerakan dan karakter hewan seperti kuda. Gerakan-gerakan tarian ini mencerminkan keanggunan dan kekuatan yang sering terlihat pada gerakan hewan, khususnya kuda, dalam ekspresi yang tegas dan berenergi.3.)Harapan dan Kecerahan “Lan Cerah” yang menggambarkan kecerahan, mencerminkan harapan dan optimisme dalam menghadapi kehidupan, seolah-olah seperti cahaya terang yang membimbing perjalanan.Kecerahan divisualisasikan dengan perpaduan warna baju yang indah yaitu kuning, hijau, dan hitam. Jadi, secara keseluruhan, “Tari Kawi Raras: Srawung Kencana Lan Cerah” dapat mencerminkan makna kehidupan yang penuh dengan nilai, kelembutan, pertemuan berharga, dan kecerahan di tengah perjalanan ini.https://drive.google.com/open?id=1w8ACjGWHnQW6YTbSW1DAmR9eXz2C26-5https://drive.google.com/open?id=1gd1UvEcfLRQbK74ONnXn9tfNdHYfS7Td
Scroll Up