AVIN ANIQOTUS ZULFA
Sosok penari utama ditengah melambangkan fokus, keanggunan, dan perjuangan untuk tampil sempurna, sementara penari di sekelilingnya menggambarkan harmoni.
BIMA BERNESSA CLEARESTA
Lukisan ini merepresentasikan pertemuan dua jiwa yang terikat oleh takdir, meskipun terpisah oleh ruang dan waktu. Dua sosok siluet yang saling berhadapan menggambarkan hubungan manusia yang dipenuhi kerinduan dan harapan. Cahaya berbentuk bintang di tengah menjadi simbol ikatan batin serta momen penting yang menyatukan keduanya. Latar langit senja menuju malam dengan jejak komet melambangkan peristiwa langka dan perubahan besar dalam kehidupan. Hamparan awan gelap di bawah kaki tokoh mencerminkan ketidakpastian, namun cahaya yang muncul menegaskan bahwa harapan selalu hadir di tengah kegelapan.
DWI HARYANTI FERNANDA
Karya ini dimaknai sebagai perjalanan mencari kebenaran atau pengetahuan. Lentera melambangkan harapan atau kecerdasan di tengah ketidaktahuan (hutan yang berkabut), sedangkan bunga kristal melambangkan keajaiban yang hanya bisa ditemukan jika seseorang berani menjelajah lebih jauh.
FARIDATUN NUR FADHILAH
Karya ini bermakna tentang perjalanan hidup seseorang dalam meraih mimpi dan harapan. Sosok anak yang mengulurkan tangan ke langit melambangkan usaha, doa, dan keinginan kuat untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Suasana malam menggambarkan tantangan, keraguan, dan ketidakpastian yang sering dihadapi dalam kehidupan.
Kelinci yang melayang menjadi simbol harapan, kepolosan, dan keberanian kecil yang terus bergerak maju. Cahaya dan bintang melambangkan mimpi yang tetap bersinar meskipun keadaan terasa sulit. Secara keseluruhan, karya ini mengajarkan bahwa dalam kondisi apa pun, manusia harus tetap berani bermimpi, percaya pada diri sendiri, dan terus melangkah menuju tujuan hidup.
FIL FIRA ANINDITA
Terinspirasi dari drama china The Untamed, yang bergenre fantasy, heroes, misteri dan persahabatan. Yang dimana kedua pemeran utama dipisahkan oleh kedua aliran yang berbeda, yang satu memilih untuk mengikuti ilmu jahat, sedangkan yang satu lagi memilih ikut ilmu yang sesuai aturan dan norma didalam drama itu. Namun mereka tetep bertekad untuk bersatu membongkar kebenaran dan mewujudkan keadilan yang sesungguhnya, meski keduanya memiliki jalan yang berbeda hal itu sama sekali bukan hambatan dan mereka terus-menerus melawan apapun yang menghalangi mereka untuk sampai tujuan. Seperti dua sahabat yang awalnya berada di kelompok yang sama, tumbuh dan belajar bersama sejak awal, berbagi banyak waktu, kebiasaan, dan tujuan. Dalam perjalanan waktu, keadaan membawa mereka ke arah yang berbeda hingga masing-masing bergabung dengan kelompok yang tidak sama. Lingkungan baru itu perlahan membentuk cara mereka menjalani hari, menentukan pilihan, dan menghadapi keadaan di sekelilingnya. Meski langkah mereka tak lagi berdampingan seperti sebelumnya, tujuan yang ingin mereka capai tetap serupa. Mereka tidak bermusuhan dan tidak saling meninggalkan, hanya belajar menerima bahwa perubahan adalah bagian dari perjalanan, dan bahwa ikatan yang pernah terjalin tidak selalu harus berjalan pada jalan yang sama untuk tetap berarti.Kelinci yang melayang menjadi simbol harapan, kepolosan, dan keberanian kecil yang terus bergerak maju. Cahaya dan bintang melambangkan mimpi yang tetap bersinar meskipun keadaan terasa sulit. Secara keseluruhan, karya ini mengajarkan bahwa dalam kondisi apa pun, manusia harus tetap berani bermimpi, percaya pada diri sendiri, dan terus melangkah menuju tujuan hidup.
FITRIA AMELIA RAHMAH
Lukisan ini menggambarkan diri penulis melalui sosok Rapunzel yang memandang langit malam dari balik jendela. Lentera-lentera yang berjumlah banyak melambangkan berbagai mimpi dan harapan yang dimiliki, menunjukkan bahwa masa depan tidak hanya memiliki satu tujuan, melainkan banyak kemungkinan yang ingin dicapai.
Cahaya lentera menjadi simbol kebebasan penulis dalam memilih arah hidup serta harapan nyata untuk berani melangkah ke depan. Lukisan ini juga mencerminkan keinginan untuk memperoleh kebebasan dalam menentukan masa depan melalui proses belajar
di kelas esok dan kehidupan yang akan datang.
HUSNA MARIAH HUMEIROK
1. Ide / Inspirasi
Inspirasi karya ini lahir dari fragmen imajinasiku tentang sebuah dunia tersembunyi, di mana objek paling sederhana pun memiliki nyawa. Aku membayangkan diriku sebagai jamur merah raksasa ini sebuah entitas yang berbeda dan mencolok di tengah padang bunga yang seragam. Ini adalah simbol tentang keberanianku untuk berdiri tegak di tengah keramaian. Bagiku, ini bukan sekadar lukisan alam, melainkan sebuah gerbang menuju sisi magis dalam perjalanan hidupku, di mana keajaiban selalu muncul saat aku berani menjadi diriku sendiri secara utuh.
2. Makna Karya
Karya ini mengisahkan tentang ketangguhan dan keunikan hidupku. Jamur merah yang kontras melambangkan jati diriku yang tetap bersinar meski berada di lingkungan yang berbeda. Bunga-bunga di sekitarnya adalah orang-orang dan pengalaman yang mewarnai hari-hariku. Makna terdalamnya bagiku adalah: aku tidak perlu menjadi “bunga” untuk dianggap indah. Hidupku adalah sebuah fantasi ajaib yang aku lukis sendiri, di mana setiap perbedaan yang aku miliki adalah sumber kekuatan utama yang membuatku istimewa.
3. Teknik Berkarya
Aku menggunakan teknik Impasto dengan sapuan cat yang tebal dan bertekstur. Bagiku, tekstur kasar dan gumpalan cat yang timbul ini adalah representasi dari setiap rintangan dan pengalaman hidupku yang tidak selalu mulus. Goresan-goresan yang tidak rata ini tidak aku tutupi, melainkan aku tonjolkan, karena aku percaya bahwa bekas luka dan kerja keras di masa lalu justru memberikan “dimensi” dan karakter yang kuat pada sosokku saat ini.
4. Unsur Seni Rupa
* Warna (Color): Aku memilih merah yang vibran untuk pusat karyaku sebagai simbol keberanian dan gairah hidupku, dikelilingi warna hijau dan pastel yang melambangkan ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia.
* Tekstur (Texture): Tekstur nyata yang kasar memberikan kesan organik dan jujur, seperti kejujuranku dalam menghadapi pahit manisnya kenyataan.
* Bentuk (Shape): Bentuk jamur yang membulat dan kokoh memberikan rasa aman dan perlindungan dalam duniaku yang penuh fantasi.
5. Elemen Karya / Komposisi
Secara komposisi, aku sengaja menempatkan jamur sebagai pusat perhatian (Point of Interest). Elemen bunga dan dedaunan diatur secara asimetris untuk menciptakan kesan kebebasan yang dinamis seperti caraku mengatur prioritas dalam hidupku. Meski terlihat padat, aku menyisakan ruang di bagian atas agar tetap ada kesan “napas” dan harapan. Harmoni yang tercipta dari perbedaan elemen-elemen ini adalah cerminan dari caraku merangkul keberagaman aspek dalam hidupku menjadi satu kesatuan yang indah.
Cahaya lentera menjadi simbol kebebasan penulis dalam memilih arah hidup serta harapan nyata untuk berani melangkah ke depan. Lukisan ini juga mencerminkan keinginan untuk memperoleh kebebasan dalam menentukan masa depan melalui proses belajar
di kelas esok dan kehidupan yang akan datang.
M RIO ADI SAPUTRA
Gambar ini menampilkan siluet seekor serigala yang berdiri di puncak tebing sambil melolong ke arah bulan purnama yang besar dan terang, dengan latar langit malam penuh bintang serta guratan cahaya menyerupai aurora atau energi magis, sehingga menciptakan kesan kesendirian yang kuat namun penuh makna; bertema Magical Fantasy & Spirit of Nature, karya ini melambangkan kebebasan, kekuatan batin, dan jiwa alam liar, di mana serigala merepresentasikan keberanian dan intuisi, sementara bulan purnama menjadi simbol energi, harapan, dan misteri, dipadukan melalui teknik cat air dengan sapuan lembut, gradasi warna halus biru, hijau kebiruan, ungu, dan kuning, penggunaan siluet gelap pada serigala dan tebing, serta teknik wet-on-wet pada langit yang menghadirkan suasana malam yang tenang, magis, dan emosional, cocok sebagai ilustrasi cerita fantasi, sampul buku, atau karya seni bertema alam dan spiritualitas.
MAILAVIFIASARI
keindahan alam ini menggabungkan alam yang lembut dan damai (pohon berbunga, langit biru, bunga liar) dengan teknologi modern (kereta cepat). Lukisan ini terlihat menggunakan teknik lukis akrilik/cat minyak dengan gaya semi- impresionisme dengan ber ciri sapuan kuas terlihat jelas dan bertekstur, warna tidak terlalu detail realistis, tapi menonjolkan kesan cahaya dan suasana. Unsur penjelasan dalam lukisan titik pada detail bunga kecil di rumput garis garis batang pohon, ranting, dan bentuk kereta, Bidang bidang langit, tanah dan badan kereta dan Makna keseluruhan Lukisan ini seperti menggambarkan bahwa di tengah dunia yang bergerak cepat (kereta), alam tetap memberi ketenangan dan keindahan.Pesanya bisa tentang menikmati perjalanan hidup tanpa melupakan keindahan sekitarKarya ini mengisahkan tentang ketangguhan dan keunikan hidupku. Jamur merah yang kontras melambangkan jati diriku yang tetap bersinar meski berada di lingkungan yang berbeda. Bunga-bunga di sekitarnya adalah orang-orang dan pengalaman yang mewarnai hari-hariku. Makna terdalamnya bagiku adalah: aku tidak perlu menjadi “bunga” untuk dianggap indah. Hidupku adalah sebuah fantasi ajaib yang aku lukis sendiri, di mana setiap perbedaan yang aku miliki adalah sumber kekuatan utama yang membuatku istimewa.
MARETESIA SOVIOLA SUNYANDRI AMELYA MUSTIKA
Lukisan ini terinspirasi dari kekuatan alam yang disimbolkan melalui sosok perempuan. Gaun hijau yang menyatu dengan ombak menggambarkan bahwa manusia dan alam memiliki hubungan yang sangat erat. Kapal-kapal kecil di sekitarnya melambangkan manusia yang rapuh di hadapan kekuatan samudra. Sosok perempuan berdiri tenang di tengah gelombang besar, menunjukkan ketenangan, kekuasaan, dan keanggunan di tengah kekacauan alam
MARSA PUTRI RATNA DEWATI
Tema:Magical fantasy Judul:Gadis Tunggal Penjaga Cahaya. Makna Lukisan “Gadis Tunggal Penjaga Cahaya”
Lukisan ini menggambarkan seorang anak perempuan tunggal yang berdiri sendiri di tengah hutan sunyi, menghadap cahaya bulan purnama. Sosoknya yang membelakangi melambangkan perjalanan batin sebuah proses tumbuh tanpa banyak disaksikan orang lain.
Sayap putih yang melekat padanya bukan sekadar simbol malaikat, melainkan lambang kekuatan, ketulusan, dan perlindungan diri. Sebagai anak tunggal, ia belajar menjadi sandaran bagi dirinya sendiri, tumbuh mandiri, dan menjaga cahaya harapan dalam kesunyian.
Cahaya bulan melambangkan harapan, cita-cita, dan arah hidup. Meski jalannya sunyi, gadis ini tidak tersesat ia justru menjadi penjaga cahaya itu sendiri. Air yang tenang di bawahnya mencerminkan kedewasaan emosional dan kemampuan menerima keadaan dengan lapang.
Secara keseluruhan, lukisan ini menyampaikan pesan bahwa kesendirian bukanlah kelemahan, melainkan ruang untuk bertumbuh, menemukan kekuatan, dan menjaga cahaya kebaikan dalam diri, bahkan ketika tak ada yang melihat.
MEILINDA ROSSA RACHMAYANTI
Kelihatan ada tangan manusia yang hangat dan bercahaya menyentuh tangan abu abu yang kaku seperti batuu. Disekeliling nya ada rumput, bunga kecil dan cahaya sperti bintang. Ini bisa menggambarkan tangan yang hidup menyentuh tangan yang seperti batu bisa melambangkan seorang yang sedang “dingin”, mati rasa, atau terluka secara emosional lalu ada orang lain yang datang dari alam lain seolah membawa kehangatan. Perhatian dan harapan lingkungan yang gelap di tumbuh i tanaman dan bunga kecil menunjukan bahwa bahkan disituasi yang berat, tetap ada kehidupan dan kesempatan untuk tumbuh. Sentuhan itu seperti titik baliknya, cahaya kecil di titik sentuhan seolah bilangnya, kadang satu tindakan baik, satu sentuhan, satu orang yang peduli bisa menghidupkan kembali orang yang sudah hampir menyerah, visualnya puitis dan agak fantasi, tentang hubungan manusia luka, batin dan bagaimana takdir yang harus di terima
MELYNDA APRILYA
Judul:Langkah Harapan di Hutan Impian. inspirasi: Gambar ini menampilkan seorang gadis bergaun biru yang berdiri di atas jamur merah besar di tengah hutan bercahaya hijau kebiruan. Di sekelilingnya tumbuh jamur-jamur raksasa berwarna cerah yang memberi kesan dunia magis, seolah hutan tersebut bukan hanya tempat biasa, melainkan ruang penuh kemungkinan. Cahaya lembut yang menembus pepohonan melambangkan sinar harapan yang hadir di tengah perjalanan hidup.Dalam makna kehidupan nyata, gadis yang berdiri di tempat tinggi melukiskan seseorang yang sedang berusaha mengangkat dirinya dari keterbatasan menuju tujuan yang lebih besar. Jamur yang menjadi pijakannya melambangkan rintangan dan tantangan yang harus dilalui untuk meraih mimpi. Hutan yang luas menggambarkan masa depan yang masih penuh misteri, namun juga menyimpan peluang bagi mereka yang berani melangkah.Nuansa magis pada gambar ini menunjukkan bahwa harapan dapat tumbuh dari hal sederhana. Seperti hutan biasa yang berubah menjadi dunia fantasi, kehidupan nyata pun bisa menjadi indah jika dipenuhi keyakinan dan impian. Gambar ini menyampaikan pesan bahwa dengan keberanian, imajinasi, dan tekad, seseorang dapat mengubah perjalanan menuju cita-cita menjadi kisah penuh keajaiban.Teknik Berkarya:Menggunakan teknik lukis ilustratif dengan pewarnaan gradasi dan permainan cahaya untuk menampilkan kesan magis dan fokus pada tokoh utama.
Unsur-unsur Titik digunakan sebagai efek cahaya, garis pada bentuk pepohonan dan tokoh, bidang pada jamur dan tubuh manusia, warna cerah dan gelap-terang untuk menunjukkan suasana dan kedalaman, serta tekstur semu pada objek alam.
Elemen:Komposisi sentral dengan tokoh utama sebagai pusat perhatian. Penataan jamur dan pepohonan mengelilingi tokoh sehingga tercipta keseimbangan dan kesan ruang.
NURUL QOIMAH
Judul ini menggambarkan bahwa setiap masalah hidup ibarat halaman buku yang ketika dibuka justru melahirkan semesta—penuh kekacauan, misteri, tapi juga harapan. Buku melambangkan perjalanan hidup manusia, sedangkan galaksi dan planet mencerminkan kompleksitas masalah, pilihan, dan takdir yang berputar tanpa henti. Cahaya yang keluar dari buku menandakan bahwa dari masalah, selalu ada pengetahuan, makna, dan kekuatan baru yang lahir.
NAUFA NAZAH ANAWAL
Judul Karya
“Langkah Terakhir Menuju Cahaya”
Deskripsi Konsep
Gambar ini menampilkan sebuah adegan fantasi simbolik dalam nuansa hitam-putih. Terlihat seorang sosok manusia berbentuk siluet berjalan perlahan di sebuah jalan gelap menuju pusaran cahaya kosmik yang sangat terang di hadapannya. Sosok tersebut mengenakan mantel atau jubah panjang, menciptakan kesan perjalanan yang sunyi dan penuh tekad.
Pusaran cahaya di depan tokoh menyerupai gerbang dimensi atau pusat energi, dikelilingi partikel cahaya seperti bintang dan kabut kosmik. Lingkungan sekitar tampak gelap, berkabut, dan sepi, sehingga cahaya di pusat gambar menjadi fokus utama. Komposisi ini menyimbolkan perjalanan manusia dari kegelapan menuju harapan, perubahan, atau pencerahan.
Tidak adanya detail wajah membuat tokoh bersifat universal, seolah mewakili setiap manusia yang sedang menghadapi pilihan besar dalam hidupnya.
Tema
Fantasi Simbolik – Perjalanan Batin dan Transisi Kehidupan
Tema ini menekankan:
Perjalanan spiritual dan refleksi diri
Keberanian menghadapi masa depan yang belum diketahui
Pertentangan antara kegelapan dan cahaya
Proses perubahan atau kelahiran kembali (rebirth)
Tema bersifat filosofis dan emosional, bukan naratif langsung.
Teknik yang Digunakan
Digital Painting / Digital Illustration
Karya dibuat secara digital dengan detail tinggi pada cahaya dan atmosfer.
Monokrom (Hitam–Putih)
Penggunaan warna terbatas memperkuat kesan dramatis, serius, dan emosional.
Silhouette Technique
Tokoh dibuat gelap tanpa detail untuk menonjolkan simbolisme dan fokus pada makna, bukan identitas.
Lighting & Contrast (High Contrast)
Perbedaan ekstrem antara cahaya dan gelap digunakan untuk menegaskan konflik visual dan pesan simbolik.
Atmospheric Effect (Kabut & Partikel Cahaya)
Digunakan untuk menciptakan kedalaman ruang serta nuansa magis dan kosmik.
REFI
menggambarkan sosok peri sebagai makhluk magis yang menjaga hutan penuh cahaya dan keindahan. Temanya berfokus pada dunia fantasi yang menampilkan hubungan harmonis antara makhluk magis dan alam, serta suasana damai, mistis, dan penuh imajinasi.
RIZKY AL-RIDHO PRATAMA
TEMA: keheningan setelah perjuangan
IDE: Karya ini menampilkan seorang knight yang terbaring diam di tengah hamparan rumput hijau dan bunga-bunga liar. Sosok ksatria digambarkan tanpa gerakan, seolah telah menyelesaikan pertarungan panjang yang melelahkan. Tubuhnya menyatu dengan alam, dikelilingi oleh tumbuhan yang tumbuh bebas dan cahaya lembut yang menenangkan. Adegan ini tidak menekankan kekerasan pertempuran, melainkan momen sunyi setelah konflik berakhir. Knight tersebut menjadi simbol pengorbanan, keberanian, dan penerimaan akan takdir. Lukisan ini dapat dimaknai sebagai peralihan dari hiruk-pikuk peperangan menuju kedamaian, serta pengingat bahwa bahkan pejuang terkuat pun membutuhkan istirahat.
TEKNIK BERKARYA:
Karya ini menggunakan teknik ilustrasi realis dengan pendekatan painterly. Teknik layering diterapkan pada rumput dan bunga untuk menciptakan kesan kedalaman dan kehidupan alami. Gradasi warna digunakan untuk membangun suasana lembut dan damai di area latar. Teknik highlight dan shading diaplikasikan pada tubuh knight dan baju zirahnya untuk menampilkan volume, cahaya, dan tekstur logam. Sementara itu, penggunaan brush halus dan detail memperkuat kontras antara kerasnya ksatria dan lembutnya alam di sekitarnya.
VIKA JULIANA PUTRI
•Tema:Cinta dan kebersamaan
•Makna Karya: Lukisan ini menggambarkan dua insan dalam keheningan senja yang penuh makna, duduk berdampingan di bawah cahaya bulan sebagai simbol keterhubungan jiwa dan harapan yang tumbuh bersama. Ayunan yang tergantung di antara dua pohon menjadi metafora perjalanan hidup—bergerak maju dan mundur, namun selalu kembali pada titik keseimbangan yang sama. Bulan purnama hadir sebagai penjaga waktu dan perasaan, menerangi ruang batin tempat mimpi, kenangan, dan doa saling bertaut.
Dalam bingkai Magical Fantasy, langit bertabur bintang dan warna senja yang berpadu dengan malam menciptakan energi magis yang lembut namun mendalam. Alam tidak sekadar latar, melainkan saksi bisu atas janji, kebersamaan, dan keberanian untuk tetap berjalan bersama di tengah ketidakpastian. Karya ini menjadi perwujudan perjalanan emosional menuju kedewasaan rasa, di mana kebersamaan bukan tentang saling memiliki, melainkan saling menguatkan.
•Teknik: Lukisan ini menggunakan teknik siluet, gradasi warna, dan ilustratif dekoratif.
•Unsur Seni: Unsur garis, warna, ruang, dan gelap-terang paling dominan. Semua unsur bekerja sama membangun suasana romantis, tenang, dan penuh imajinasi.
•Elemen: Elemen yang paling menonjol adalah warna, garis, ruang, dan gelap-terang yang bersama-sama menciptakan suasana romantis, tenang, dan penuh imajinasi malam hari.
VELYA PUTRI
karya ini melambangkan harapan, ketenangan, dan cahaya batin. Sosok gadis yang membawa lentera menggambarkan manusia sebagai penjaga cahaya, baik cahaya pengetahuan, harapan, maupun kebaikan, di tengah kegelapan dunia. Kupu-kupu bercahaya melambangkan jiwa, mimpi dan keajaiban kecil yang muncul ketika seseorang memiliki hati yang murni dan berani melangkah dalam ketidakpastian.
WIDYA RIZKI AGUSTIN
Karya seni rupa berjudul “Langkah Kecil di Jalan Keajaiban” dirancang sebagai karya bertema Magical Fantasy yang muncul dari pemikiran tentang keberanian seorang anak perempuan dalam menghadapi masa depan. Karya ini terinspirasi dari momen ketika seseorang mulai mengambil langkah awal menuju impiannya, meskipun masih disertai rasa ragu dan ketidakpastian.
Gagasan utama diwujudkan melalui figur seorang anak perempuan yang digambarkan sedang melangkah ke depan. Gerak tubuh dan arah pandangan figur mencerminkan proses batin antara ketakutan dan harapan, di mana setiap langkah kecil memiliki makna penting. Sosok anak perempuan dipilih sebagai simbol awal perjalanan hidup, kepolosan, serta keberanian yang perlahan tumbuh dari dalam diri.
Cahaya keemasan direncanakan hadir sebagai elemen visual utama yang menyertai langkah anak perempuan tersebut. Cahaya ini berfungsi sebagai simbol keajaiban dan harapan yang membimbing arah perjalanan di tengah suasana yang cenderung gelap. Teknik yang akan digunakan adalah teknik plakat dengan penerapan warna-warna pekat dan kontras untuk memperkuat nuansa magis sekaligus emosional.
Dalam pengolahan unsur seni rupa, garis lengkung dan bentuk organik direncanakan mendominasi komposisi agar tercipta kesan lembut dan mengalir. Pengaturan gelap-terang serta ruang dimanfaatkan untuk membangun suasana fantasi dan menegaskan fokus utama pada figur anak perempuan. Dari segi elemen komposisi, karya ini dirancang memiliki kesatuan yang harmonis, keseimbangan asimetris yang dinamis, serta penekanan visual pada gerak langkah sebagai simbol keberanian dan harapan menuju masa depan.
WIDYA RIZKA AGUSTIN
Karya seni rupa berjudul “Perahu Harapan di Langit Malam” merupakan sebuah karya bertema Magical Fantasy yang lahir dari pemikiran tentang harapan yang tersimpan di dalam diri manusia. Di bawah langit malam yang luas dan sunyi, tergambar seorang gadis kecil duduk di atas perahu berbentuk bulan sabit, melaju perlahan di antara awan gelap. Sosok gadis tersebut melambangkan sisi manusia yang paling tulus—bagian hati yang tetap berani bermimpi dan memelihara harapan, meskipun kehidupan sering kali terasa tidak ramah.
Bulan sabit yang tidak utuh menjadi simbol kehidupan yang penuh ketidaksempurnaan. Dari ketidaksempurnaan itu, tersirat makna bahwa hidup tidak selalu berjalan ideal, namun tetap dapat dijadikan pijakan untuk terus melangkah maju. Langit gelap dan awan yang menyelimuti menggambarkan berbagai tantangan, ketakutan, serta masa-masa sulit yang hadir tanpa diduga.
Di tangan sang gadis terdapat sebuah botol berisi bintang-bintang kecil yang melambangkan harapan, doa, dan potensi dalam diri. Ketika botol tersebut terbuka, bintang-bintang menyebar dan menerangi kegelapan, menjadi simbol keberanian untuk percaya serta membiarkan mimpi bersinar.
Melalui lukisan ini, tersampaikan pesan bahwa meskipun manusia tampak kecil di hadapan dunia yang luas, harapan yang dijaga dengan keyakinan mampu menjadi cahaya penuntun dan memberikan makna dalam setiap perjalanan hidup.
WILDA DAHRIA NAFRIKA
TEMA: kasih sayang, kelembutan, dan harmoni antara makhluk hidup
IDE: Karya ini menampilkan sosok peri perempuan yang sedang memeluk dan mencium seekor kucing dengan penuh kelembutan. Peri digambarkan memiliki sayap transparan dan busana bernuansa hijau alami, menyatu dengan lingkungan penuh bunga-bunga yang sedang bermekaran. Ekspresi wajah peri yang tenang dan penuh cinta memperlihatkan hubungan emosional yang mendalam antara manusia (makhluk fantasi) dan hewan. Kucing yang ditampilkan tampak nyaman dan percaya, menandakan rasa aman serta ikatan batin yang tulus. Elemen bunga dan ornamen cahaya di sekitar figur memperkuat kesan dunia magis yang damai. Lukisan ini melambangkan kasih sayang tanpa syarat, kepedulian terhadap makhluk lain, serta keseimbangan antara alam, fantasi, dan perasaan batin yang lembut.
TEKNIK BERKARYA:
Karya ini menggunakan teknik ilustrasi dekoratif dengan sentuhan fantasi dan gaya semi-realis. Teknik outline halus diterapkan untuk mempertegas bentuk figur peri, kucing, dan elemen flora. Pewarnaan dilakukan dengan gradasi lembut dan palet warna pastel untuk menciptakan suasana hangat dan menenangkan. Teknik shading ringan digunakan pada rambut, wajah, dan tubuh kucing untuk memberikan kesan volume tanpa menghilangkan nuansa ilustratif. Detail ornamen seperti bunga, perhiasan, dan sayap digarap dengan ketelitian tinggi untuk memperkuat kesan magis dan estetika visual yang romantis.
AGNES POPY REVALINA
Lukisan ini menggambarkan seseorang yang merasa kewalahan oleh tekanan dan kebisingan di sekitarnya. Latar merah-oranye menunjukkan kekacauan, sementara objek gelap yang melayang melambangkan gangguan pikiran. Penutup mata dan tangan di kepala menandakan upaya untuk menenangkan diri dan mencari ketenangan di tengah situasi yang terasa berat.
AHMAD LELI
Lukisan ini menggambarkan keindahan alam Bali dengan pura sebagai objek utama. Pemandangan danau, pegunungan, dan pepohonan menciptakan suasana yang tenang dan damai. Warna-warna cerah membuat lukisan terlihat harmonis dan indah.
AJENG KARTIKASARI
Lukisan ini menggambarkan saya sebagai seseorang yg berdiri di antara bumi dan langit, mengangkat tangan seolah ingin meraih cahaya bintang, melambangkan harapan, mimpi, dan pencarian makna hidup. Maksutnya, karena saya ini berada di kls 12 yg artinya masa masa akhir sekolah saya setelah ini ingin melanjutkan hidup yg lebih serius, mempercayai bahwa saya akan sukses dikemudian hari.
Langit yang berputar-putar menunjukkan pikiran, emosi, dan kekacauan batin, sementara cahaya bintang menjadi simbol harapan dan tujuan. Rumah kecil yang bercahaya di kejauhan melambangkan ketenangan, asal, atau rasa aman yang selalu dirindukan manusia.
ALVIN DENNY AZUAN
Lukisan ini menggambarkan lilin yang menyala di atas piring logam dengan latar belakang gelap. Nyala api yang digambarkan dengan warna oranye terang dan kuning di bagian atas lilin, yang secara visual memancarkan cahaya hangat ke sekelilingnya, dapat melambangkan semangat yang membara.
Nyala Api Terang: Warna cerah nyala api menonjol dari kegelapan latar belakang, menunjukkan kekuatan dan vitalitas semangat yang terus menyala.
Lilin yang Meleleh: Lilin yang meleleh di bawah nyala api dapat diartikan sebagai pengorbanan atau dedikasi yang diperlukan untuk menjaga semangat tersebut tetap hidup.
Cahaya Hangat: Lingkaran cahaya kemerahan di sekitar lilin menciptakan suasana kehangatan dan harapan di tengah kegelapan, menyiratkan bahwa semangat tersebut memberikan dampak positif dan menerangi lingkungan sekitarnya.
BIMO LUCKY EFLIAN
Menggambarkan keharmonisan cinta dan kebersamaan melalui dua burung Flamingo yang saling berhadapan membentuk simbol hati dikelilingi daun tropis lukisan ini melihatnya menggunakan teknik lukis akrilik cat minyak dengan gaya semi impresionisme dengan berciri sapuan kuas terlihat jelas dan bertekstur. untuk menjelaskan titik pada Terburu flaminggo dan tumbuhan tropis dan makna dari keseluruhan lukisan ini adalah cinta di saat musim tropis .pesannya tentang menikmati Cinta Tanpa memandang musim
CAHYA IRVANTO ANGGA PRATAMA
seorang kakak laki-laki Mengenggam kedua adiknya, membimbing supaya lebih baik daripada kakaknya, lebih tertata masa depannya lebih mandiri dan menjadi lebihh baik lagi
ERIKHA YULIANA PUTRI
1. IDE/KONSEP & JUDUL LUKISAN
Judul:alam ajaib yang tersembunyi
Ide ini berasal dari diri teman saya ia adalah anak yang ceria sekali, ramah ,baik , sering kali ia mengeksplor dunia luar ,mulai dari ia sering naik gunung ,jalan jalan,mencari sesuatu yang membuat ia senang sampai di titik terkadang aku suka heran kok ada anak segitunya lali ia menjawab aku suka menemukan hal baru aku suka kalau aku melihat suatu yang aku belum tau hingga akhirnya aku menjadikan cerita teman saya ini menjadi judul dari lukisan saya, berkat keberanian ia selalu giat untuk mencari sesuatu yang belum ia ketahui .judul saya ini ku sambungkan dengan tema magical Fantasy yaitu gambar sosok anak yang berada di tengah hutann yang di pinggir hutan itu adalah ada gerbang yang terbuat dari beberapa pohon besar yang di gambar kan sebagai jalan dan di ujung itu ada gunung dan air terjunnya itu adalah sebagai bukti bahwa sanya ada beberapa banyak jalan untuk kita bisa menempuh perjalanan untuk mencari sesuatu hal yang baru
2. TEKNIK BERKARYA
Untuk Lukisan Kanvas
1. Teknik Lapis-lapis (Glazing): Digunakan untuk menciptakan efek kilau pada cahaya magis dan sinar matahari yang menerobos dedaunan. Lapisan warna transparan diterapkan secara bertahap agar kedalaman visual terasa lebih kuat.
2. Teknik Impasto: Diterapkan pada bagian dedaunan, lumut pohon, dan bunga-bunga untuk memberikan tekstur yang nyata dan dapat diraba, menambah kesan alam yang hidup.
3. Teknik Dry Brush: Digunakan untuk menggambarkan permukaan jalan tanah dan batu-batu kecil, memberikan kesan kasar namun alami.
4. Menambahkan Elemen Tambahan: Bisa menambahkan serpihan kristal atau cat berpigmen metalik pada bagian cahaya magis agar lebih bersinar saat terkena cahaya.
Untuk Lukisan Digital
– Gunakan lapisan terpisah untuk setiap elemen (pohon, anak , latar belakang, cahaya) agar mudah diedit.
– Terapkan efek blur pada latar belakang untuk menciptakan kesan kedalaman (depth of field).
– Gunakan brush khusus untuk tekstur dedaunan dan lumut, serta efek glow pada bagian cahaya magis.
3. UNSUR-UNSUR SENI
1. Bentuk:
– Bentuk alamiah pada pohon, tumbuhan, dan gunung; bentuk geometris sederhana pada tubuh anak dan tas ransel.
– Bentuk garis melengkung pada cabang pohon yang membentuk bingkai alami untuk fokus pada jalan dan latar belakang.
2. Warna:
– Skema warna dominan hijau (alam), dengan aksen warna hangat (kuning-emas pada cahaya, merah muda pada bunga) dan warna dingin (biru-abu pada langit dan air terjun).
– Kontras warna antara area gelap (hutan depan) dan terang (jalan dan latar belakang) untuk menarik perhatian penonton.
3. Tekstur:
– Tekstur kasar pada batang pohon dan jalan tanah, tekstur lembut pada dedaunan dan bunga, serta tekstur halus pada air terjun dan kabut.
4. Ruang:
– Penggunaan linear perspective pada jalan yang menyempit ke arah gunung untuk menciptakan kesan kedalaman.
– Ruang depan (pohon dan bunga) dibuat lebih jelas, sedangkan ruang belakang (gunung dan langit) dibuat lebih kabur.
5. Cahaya & Bayangan:
– Sumber cahaya utama dari matahari di balik gunung, yang menghasilkan bayangan lembut pada dedaunan dan tubuh anak perempuan.
– Cahaya magis tambahan sebagai elemen dekoratif yang memberikan kesan ajaib.
4. ELEMEN VISUAL
1. Elemen Fokus: Anak yang sedang berjalan dan jalur cahaya magis yang membimbingnya – menjadi titik pusat perhatian karena warna dan posisinya.
2. Elemen Penunjang:
– Pohon besar di sisi kiri dan kanan: Berfungsi sebagai bingkai alami yang membimbing pandangan mata ke arah latar belakang.
– Air terjun dan sungai kecil: Menambah kesan kehidupan dan kelancaran dalam alam ajaib.
– Bunga-bunga dan jamur besar: Memberikan kesan dunia yang lebih besar dari ukuran anak, menekankan nuansa petualangan.
– Gunung bersinar: Menjadi tujuan akhir perjalanan, menyimbolkan harapan dan keajaiban yang akan ditemui.
3. Komposisi: Menggunakan komposisi leading line (garis jalan dan cahaya magis) yang mengarahkan pandangan penonton dari depan ke belakang lukisan, menciptakan kesan dinamis dan menarik.
FANIA AGUSTINA RAHMADHANI
Lukisan ini adalah sebuah mahakarya yang menangkap momen hening di antara dua dunia. Aku, Fania, sudah sangat ingin menggapai cahaya yang selalu aku lihat samar samar di depanku, setiap hari semakin jelas cahayanya, meski langkah kaki tertatih menyusun kepingan hidup, aku tau ini hidupku, tapi terkadang hidup kita selalu terikat dengan orang lain, terkadang banyak yang harus kita ajak untuk menuju cahaya tersebut agar nantinya kita tidak kehilangan arah setelah tau indahnya cahaya setelah menyelam lama dalam kegelapan.
Hidup itu mudah, bagi orang yang menganggapnya begitu, begitu juga sebaliknya, sulit bagi orang yang menganggapnya sulit. Lakukan apapun sesukamu selagi itu tidak terlalu mengganggu makhluk lain. Berjuanglah atas hidupmu sendiri, tidak perlu terlalu menghawatirkan aku ataupun orang lain. Apapun yang kamu lihat tidak sepenuhnya benar dan apapun yang kamu lihat tidak sepenuhnya salah. Berpikirlah sesukamu dan bertindaklah selayaknya mereka.
Pertaruhkanlah hal hal yang selalu membuatmu takut. Berjanjilah pada dirimu sendiri agar hidupmu baik. Makhluk hidup itu pasti berubah, mau mereka menginginkannya atau tidak dan dunia butuh cerita yang belum ada sebelumnya. Kenyataan akan selalu menelanmu seutuhnya dan menghancurkanmu, dan terkadang kumpulkan lelucon itu tidak lucu sama sekali. Yang terpenting bukan masalahnya, tapi bagaimana kita menjawabnya dan menurutku bertindak lebih baik daripada diam saja. Karena apabila tidak di pertaruhkan maka tidak akan pernah di menangkan.
FLORA NAYLA FELISYA
Diam di Ambang Dunia”
Ide Lukisan terinspirasi dari sebuah seseorang yang berada diantara masa lalu dan masa depan, saat keputusan belum di ambil dan hati memilih untuk diam
Menggambarkan momen hening di alam, saat waktu terasa berhenti, seolah berada di batas antara dunia nyata dan dunia batin yang penuh ketenangan.
Sinopsis:
Lukisan ini menampilkan suasana sunyi dengan pemandangan alam yang tenang. Pantulan cahaya lembut, ruang yang luas, dan komposisi seimbang menghadirkan perasaan diam, reflektif, dan damai, seakan penikmat lukisan berdiri di ambang dua dunia.
FRISKA AMELIA
Kadang, tempat terbaik untuk menemukan jati diri adalah di atas awan. Menggunakan palet warna sunset yang vibran, lukisan ini menonjolkan kontras antara siluet sosok gadis dengan terangnya bintang kuning. Sebuah perayaan atas imajinasi dan ketenangan pikiran.
GALIH SOCA BRAHMANTYA
Di bawah cahaya bulan yang terang, seorang anak duduk tenang di dahan pohon, menikmati malam yang sunyi. Tidak ada suara selain angin yang berembus pelan, seolah dunia sedang beristirahat sejenak.
Dalam diam itu, ia merasakan ketenangan yang jarang ia temukan saat hari-hari sibuk. Cahaya bulan mengajarkannya bahwa meski malam terlihat gelap, selalu ada terang yang menemani.
Malam itu, ia mengerti bahwa terkadang kita hanya perlu berhenti sejenak, menarik napas, dan merasakan hening—karena dari sanalah hati belajar menjadi lebih kuat dan damai
Teknik melukis :Gradasi Gunakan perpaduan warna gelap ke terang pada langit untuk menciptakan efek malam yang hidup..
GISSELA DWI AULIA PUTRI
Lukisan ini menggambarkan sebuah mata yang seolah menjadi jendela emosi terdalam. Warna biru yang mengalir seperti tetesan menggambarkan perasaan yang tidak hanya sekadar sedih, tetapi juga penuh harapan dan ketenangan. Bentuk seperti sayap di atas mata memberi simbol kebebasan, seakan emosi yang berat pun tetap ingin terbang dan melepaskan diri. Latar bintang-bintang menghadirkan kesan bahwa meski seseorang merasa tersesat atau tenggelam dalam perasaan, ia tetap berada dalam semesta yang luas dan penuh kemungkinan. Karya ini mencerminkan perjalanan batin—antara luka, kekuatan, dan keinginan untuk bangkit.Dalam diam itu, ia merasakan ketenangan yang jarang ia temukan saat hari-hari sibuk. Cahaya bulan mengajarkannya bahwa meski malam terlihat gelap, selalu ada terang yang menemani.
Malam itu, ia mengerti bahwa terkadang kita hanya perlu berhenti sejenak, menarik napas, dan merasakan hening—karena dari sanalah hati belajar menjadi lebih kuat dan damai
Teknik melukis :Gradasi Gunakan perpaduan warna gelap ke terang pada langit untuk menciptakan efek malam yang hidup..
HANIN PUTRI UTAMI
saya berencana buat lukisan dg menggambarkan seorang gadis yang berjuang melintasi keraguan dengan berjalan di atas sebuah jembatan sempit. Ia membawa sebuah lampu kecil sebagai simbol harapan dan keyakinan di tengah kegelapan. Di bawah jembatan, tampak tangan-tangan misterius yang menjulur ke atas, melambangkan rasa takut, tekanan batin, dan keraguan yang terus berusaha menjatuhkan langkahnya. Meski dikelilingi ancaman, sang gadis tetap melangkah maju, menunjukkan keberanian untuk bertahan dan percaya pada cahaya kecil yang ia bawa.Dengan unsur titik-titik cahaya pada lampu menjadi pusat perhatian dan fokus utama lukisan,garis
garis pada jembatan digambarkan memanjang dan sempit, memberi kesan rapuh dan penuh risiko. Garis lengkung pada tangan-tangan di bawah jembatan menambah kesan gerak dan ancama, rencana warna yg akan saya gunakan adalah warna gelap mendominasi latar, sedangkan warna hangat kuning-oranye pada lampu memberi kontras dan makna harapan. dan rencana teknik nya adalah teknik gradasi ,Digunakan pada latar belakang dan cahaya lampu untuk menciptakan transisi halus antara terang dan gelap,Teknik Arsiran / Layering Arsiran bertumpuk pada tangan-tangan misterius memperkuat kesan gelap dan ancaman.teknik Kontras,Perbedaan warna terang dan gelap menonjolkan konflik antara harapan dankeraguan.dan teknik sapuan ekspresif ,Sapuan kuas yang bebas dan tidak terlalu rapi digunakan untuk menggambarkan emosi batin dan ketegangan suasana.
IRA SEPTIA VIONALITA
Karya yang terinspirasi dari drama “No Tail No Tell” dengan visual anak perempuan yang mempunyai ekor rubah 9, dimana ekor itu melambangkan keberuntungan.
JIHAN NURAENI
Karya lukis berjudul Between Two Dimensions mengangkat tema magic fantasy yang menggambarkan Ide bermula dari imajinasi antara dua dunia yang saling bersentuhan. Sebuah tangan besar muncul sebagai simbol kekuatan penjaga, menampung seorang gadis kecil yang menatap pemandangan malam penuh cahaya bulan. Di telapak tangan tersebut duduk seorang gadis kecil yang tampak tenang, memandangi pemandangan malam yang indah. Unsur garis terlihat jelas pada kontur tangan yang kuat dan lengkungan lembut tubuh gadis, serta garis horizon yang membatasi langit dan tanah. Unsur bidang tercipta dari permukaan langit malam yang luas, telapak tangan yang dominan, dan bentuk gadis yang terdefinisi. Unsur warna dipilih secara kontras melalui kombinasi warna gelap seperti biru tua dan hitam di latar langit dengan warna terang kuning–putih dari cahaya bulan, sehingga menciptakan suasana magis dan dramatis.
Dalam elemen visual, lukisan ini menggunakan cahaya bulan sebagai sumber utama yang menerangi telapak tangan dan gadis dengan kontras terang–gelap jelas. Komposisi seimbang dengan tangan sebagai fokus utama, gadis di tengah, dan bulan di belakang yang mengarahkan pandangan. Ruang terlihat dari perbedaan ukuran antara tangan dan gadis serta gradasi warna langit. Tekstur muncul dari sapuan kuas halus pada kulit tangan dan detail langit, memperkuat nuansa magis.
MOCH ARGA DWI ARDIAN
LUKISAN INI BERISI TENTANG ORANG YANG SEDANG MENATAP LANGIT DENGAN KEINDAHANYA DAN BERHARAP LANGIT DAPAT MENGHANTARKAN HAL-HAL BAIK YANG AKAN DATANG KARNA KECEMASAN TERHADAP MASA DEPAN YANG MEMBINGUNGKAN DENGAN DI IRINGI ANGIN SEGAR DARI POHON KELAPA .
MOCH. FATIHUL IHSAN
“Diantara Riak dan Diam” Yang menggambarkan seorang pria yang memiliki banyak masalah dalam hidupnya, dan dia mencari ketenangan di pinggir danau dan bersandar pada batang pohon yang sudah ditebang sambil memegang sebuah novel, meski novel itu ada digenggamannya pandangan pria itu mengarah ke arah danau yang tenang seolah mencari keteduhan dibalik diamnnya air. Suasana malam yang tenang menjadi ruang refleksi baginya tempat ia berhenti sejenak dari hiruk-pikuk yang membebani dirinya.
Lukisan ini sebenarnya menggambarkan keadaan kelas 12 saat ini, dimana dihadapkan banyak sekali tumpukan tugas dan praktek serta bingung arahnya kemana setelah lulus, di tengah banyak tuntutan, hanya ada 1 keinginan sederhana yaitu menemukan ruang untuk beristirahat sejenak, menenangkan pikiran, dan mengumpulkan kembali kekuatan sebelum melangkah maju.
MUCH. AKBAR NUGROHO ADIANTO
SAYA MEMBUAT LUKISAN INI KARENA SAYA TERINSPIRASI BAHWA SUATU SAAT SAYA DAN PASANGAN SAYA AKAN HIDUP DAMAI DI MASA DEPAN YANG AKAN DATANG..
MUHAMMAD EGA MAULANA YUDHISTIRA
Lukisan ini menggambarkan kehidupan manusia sebagai sebuah perjalanan panjang yang tidak selalu lurus, mudah, atau terang, tetapi selalu memiliki tujuan akhir yang suci. Di dalamnya terlihat sebuah jalan setapak yang membelah rimbunnya pepohonan, seolah melambangkan jalan hidup yang harus dilalui dengan kesabaran, keberanian, dan keyakinan.Di kejauhan tampak bangunan suci dengan kubah dan menara, berdiri tenang di balik pepohonan. Letaknya yang jauh menunjukkan bahwa kedekatan dengan Tuhan adalah proses, bukan sesuatu yang instan. Ia menjadi titik tujuan, cahaya arah, sekaligus simbol ketenangan batin yang dicari setiap manusia.
NAILA EVALINA
dimana yang menggambarkan perjuanganku sendiri yang hidup di tengah konflik dan luka keluarga. Di antara bayang-bayang gelap yang melambangkan pertengkaran, ketakutan, dan masa lalu yang menyakitkan, seperti saya yang memegang lentera sebagai simbol harapan, kekuatan batin, dan impian akan masa depan yang lebih baik.
NARENDRA FIRDAUS WINA SAPUTRA
Ide ini lahir dari ambisi besar yang saya simpan rapat, setenang langkah seorang ninja di tengah malam. Dalam sunyi, saya menyadari bahwa setiap gerak maju yang saya lakukan tidak berdiri sendiri—ada dukungan, doa, dan pengorbanan orang tua yang menjadi bayangan setia di belakang saya. Tanpa banyak suara, mereka telah menyiapkan pijakan, agar saya bisa bergerak lincah, bebas dari beban, dan tetap terarah menuju tujuan yang saya yakini.
Bagai berdiri di atas atap rumah dan tiang listrik, memandang masa depan yang tertata, menunggu untuk diwujudkan dengan disiplin dan kesabaran, saya memilih untuk tetap terjaga saat yang lain terlelap dalam kelalaian. Akan menjadi kegagalan besar jika saya lengah dan menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan. Dalam keheningan malam, saya meneguhkan diri: ketekunan dan kerja keras adalah jalan seorang pejuang. Dengan itulah saya menjaga amanah, hingga setiap dukungan yang mereka berikan berbuah menjadi keberhasilan yang nyata dan membanggakan.
NISA RULIYANA
“Di Ambang Esok yang Belum Bernama”
Menggambarkan kondisi batin seorang anak yang akan menuntaskan masa sekolah ,sebuah fase yang selama ini memberi arah, struktur, dan kepastian.
Kata “ambang” melambangkan batas tipis antara masa lalu dan masa depan, tempat ia berdiri ragu, belum sepenuhnya melangkah maju, namun tak lagi bisa kembali.
Kata “esok” merepresentasikan masa depan yang menunggu, sementara frasa “belum bernama” menegaskan ketidakpastian masa depan itu ada, tetapi belum memiliki bentuk, tujuan, atau identitas yang jelas. Ia tidak tahu harus menjadi siapa, memilih jalan mana, atau sejauh apa keberaniannya akan membawanya.
Judul ini menyoroti kebimbangan seorang anak yang sunyi bukan ketakutan yang meledak-ledak, melainkan kegelisahan yang tenang, tertahan, dan sangat manusiawi. Sebuah potret tentang jeda dalam hidup, momen rapuh ketika harapan dan keraguan berdiri berdampingan, menunggu satu langkah kecil yang akan mengubah segalanya dan langkah kecil yang semoga bisa membawanya melangkah meraih sebuah keberhasilan.
NUGROHO WISNU AJI
Langit biru membentang luas, dipenuhi awan yang bergerak pelan seolah membawa rahasia yang tak terucap. Dua sosok berada di dunia yang berbeda—satu berpijak di bumi, satu lagi terbalik di angkasa—dipisahkan oleh ruang yang tak kasat mata, namun diikat oleh perasaan yang sama kuatnya. Tangan yang terulur menjadi simbol keberanian untuk mendekat, meski jarak dan keadaan berusaha menjauhkan. Kota yang sunyi di bawah kontras dengan langit yang hidup di atas, menggambarkan pertarungan antara realita dan harapan. Lukisan ini bercerita tentang pertemuan yang hampir terjadi, tentang hati yang saling memanggil meski langit mencoba memisahkan
OLIVIA SUCI ADINIA
lukisan ini menggambarkan seorang gadis yang latar belakang hidupnya hancur atau usang justru menjadi panggung utama bagi tumbuhnya,namun ia punya seribu harapan yang tidak pernah mati ia percaya bahwa hidup ini mengajarkan bahwa keindahan tidak hanya lahir dari kenyamanan,tetapi juga dari perjuangan
RIRIN DWI FEBRIANI
saya mempunyai ide/inspirasi lukisan dari diri saya sendiri yang sedang menduduki kelas 12 yang lagi bingung’ nya mencari jati diri. dengan judul lukisan “Bayangan Dalam Pantulan”. Saya akan melukiskan seseorang anak perempuan yang berdiri di tengah ruangan yang sunyi dan di penuhi dengan cermin’ dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Pantulan yang muncul tidak pernah benar-benar sama ada yang buram, terpotong, bahkan terasa asing. seolah masing- masing cermin menyimpan versi dirinya yang berbeda-beda. dengan berpakaian berwarna merah yang di gunakan menjadi satu’ nya warna yang hangat di antara nuansa biru gelap ruangan, menegaskan perasaan, kesendirian dan pencarian jati diri. Lukisan ini menggambarkan kebingungan, rasa ingin tahu, dan proses mengenal diri sendiri, ketika seseorang mencoba memahami siapa dirinya di tengah banyaknya bayangan dan persepsi yang saling bertabrakan, harapan orang tua, masa depan. bahkan masalah’ lainnya pun masi banyak lagi. dan bayangan’ yang takut gagal.
RIZ’Q ANANTA ADI WINATA
“DALAM ALUNAN KUNANG-KUNANG DAN MALAM”MENGGAMBARKAN KONDISI DIMANA KUPU-KUPU YANG SENDIRIAN DALAM MALAM DAN DIKELILINGI KUNANG-KUNANG YANG MENGGAMBARKAN SECERCA (SEBUAH) HARAPAN YANG MENUNTUN KE REMBULAN.PEWARNAAN YANG DOMINAN GELAP MENGGAMBARKAN KETENANGAN TAPI MENCEKAM DAN TIDAK STABIL MENGGAMBARKAN SUASANA DAN SEBUAH PERISTIWA YANG SELALU TIDAK STABIL NAMUN BISA DI LEWATI DENGAN USAHA DAN PERJUANGAN.
TIO YOGA PRATAMA
saya terinspirasi dari film pokemon go yang mengisahkan naga yang sedang mencari kristal kekuatan diatas gunung, saya akan menggambarkan naga duduk diatas batu di hulu sungai disertai jamur” raksasa di dunia itu
TONI ERIK MAULANA
Ada sosok yang duduk di ayunan dan sedang memandang ke langit
YUNA NIKEN SAFITRI
Mencari Arah di Tengah Kebingungan”
Makna/Jalan Cerita Karya
Karya ini menceritaka saya yang berada di dunia fantasi yang aneh dan penuh simbol, menggambarkan perasaan bingung dalam menentukan arah hidup. Di sekelilingnya terdapat Jalan bercabang, kabut, jam terbang, pintu melayang, dan cahaya kecil di kejauhan sebagai simbol harapan dan petunjuk arah.
ALIFFIN JOKO BAGUS SAPUTRA
Ketenangan Di Atas Air
Judul ini menggambarkan suasana damai yang muncul dari bunga
teratai yang mengapung tenang di permukaan air.
Tema: Alam dan ketenangan
Lukisan bertema alam dengan fokus pada suasana tenang, sejuk,
dan harmonis yang sering ditemukan di kolam atau perairan alami.
Makna Seni Rupa:
Lukisan ini melambangkan ketenangan batin, kedamaian, dan
keseimbangan hidup.Bunga teratai sering dimaknai sebagai simbol
kesucian dan keteguhan, karena tetap indah meskitumbuh di air
yang keruh. Riak air kecil menggambarkan bahwa meskipun ada
gangguan dalam hidup, ketenangan tetap bisa dijaga.
Teknik:
Teknik lukis manual menggunakan cat akrilik dengan sapuan kuas
halus. Terlihatteknik layering (berlapis) untuk memberi kesan
kedalaman air dan tekstur daun teratai.
Elemen Seni Rupa:
Garis: Garis lengkung pada riak air
Warna: Dominasi biru (air), hijau (daun), dan putih–kuning (bunga)
Bentuk:Bentuk organik pada daun dan bunga teratai
Tekstur: Tekstur nyata dari kanvas dan sapuan cat
Ruang: Kesan kedalaman melalui gradasi warna air
Komposisi: Penempatan objek seimbang dan harmonis
ARVELINA PUTRI RAHARJO
Judul: Senja di Taman Mawar
Konsep & Deskripsi:
Lukisan ini menggambarkan suasana senja yang romantis di tepi laut, dengan hamparan bunga mawar merah muda yang bermekaran di bagian depan. Matahari yang perlahan tenggelam memantulkan cahaya keemasan di permukaan air, menciptakan nuansa hangat dan damai. Dua ekor kupu-kupu yang terbang bebas menambah kesan hidup, ringan, dan penuh harapan. Perpaduan langit berwarna pastel—biru, jingga, dan merah muda—memberi kesan lembut dan dreamy, seolah membawa penikmat lukisan ke dalam dunia yang tenang dan puitis.
Tema: Keindahan alam, ketenangan, romantisme, dan harmoni antara flora, fauna, dan lanskap laut.
Tema ini juga bisa dimaknai sebagai simbol harapan, cinta, dan keindahan momen yang singkat namun berharga, seperti senja itu sendiri.
Teknik yang Digunakan: Teknik lukis akrilik dekoratif semi-realis
•Sapuan kuas terlihat halus namun ekspresif
•Gradasi warna lembut pada langit dan laut untuk menciptakan efek cahaya senja
•Detail bunga dibuat dengan layering warna untuk memberi kesan volume
•Komposisi seimbang antara latar belakang (laut & langit) dan foreground (bunga mawar)
SYAHNES ARDIANA FIRDAUS
Judul : The Fiery Wings Of Hope
• Inspirasi : lukisan ini terinspirasi dari dracin, dimana Karya ini menggambarkan pertemuan antara dunia nyata dan dunia fantasi.Terdapat juga imajinasi dan perasaan batin saya dalam karya ini.Yaitu tentang harapan, perlindungan, dan kebangkitan diri. Dalam karya ini terdapat sosok perempuan yang menggambarkan diri saya yang sedang berada dalam perjalanan hidup,menghadapi ketidak pastian,namun tetap berdiri teguh di bawah perlindungan cahaya dan harapan.Terdapat juga burung bercahaya atau burung phoenix api melambangkan semangat pantang menyerah dan kemenangan atas kesulitan, yang bermakna kekuatan, harapan dan kebebasan yang hadir dalam diri saya.
•Teknik Berkarya
Teknik yang digunakan adalah Teknik plakat , karya ini dibuat menggunakan sapuan warna halus, gradasi, serta efek cahaya (lighting effect) untuk menciptakan suasana magis dan imajinatif.
• Unsur-unsur Seni Rupa
Unsur seni rupa yang terdapat pada karya ini
Garis: garis lengkung dan mengalir pada sayap burung dan cahaya.
Warna: perpaduan warna oren, biru, dan ungu yang memberi kesan magis.
Bentuk: bentuk figuratif pada manusia dan burung fantasi.
Ruang: tercipta kesan ruang luas dan mendalam.
Gelap-terang: kontras cahaya yang menonjolkan objek utama.
• Elemen / Komposisi
Fokus perhatian pada burung bercahaya sebagai pusat visual.
Keseimbangan asimetris antara burung besar dan sosok manusia di bawahnya.
Irama dari pengulangan garis cahaya yang berputar.
Kesatuan (unity) melalui keselarasan warna dan cahaya.
Proporsi yang memperkuat kesan agung dan magis.
SITI NUR AZIZAH
• Inspirasi
Lukisan ini terinspirasi dari diri saya sendiri yang menyukai kesunyian sebagai ruang untuk menemukan ketenangan batin. Suasana malam saya pilih karena menjadi gambaran paling tepat untuk menghadirkan rasa hening, damai. Langit gelap dengan dominasi warna biru menggambarkan kedalaman perasaan serta ketenangan. Sinar bulan hadir sebagai pelengkap yang melambangkan secercah harapan yang muncul di tengah keheningan dan perlahan terasa terkabul. Pohon digambarkan sebagai tempat paling nyaman untuk bersandar, simbol perlindungan, keteguhan, dan rasa aman saat menikmati kesunyian.
• Teknik Berkarya
Teknik yang akan saya gunakan adalah teknik plakat dan aquarel dengan gradasi dan layering untuk menciptakan suasana malam yang tenang dan magis serta efek cahaya bulan yang lembut.
• Unsur-unsur Seni Rupa
Titik: cahaya-cahaya kecil di langit malam.
Garis: pada batang dan cabang pohon.
Bidang: bentuk bulan dan daratan.
Warna: dominasi biru sebagai simbol ketenangan dan kuning sebagai simbol harapan.
Tekstur: tekstur semu yang memberi kesan lembut.
Ruang: latar langit menciptakan kesan luas dan mendalam.
• Elemen / Komposisi
Keseimbangan dari penempatan pohon dan bulan yang harmonis. Bulan menjadi pusat perhatian karena cahayanya yang menonjol. Kesatuan tercipta dari perpaduan warna dan objek yang saling mendukung, sedangkan irama muncul dari pengulangan titik-titik cahaya langit.
DILLA NURIL ULYA
Lukisan memperlihatkan siluet seorang peri bersayap yang sedang duduk di ayunan yang tergantung di dahan pohon. Di hadapannya terdapat bulan besar yang bersinar terang, dikelilingi bintang-bintang di langit malam. Rumput dan pepohonan digambar sebagai bayangan gelap, sehingga fokus utama tertuju pada cahaya bulan dan sosok peri. Suasana yang ditampilkan terasa hening, tenang, dan penuh nuansa mimpi.Lukisan ini melambangkan seseorang yang sedang menikmati kesunyian malam sambil bermimpi dan berharap, seolah berada di dunia dongeng yang penuh ketenangan dan imajinasi.
JULIA DIAH IKA PUTRI
Judul Konsep: “The Crimson Truth” (Kebenaran yang Berdarah)
Narasi Utama:
The “Cursed” Eye: Air mata merah tersebut tidak terlihat seperti darah biasa, melainkan seperti substansi magis atau kutukan. Dalam dunia fantasi, ini bisa melambangkan karakter yang kehilangan kekuatan atau seseorang yang “melihat” masa depan yang menyakitkan.
Lukisan ini mengeksplorasi tema kerentanan yang tersembunyi. Mata digambarkan dengan detail hitam-putih yang tajam untuk menunjukkan realitas yang dingin, namun aliran merah (darah/air mata) memecah keheningan tersebut sebagai simbol luka batin yang tidak lagi bisa dibendung.
Dark Fantasy: Karena nuansanya yang kelam, penuh penderitaan, dan misterius. Fokusnya bukan pada keajaiban yang indah, tapi pada sisi gelap dari kekuatan magis.
NUR LAELY NABIELLA
Eksplorasi fantasi laut yang menggambarkan ketegangan antara rasa ingin tahu, keberanian, dan konsekuensi dari melewati batas yang tidak seharusnya.
ROSA SULISTIYANI
Judul : Sayap yang tertinggal
•Ide Gagasan Karya
Karya ini bercerita tentang seorang perempuan yang hidup dalam siksaan batin keluarganya sendiri. Apa pun yang ia lakukan selalu dianggap salah, ia terus dimarahi, dan tidak pernah diterima. Rumah yang seharusnya menjadi tempat aman justru berubah menjadi sumber luka.
Satu-satunya cahaya dalam hidupnya adalah pasangannya yang setia, namun takdir merenggut kebahagiaan itu. Ia melarikan diri ke hutan dan akhirnya menyatu dengan pohon, sebagai simbol keinginannya untuk berhenti merasa sakit dan menghilang dari dunia manusia. Burung-burung hitam di sekelilingnya adalah wujud pacarnya yang dikutuk, tetap setia menemani meski hanya sebagai bayangan dalam kegelapan.
•Teknik yang Cocok Digunakan
Teknik yang cocok untuk melukis karya ini adalah teknik realis–surealis dengan sapuan halus (blending). Teknik ini digunakan untuk menampilkan bentuk manusia, hutan, dan burung secara nyata, tetapi dengan suasana yang tidak masuk akal dan penuh makna simbolis.
Warna gelap dan gradasi lembut dipakai untuk membangun kesan muram, sunyi, dan tragis. Sapuan kuas tipis membantu memperlihatkan detail jubah, pepohonan, dan kabut sehingga suasana lukisan terasa hidup dan emosional.
•Unsur-unsur Seni Rupa
Titik → terlihat pada detail bunga kecil dan cahaya kabut
Garis → garis lengkung pada jubah dan ranting pohon memberi kesan mengalir
Bidang → bentuk tubuh sosok dan pepohonan
Bentuk → figur manusia dan alam digambarkan semi-realis
Warna → dominasi hitam, hijau, dan abu-abu memberi nuansa gelap dan tenang
Tekstur → terasa pada rumput, kain jubah, dan batang pohon
Gelap-terang → kontras kuat untuk mempertegas fokus utama
•Elemen / Komposisi
Komposisi asimetris, sosok utama berada di tengah tapi sedikit condong
Fokus utama pada sosok berjubah hitam
Keseimbangan visual antara gelap (sosok) dan terang (latar hutan)
Irama terlihat dari alur jubah yang menjuntai dan aliran sungai
Kesatuan tercipta karena warna dan tema saling mendukung
NYSA EKA PUTRI APRILIA
Lukisan dengan judul “Cita Rasa Fantasi” ini terinspirasi dari hobi saya sendiri Nysa Eka Putri Aprilia. Dalam ketenangan dan keheningan di dapur inilah saya memaknai bahwa mimpi tak selalu lahir dari hal besar, tetapi kebiasaan sederhana yang dilakukan dengan penuh kesabaran serta ketekunan. Peri bayangan melambangkan diri saya sendiri yang bekerja dalam diam disertai harapan dan doa. Serta elemen pendukung berupa adonan di dalam mangkok yang besar dan hasil berupa cupcake disebelahkan, memaknai bahwa perjuangan tidak ada yang sia-sia.
ELMIRA JALILA
mencerminkan perasaan kebingungan, kesepian, dalam mencari jati diri, dan merasa hidup dibawah tekanan, aku adalah asing yang bersembunyi di balik cermin, menyapa bayangan yang tak lagi ku kenali wujudnya.
MOCH. RIZKY SETYO BUDI
Lukisan ini menggambarkan seseorang yang banyak masalah ia mencari ketenangan di tepi danau untuk memecahkan masalah.
RICHA AULA FADHILAH
Karya lukis ini menampilkan sosok seorang gadis kecil yang berdiri di sebuah jalan setapak, menghadap ke arah istana megah yang menjulang di hadapannya. Sosok gadis tersebut digambarkan dari belakang, menekankan kesan perjalanan batin dan refleksi diri, seolah penonton diajak untuk ikut merasakan langkah yang sedang ia tempuh. Gaun berwarna hangat yang dikenakannya menjadi pusat perhatian, melambangkan keberanian, harapan, serta semangat yang menyala di tengah perjalanan menuju masa depan.
Istana dengan menara-menara tinggi digambarkan sebagai simbol cita-cita, impian besar, dan tujuan hidup yang ingin diraih. Bentuknya yang kokoh menunjukkan kekuatan dan keteguhan, sekaligus menggambarkan bahwa impian tersebut tidak mudah dicapai dan memerlukan usaha serta kesabaran. Jalan setapak yang sempit dan berliku melambangkan proses kehidupan yang penuh tantangan, pilihan, dan pengorbanan, namun tetap mengarah pada satu tujuan yang jelas.
Di sisi kiri dan kanan, pepohonan hijau yang menjalar serta bunga-bunga yang bermekaran menghadirkan suasana alami yang hidup dan penuh warna. Elemen ini melambangkan pertumbuhan, harapan, serta dukungan dari lingkungan sekitar dalam setiap perjalanan hidup. Warna hijau memberikan kesan keseimbangan dan ketenangan, sementara bunga-bunga menjadi simbol keindahan kecil yang sering hadir di tengah perjuangan.
Latar langit berwarna biru memberi nuansa damai dan optimistis, menciptakan ruang imajinatif antara dunia nyata dan dunia impian. Secara keseluruhan, karya ini mengajak penikmatnya untuk merenungkan perjalanan menuju impian masing-masing, bahwa setiap langkah kecil yang diambil dengan keyakinan dan keberanian akan membawa seseorang semakin dekat pada tujuan yang diharapkan.
FIKRI RAMADANI
Lukisan ini menggambarkan seseorang pemuda yang sudah tidak memiliki harapan terhadap dunia. Dunia tetap akan berputar meskipun ia tiada. Dan semua orang tetap akan bergerak meskipun ia mati.
BAGUS PRAMUDYA
Nama Siswa
: BAGUS PRAMUDYA
Kelas
XII-4
: Rencana Karya: Simfoni Malam Ungu
Konsep Dasar
1. Judul
Keheningan Galaksi
2. Tema
Landscape Surealis Modern, yang menggabungkan elemen alam bumi dengan estetika ruang angkasa yang imajinatif.
3. Ide
Saya akan melukis sebuah pemandangan yang memberikan kesan ketenangan mutlak. Idenya adalah menonjolkan sebuah pohon tunggal sebagai simbol keteguhan di tengah padang ungu yang luas, di bawah perlindungan cahaya galaksi yang megah.
4. Teknik
Saya akan menggunakan teknik layering akrilik. Untuk langit, saya akan menggunakan teknik blending halus, sedangkan untuk bintang dan dedaunan pohon, saya akan menerapkan teknik splattering (percikan) dan stippling (titik-titik) menggunakan kuas kaku atau spons untuk menciptakan tekstur yang organik.
5. Unsur Rupa
Warna: Palet warna akan didominasi oleh kontras antara Ultramarine
Blue (dingin) dan Vivid Magenta (hangat). Ruang: Menciptakan kedalaman dengan membagi bidang menjadi
tiga area: latar depan (padang rumput), latar tengah (pohon dan gunung), dan latar belakang (langit tak terhingga).
6. Komposisi dan Unsur Mendalam
Komposisi akan menggunakan prinsip Rule of Thirds, di mana pohon diletakkan sedikit tidak di tengah untuk menciptakan keseimbangan yang dinamis dengan arah galaksi. Secara mendalam, lukisan ini direncanakan untuk menyampaikan pesan bahwa dalam kesunyian malam, terdapat keindahan yang luar biasa besar jika kita mau
melihat ke atas (berharap).
RIO ANDIKA SAPUTRA
Judul :Menatap Hari Esok”
Ide ini bersumber dari kehidupan saya sekarang yang bisa ngak ya untuk kedepannya menjadi orang yang lebih baik ,masih bingung tentang diri saya sendiri ,saya mempunyai cita cita yang tinggi apakah aku bisa untuk meluncur kesana namun adakalanya aku harus memberanikan untuk melangkah lebih jauh dari sekarang harapan di masa depan ku lebih indah makan dari itu aku memilih Lukisan ini menggambarkan seorang penjelajah berdiri di tepi tebing tinggi, menatap matahari terbit yang memancarkan cahaya keemasan ke seluruh lembah. Ia adalah simbol harapan, keberanian, dan takdir. Tongkat di tangannya bukan sekadar alat, melainkan artefak kuno yang terhubung dengan kekuatan alam.
Burung-burung yang terbang di langit melambangkan kebebasan jiwa, sementara cahaya matahari menjadi metafora awal baru dan kebangkitan dunia magis. Alam yang luas dan megah memberi kesan bahwa manusia hanyalah bagian kecil dari semesta, namun memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangannya.
AHMAD DWI KEFIN GUSTANUL ARIFIN
”Dalam karya orisinal saya yang berjudul ‘Dreamy Makkah’, saya ingin menghadirkan lebih dari sekadar pemandangan, melainkan sebuah rasa rindu. Melalui sapuan kuas yang bertekstur pada bagian menara, saya mencoba menonjolkan kemegahan arsitektur suci yang bersanding dengan ketenangan langit senja. Gradasi warna dari jingga hangat hingga biru keunguan merupakan refleksi dari momen kontemplatif saat siang berganti malam di Makkah, menciptakan harmoni visual yang menyejukkan batin dan mengagungkan Sang Pencipta.”